Spot Motret Asyik di Jakarta: Paradigma Kafe

Sepertinya saya akan mulai bikin serial postingan tentang tempat motret yang asyik di Jakarta. Tempat yang nyaman, minim gangguan, sekaligus memiliki spot-spot menarik untuk kebutuhan foto. Lokasinya nggak melulu kafe atau restoran, tapi saya akan berbagi info spot yang mungkin kalian nggak kepikiran.

Postingan pertama ini saya mulai dengan Paradigma Kafe, kafe yabg berlokasi di Cikini. Tepatnya, berada langsung di belakang stasiun kereta Cikini. Kafe ini berada di gedung DPP Golkar. Kafe dan pertokoan berada di lantai pertama, sementara kantor Golkar berada di lantai dua.

_MG_1163

Apa yang menarik dari Paradigma Kafe?

Membuat Storybook di Instagram

Banyak genre foto portrait. Setiap fotografer selalu mencoba mencari keunikannya masing-masing. Saya pun selalu mencoba mencari apa yang unik, yang membuat gaya foto saya berbeda dengan lainnya. Beragam eksperimen saya coba. Kalau menelusuri Instagram saya hingga jauh ke belakang, bisa kelihatan kalau saya ingin mencoba hal yang berbeda-beda, entah itu dari warna, tone, pose, angle, dll. Di antara percobaan itu, ada satu hal yang kini masih konsisten saya coba, yaitu membuat foto bercerita.

Saya termasuk penyuka photobook. Melalui photobook, si fotografer bisa menyampaikan suatu konsep atau tema dengan benang merah tertentu. Pada awal Instagram ada, agak sulit mengadaptasi konsep ini di sana. Akhirnya saat itu saya membuatnya dalam format dokumen PDF yang saya unggah di slideshare. Masih ada di sana kalau mau lihat:

Salah satu contohnya saya tampilkan di sini:

Lihat cara bikin storybook di Instagram

Tips Menambah Follower Organik di Instagram

Saya bukan termasuk seleb di Instagram. Follower akun saya di Instagram hanya 4.000 sekian. Saya sebenarnya sudah memiliki akun di sana sejak pertama kali Instagram ada. Makanya bisa memiliki akun dengan hanya 5 karakter (@pitra). Sayangnya saya sempat vakum lebih dari sethaun di sana, lalu ketinggalan banyak saat Instagram mulai meroket di Indonesia di tahun 2015. Sejak tahun 2016 saya berusaha mati-matian bikin konten di Instagram. Saya sempat galau dalam memilih tema konten foto, hingga akhirnya saya putuskan untuk memperbanyak aktivitas foto portrait. Setiap akhir pekan, saya selalu jalan, mencari teman/model untuk diajak foto. Sekarang setiap harinya saya posting minimal 3 foto dengan wajah portrait yang berbeda-beda.

Namun ternyata konten bagus (ya bagus menurut saya tapinya ya) belumlah cukup. Ada ribuan orang lain di Instagram yang punya konten serupa dan saya harus bersaing dengan mereka. Untuk apa bisa bikin konten keren, tapi kontennya nggak banyak dilihat oleh pengguna lain? Kalau nggak ada yang lihat, tentu nggak ada yang like, apalagi mau follow.

Saya mau berbagi tips yang sudah saya jalankan selama setahun ini. Dahulu di bulan November 2016, follower saya dulu 1.800. Di bulan November 2017 ini 4.100. Grafik pertumbuhannya bisa dicek di Socialblade. Dibilang banyak sih belum, hehehe tapi namanya berbagi tips kan boleh.

Apa saja tipsnya?

Sebulan Sejak Berkenalan dengan Smartphone Vivo V7+

Saya beruntung menjadi salah satu yang telah mencoba smartphone Vivo V7+ sebulan sebelum diluncurkan resmi secara live 28 September 2017 kemarin di 9 televisi nasional dan 9 digital media platform. Sejak sebelum rilis, saya tes gunakan smartphone ini untuk kebutuhan sehari-hari hingga mencoba motret dan rekam video dengannya.

Fisik Smartphone

Salah satu keunggulan utama Vivo V7+ adalah bahwa smartphone ini memiliki FullViewTM Display 18:9. Dengan layar 5,99 inci, V7+ menampilkan visual lebih lebar 12,5% dibandingkan layar tradisional 16:9. Untuk penyuka smartphone berukuran besar, tentu ini menyenangkan. Tampilan layar yang lebih lebar dan luas dengan layar minim bingkai ini pastinya akan lebih maksimal jika ukuran resolusi layar yang digunakan lebih dari 720×1440. Namun, ini tidak akan mengurangi kenyamanan pengguna untuk menikmati visual sinematik yang diberikan Vivo karena kerapatan pixel yang dimiliki pun sudah sesuai dengan standard.

