Ukuran Foto dan Video Instagram

Pasti sudah banyak tulisan di luar sana yang bikin bahasan serupa, tapi nggak apa-apa kalau saya tulis lagi ya. Siapa tau ada yang belum mengerti kan. Dahulu Instagram hanya menyediakan ukuran kotak (square) dengan rasio 1:1. Setiap kali kita mengunggah foto, kita akan diminta meng-crop (memotong) foto supaya masuk ukuran kotak. Sejak beberapa bulan lalu, ukuran Instagram lebih fleksibel, bisa ukuran portrait (tegak) dan landscape (tidur), meski tetap ada batasan rasionya.

Rasio Landscape

Karena Instagram mendukung video, ukuran landscape paling maksimal mengikuti standar ukuran video HD, yakni 1920×1080 (atau rasio 1,78:1). Bila rasio lebar lebih besar daripada itu, Instagram akan meng-crop foto tersebut. Foto yang biasa dihasilkan melalui kamera DSLR atau Mirrorless biasanya 3:2 (atau 1,5:1). Rasio ini aman, karena lebih kecil daripada 1,78:1. Foto yang kita post tidak akan di-crop oleh Instagram.

Rasio Portrait

Ukuran portrait Instagram ini agak aneh sebetulnya. Ukuran maksimalnya adalah 1080×1350 (atau rasio 4:5). Padahal kebanyakan foto yang dihasilkan melalui kamera DSLR atau Mirrorless selalu 2:3 (atau 4:6). Tinggi foto hasil jepretan umumnya lebih panjang daripada tinggi foto yang disediakan Instagram. Akibatnya, foto yang disajikan tidak bisa penuh, karena akan di-crop oleh Instagram.

Saat kita menyiapkan foto untuk ukuran landscape atau portrait, ada baiknya juga mempertimbangkan tampilan preview yang akan muncul di grid yang berukuran square (1:1). Tampilan preview ini yang akan terlihat saat user melihat profil kita, atau melakukan explore foto. Kalau yang difoto itu orang, sebaiknya sih, jangan sampai di tampilan previewnya, ada bagian wajah yang terpotong, karena jadi nggak enak dilihatnya.

Tips Mengajak Seseorang untuk Difoto

Tulisan ini untuk lebih melengkapi cerita saya di Twitter kemarin, tentang pedekate dengan calon model. Untuk mengajak seseorang yang kita ingin foto untuk kebutuhan Portrait Photography, akan lebih baik kalau sebelumnya kita juga sudah punya portfolio atau contoh karya. Mungkin nggak harus bagus, tapi memadai dan nggak jelek-jelek amat. Namanya juga jualan, kalau barang yang dijual jelek, mana ada yang tertarik kan?

_MG_5601
Apa aja ya tipsnya?

Power BI: UFO Sightings

Nggak nyangka ternyata ada loh dataset pengamatan UFO. Saya menemukannya di Kaggle.com, situs yang khusus menyajikan beragam jenis dataset, dari yang serius sampai yang fun. Datanya lumayan besar, karena menyimpan temuan sejak tahun 1900, meski aktivitas pelaporan tertinggi baru ada sejak awal tahun 2000.

Keisengan saya pun berlanjut. Di sela waktu kerja, saya iseng memasukkan dataset-nya ke Power BI. Hasilnya bisa dilihat di tampilan berikut ini. Pelaporan terbanyak dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris. Kebanyakan UFO yang dilihat hanya berupa cahaya. Hasil data ini belum memfilter laporan yang diduga hoax, jadi masih kotor. Ada sih data yang lebih bersih, bisa dicek di URL Kaggle di atas kalau mau ikutan mencoba sendiri.

Power BI: Guru Sertifikasi

Beberapa bulan terakhir ini saya mulai eksplorasi aplikasi Microsoft Power BI (Business Intelligence). Aplikasi yang merupakan bagian dari paket Office 365 ini asyik banget buat dipakai pengolahan dan visualisasi data. Sumbernya bisa banyak macam, dari file spreadsheet lokal, database live, social media (terutama Facebook), web pada umumnya, dan puluhan aplikasi lainnya. Untuk belajar, kalian bisa coba gunakan open data yang tersedia di internet. Untuk data Indonesia, salah satunya bisa comot dari Portal Satu Data Indonesia.

Untuk contoh, saya comot data Guru Sertifikasi dari portal tersebut. Sumbernya dari 3 bagian:

  1. Guru Sertifikasi.
  2. Presentase Guru Sertifikasi.
  3. Rasio Siswa Guru Sertifikasi.

Ada banyak tipe visual yang disediakan oleh Power BI. Jika kita punya data latitude dan longitude, kita bisa gunakan tipe visual map, seperti contoh berikut ini. Menu filter di atas juga bisa diklik untuk melihat data per kategori. Kalau mau lihat data per propinsi, juga bisa klik info tulisan nama propinsi di sebelah kiri.

Contoh-contoh lainnya, akan saya tampilkan dalam postingan blog berikutnya secara bertahap ya 🙂

Kezia Amelia dan Permainan Biolanya

Sejak era kuliah dulu saya entah kenapa selalu suka melihat artis pop yang bermain biola. Dulu berawal dari kesukaan saya akan Vanessa Mae. Di era kaset dulu, saya sampai punya hampir seluruh albumnya. Lalu kesukaan itu berlanjut beberapa tahun kemudian dengan munculnya Bond, kuartet pemain biola dari Australia/Inggris. Di Indonesia ada Maylaffayza, seorang pemain biola yang juga blogger generasi awal. Saya sempat kenal dan beberapa kali ngobrol dengan Fayza melalui acara yang berhubungan dengan blog.

Sekarang di era YouTube dan Instagram merajalela, ada satu lagi yang menarik perhatian saya. Namanya Kezia Amelia. Kezia populer banget di Instagram, karena sering meng-cover lagu-lagu populer yang ia mainkan dengan biola dengan durasi pendek. Untuk versi panjang, beberapa lagu cover ia buatkan video klip dan ia taruh di channel YouTube-nya.

_MG_4424
Lihat Kezia Amelia perform di GIIAS