​Gelar Jepang UI 2016

Tahun ini perhelatan hari terakhir Gelar Jepang Universitas Indonesia (GJUI) tidak dilaksanakan lagi di kampus UI, tapi pindah ke Parkir Timur Senayan. Acaranya sepertinya seru seharian, namun sayangnya saya baru bisa datang saat gelap tiba, karena habis menghadiri pernikahan teman di Bogor.

Sesampainya di GJUI, saya langsung mampir ke mini stage, tempat anak-anak Happy Kingdom seperti: Rachel Florencia, Marthina Meliana, Kariin, dan Candy Love mengisi acara. Panggung ternyata tidak disiapkan untuk kebutuhan perform di malam hari, sehingga penerangan hanya seadanya. Satu bohlam saja yang menerangi panggung. Hahaha.. jadi ingat panggung tujuh belasan di kampung.

_MG_3554
Lihat aksi puncak dari GJUI 2016

Menjajal Google Voice Search

Kemarin di event Google for Indonesia, saya dikenalkan dengan aplikasi Google Voice Search. Sebenarnya saya sudah tahu keberadaan aplikasi ini cukup lama. Bisa ditemukan langsung di ponsel Android, karena terinstalasi secara default. Namun yang saya tidak sadari, kalau ternyata aplikasi Google Voice Search ini sudah mendukung penuh bahasa Indonesia.

Pastikan kalau aplikasi Google Voice Search sudah kalian ganti menggunakan bahasa Indonesia. Default di saya sih bahasa Inggris, karena memang saya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa default antarmuka ponsel saya. Lalu kalian tap icon mic dan berucap kata-kata kunci yang dijadikan pencarian. Pengalaman saya mencoba, lebih dari 90% apa yang saya ucapkan, tertulis dengan benar di hasil pencariannya. Hebat juga ini aplikasi melakukan pembelajarannya.

Screenshot_2016-08-10-05-31-21_com.google.android.googlequicksearchbox

Setelah hasil pencarian tampil, suara perempuan akan terdengar dari aplikasi Google Voice Search menyebutkan hasilnya. Kalau hasil pencarian ditemukan dari wikipedia, maka kalimat pertama dari deskripsi brief wikipedia itu akan diperdengarkan oleh aplikasi tersebut. Untuk suatu ucapan yang di-generate melalui mesin, lafal suaranya bagus banget.

Berikut beberapa hal yang bisa kalian coba ucapkan di Google Voice Search, dan yang bisa kalian dengar hasilnya.

“Tempat makan terdekat”
Akan mengeluarkan hasil pencarian lokasi tempat makan terdekat dari posisi kalian.
Screenshot_2016-08-10-05-33-00_com.google.android.googlequicksearchbox

“Cuaca Jakarta”
Akan menampilkan halaman cuaca dari Google.
Screenshot_2016-08-10-05-39-05_com.google.android.googlequicksearchbox

“Peta Kebayoran Lama”
Akan menampilkan preview area Kebayoran Lama dari Google Maps.
Screenshot_2016-08-10-05-40-10_com.google.android.googlequicksearchbox

“Harga saham Microsoft”
Akan mengeluarkan hasil angka saham Microsoft dan menyebutkan kenaikan/penurunannya.
Screenshot_2016-08-10-05-38-44_com.google.android.googlequicksearchbox

“Satu dolar sama dengan”
Akan mengeluarkan langsung konversi kurs dolar ke rupiah.
Screenshot_2016-08-10-05-38-10_com.google.android.googlequicksearchbox

“Hasil olimpiade angkat besi Indonesia”
Akan menampilkan halaman yang dibuat oleh Google khusus untuk olimpiade.
Screenshot_2016-08-10-05-35-27_com.google.android.googlequicksearchbox

Cherrybelle
Akan menampilkan cuplikan foto dari Google Image dan menyebutkan kalimat pertama dari deskripsi brief Wikipedia.
Screenshot_2016-08-10-05-36-39_com.google.android.googlequicksearchbox