Foto dan Video

Keunggulan Vivo V7+ lainnya adalah kamera depan yang beresolusi 24MP, sementara kamera belakangnya beresolusi 16MP. Resolusi memang hanya salah satu faktor ketajaman gambar. Yang nggak kalah penting tentu sensor. Saat saya tes untuk pemotretan siang hari, hasilnya sangat bagus. Di mata terlihat tajam, meski hanya menggunakan kamera belakang. Ukuran foto yang dihasilkan oleh kamera belakang 2304×4608 (1:2). Kalau tertarik memotret manual, ada pilihan setting professional di mana saya bisa mengatur manual ISO, speed, dan white balance.

Khusus kamera depan, terdapat fitur Portrait Bokeh dan Face Beauty. Saya bukan penyuka selfie sih, jadi saya serahkan urusan selfie ini ke teman-teman model yang saya foto. Saya minta mereka sendiri untuk selfie, mencoba fitur bokeh dan efek face beauty-nya. Umumnya mereka kagum dengan kualitas selfie-nya. Apalagi setelah tahu, background foto bisa mereka blur, sehingga wajah mereka terlihat lebih menonjol. Untuk fitur Face Beauty, mereka akui itu bisa membuat wajah terlihat lebih putih dan halus. Meski jangan berlebihan saat memnggeser opsi , karena malah membuat wajah menjadi tidak natural. Ukuran foto yang dihasilkan oleh kamera depan 2816×5632 (1:2).

Lanjut lihat kerennya Vivo V7+

Instagram Growth Hacking.. Apaan Tuh?

Sudah banyak yang ngasih tutorial di internet tentang tips meningkatkan follower. Kalau kebanyakan saya baca isinya ya itu lagi itu lagi. Pakai hashtag yang tepat. Sering-sering nge-like dan komentar di akun lain yang setipe. Posting yang konsisten dengan tema yang serupa. Lalu postinglah pada waktu yang terbaik sesuai karakter follower kita. Kenyataannya, penambahan engagement dan follower setiap harinya nggak terlalu signifikan. Waktu kita pun terbatas. Tidak sempat berinteraksi dengan akun lain setiap saat.

Jargon growth hacking biasanya dipakai di dunia startup untuk meningkatkan pertumbuhan melalui kreativitas, otomatisasi, dan pemanfaatan data. Dalam konteksnya di Instagram, diadaptasi menjadi cara meningkatkan pertumbuhan follower. Tentunya secara organik ya, bukan dengan cara belanja follower yang biasanya nggak aktif. Kalau search kata “instagram growth hacking” akan ditemukan beberapa website yang menawarkan servis ini. Metode yang dilakukan aplikasi yang ditawarkan umumnya mirip:

  • Kita akan diminta menentukan hashtag yang relevan dengan postingan yang kita buat. Ada juga yang meminta kita menentukan akun lain yang populer tapi relevan dengan yang postingan yang kita buat.
  • Aplikasi ini akan melakukan pencarian foto berdasarkan hashtag atau berdasarkan follower dari akun lain yang populer itu.
  • Aplikasi ini akan melakukan like secara otomatis. Ada pula yang lebih canggih, bisa melakukan komentar secara otomatis. Kata-kata komentar ini bisa kita tentukan sendiri.
  • Aplikasi ini akan melakukan follow secara otomatis. Umumnya aplikasi ini juga akan melakukan proses unfollow secara otomatis terhadap akun tersebut setelah sekian hari.
  • Tujuan dari proses like, komentar, atau follow otomatis ini adalah untuk menarik perhatian akun pemilik foto tersebut. Kenyataannya cukup banyak pemilik akun Instagram yang suka mengecek balik akun yang melakukan like, komentar, atau follow. Kalau ia memang tertarik dengan postingan foto kita, ia pun akan follow kita.
  • Aplikasi ini sudah banyak yang pintar dengan tidak melakukan proses like, komentar, atau follow secara terus-terusan. Mereka akan melakukannya secara periodik, supaya tidak dianggap spam oleh Instagram.

Yang perlu diperhatikan saat memilih servis growth hack ini adalah, hampir semua servis meminta kita menulis login dan password Instagram kita. Mereka tidak menggunakan API otentikasi Instagram untuk mengambil login kita. Bisa jadi ini disebabkan karena Instagram tidak mengizinkan pihak ketiga untuk membuat servis semacam ini.

Jadi bila ingin mencoba servis semacam ini, ada baiknya kita mengganti password untuk sementara. Saat servisnya berakhir, segeralah ganti kembali password.

Alternatif lainnya yang (kayaknya) lebih aman adalah dengan menggunakan aplikasi extension dari Chrome. Sepanjang browser Chrome kita sudah login di Instagram, maka aplikasi ini bisa menjalankan servisnya. Contoh yang bisa dicoba adalah ini dan ini.

Mau coba? 🙂