Mengubah Akun Instagram Menjadi Business Profile

Saat Sabtu lalu saat saya lagi mau mengedit profile akun Instagram salah satu klien, saya menemukan tombol navigasi baru, “Switch to Business Profile.” Akun ini umurnya jauh lebih muda daripada akun saya sendiri, tapi sudah bisa diubah status akunnya jadi bisnis. Mungkin karena awalnya saya sering pasang ads Instagram melalui akun Facebook Page-nya kah? Entahlah…

Screenshot_2016-08-30-11-44-28-800_com.instagram.android
Apa yang beda dengan Instagram Business Profile?

Kezia Amelia dan Permainan Biolanya

Sejak era kuliah dulu saya entah kenapa selalu suka melihat artis pop yang bermain biola. Dulu berawal dari kesukaan saya akan Vanessa Mae. Di era kaset dulu, saya sampai punya hampir seluruh albumnya. Lalu kesukaan itu berlanjut beberapa tahun kemudian dengan munculnya Bond, kuartet pemain biola dari Australia/Inggris. Di Indonesia ada Maylaffayza, seorang pemain biola yang juga blogger generasi awal. Saya sempat kenal dan beberapa kali ngobrol dengan Fayza melalui acara yang berhubungan dengan blog.

Sekarang di era YouTube dan Instagram merajalela, ada satu lagi yang menarik perhatian saya. Namanya Kezia Amelia. Kezia populer banget di Instagram, karena sering meng-cover lagu-lagu populer yang ia mainkan dengan biola dengan durasi pendek. Untuk versi panjang, beberapa lagu cover ia buatkan video klip dan ia taruh di channel YouTube-nya.

_MG_4424
Lihat Kezia Amelia perform di GIIAS

​Gelar Jepang UI 2016

Tahun ini perhelatan hari terakhir Gelar Jepang Universitas Indonesia (GJUI) tidak dilaksanakan lagi di kampus UI, tapi pindah ke Parkir Timur Senayan. Acaranya sepertinya seru seharian, namun sayangnya saya baru bisa datang saat gelap tiba, karena habis menghadiri pernikahan teman di Bogor.

Sesampainya di GJUI, saya langsung mampir ke mini stage, tempat anak-anak Happy Kingdom seperti: Rachel Florencia, Marthina Meliana, Kariin, dan Candy Love mengisi acara. Panggung ternyata tidak disiapkan untuk kebutuhan perform di malam hari, sehingga penerangan hanya seadanya. Satu bohlam saja yang menerangi panggung. Hahaha.. jadi ingat panggung tujuh belasan di kampung.

_MG_3554
Lihat aksi puncak dari GJUI 2016

Menjajal Google Voice Search

Kemarin di event Google for Indonesia, saya dikenalkan dengan aplikasi Google Voice Search. Sebenarnya saya sudah tahu keberadaan aplikasi ini cukup lama. Bisa ditemukan langsung di ponsel Android, karena terinstalasi secara default. Namun yang saya tidak sadari, kalau ternyata aplikasi Google Voice Search ini sudah mendukung penuh bahasa Indonesia.

Pastikan kalau aplikasi Google Voice Search sudah kalian ganti menggunakan bahasa Indonesia. Default di saya sih bahasa Inggris, karena memang saya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa default antarmuka ponsel saya. Lalu kalian tap icon mic dan berucap kata-kata kunci yang dijadikan pencarian. Pengalaman saya mencoba, lebih dari 90% apa yang saya ucapkan, tertulis dengan benar di hasil pencariannya. Hebat juga ini aplikasi melakukan pembelajarannya.

Screenshot_2016-08-10-05-31-21_com.google.android.googlequicksearchbox
Continue reading “Menjajal Google Voice Search” »

Nonton Film Suicide Squad

Saya pertama kali kenal dengan grup Suicide Squad di tahun 1987, saat awal-awal membaca komik DC versi asli (bukan terjemahan). Saat itu konsepnya benar-benar baru bagi saya. Sekumpulan penjahat yang menjalani misi rahasia dari pemerintah, dengan imbalan pengurangan masa hukuman.

Untuk menjaga agar mereka tetap bekerja dalam koridor yang benar, ada chip bom ditanam di tangan mereka. Mereka juga dipandu oleh perwakilan tentara US dan hero, seperti Colonel Flag, Nightshade, dan Bronze Tiger. Sebuah konsep grup baru, di antara grup-grup superhero lainnya saat itu seperti Justice League, Titans, dan Outsiders. Saat itu penulisnya adalah John Ostrander, yang namanya diabadikan di film Suicide Squad sebagai nama salah satu bangunan.

suicide squad 1987
Suicide Squad versi 1987 (ada nama-namanya tuh)

Lanjut baca tentang Suicide Squad