“Gita”
Nah berikut ini menarik untuk dicoba secara berturut-turut. Saat kalian menyebutkan “Gita” hasilnya memang tidak akan keluar sesuatu yang spesial.
Screenshot_2016-08-10-05-35-39_com.google.android.googlequicksearchbox

“Gutawa”
Lalu kalian sebutkan lagi “Gutawa” maka Google Voice Search akan melanjutkan pencarian dari keyword sebelumnya. Hasil pencarian yang keluar adalah “Gita Gutawa.”
Screenshot_2016-08-10-08-01-39_com.google.android.googlequicksearchbox

“Tanggal lahirnya”
Ini lebih menarik lagi. Google Voice Search lalu akan melanjutkan pencarian tanggal lahir Gita Gutawa. Aplikasi ini bisa memahami akhirnya “-nya” dan menerjemahkannya sebagai “his/her” dari pencarian sebelumnya.
Screenshot_2016-08-10-08-02-02_com.google.android.googlequicksearchbox

Silakan coba-coba sendiri ya. Aplikasi ini cukup bermanfaat saat kita harus mencari sesuatu sementara tangan kita sedang di belakang kemudi. Hehehe, tapi tetap sih, begitu kita mengklik dan masuk ke website yang dipilih, tangan tetap harus yang bekerja sendiri 😀

Nonton Film Suicide Squad

Saya pertama kali kenal dengan grup Suicide Squad di tahun 1987, saat awal-awal membaca komik DC versi asli (bukan terjemahan). Saat itu konsepnya benar-benar baru bagi saya. Sekumpulan penjahat yang menjalani misi rahasia dari pemerintah, dengan imbalan pengurangan masa hukuman.

Untuk menjaga agar mereka tetap bekerja dalam koridor yang benar, ada chip bom ditanam di tangan mereka. Mereka juga dipandu oleh perwakilan tentara US dan hero, seperti Colonel Flag, Nightshade, dan Bronze Tiger. Sebuah konsep grup baru, di antara grup-grup superhero lainnya saat itu seperti Justice League, Titans, dan Outsiders. Saat itu penulisnya adalah John Ostrander, yang namanya diabadikan di film Suicide Squad sebagai nama salah satu bangunan.

suicide squad 1987
Suicide Squad versi 1987 (ada nama-namanya tuh)

Lanjut baca tentang Suicide Squad

Melihat Latihan Balet “Once” (2)

Masih lanjut dari tulisan sebelumnya. Pagelaran balet “Once” nanti akan menampilkan 9 koreografi yang dibawakan oleh West Australian Ballet (WAB). Selain koreografi “L’Enfant Joyeux” dan “Ripple and Surge” yang dibawakan oleh Indonesian Youth Ensemble, akan ada pula pertunjukan balet klasik dan kontemporer dari koreografer Jayne Smeulders, David Dawson, Craig Davidson, Christopher Hill, dan Annabelle Lopez-Ochoa. Ada pula koreografi “Megatruh” yang akan dibawakan solo oleh Juliet Burnett.

_MG_0079

_MG_0091
Ada program latihannya juga loh

Melihat Latihan Balet “Once” (1)

Beberapa minggu lalu saya menemukan akun @balletid di Twitter yang mengundang media untuk melihat proses latihan pagelaran balet “Once” yang akan diselenggarakan tanggal 6 dan 7 Agustus 2016 ini. Setelah saling mengontak, saya lalu diizinkan untuk datang melihat langsung proses latihan ini (dan tentunya memotretnya ya). Ini pertama kalinya saya berinteraksi dengan para praktisi balet.

Ballet.id (Ballet Indonesia Foundation) adalah yayasan non-profit yang dibentuk oleh 5 penari dan antusias di Indonesia, Australia, dan Singapura. Saat ini mereka sedang menyiapkan pagelaran balet berskala internasional yang bekerja sama dengan West Australian Ballet (WAB), perusahaan yang berfokus pada dunia ballet sejak 1952 dan masih eksis hingga sekarang.

_MG_9862

_MG_9901
Mengenai Pagelaran Balet “Once”