Power BI: UFO Sightings

Nggak nyangka ternyata ada loh dataset pengamatan UFO. Saya menemukannya di Kaggle.com, situs yang khusus menyajikan beragam jenis dataset, dari yang serius sampai yang fun. Datanya lumayan besar, karena menyimpan temuan sejak tahun 1900, meski aktivitas pelaporan tertinggi baru ada sejak awal tahun 2000.

Keisengan saya pun berlanjut. Di sela waktu kerja, saya iseng memasukkan dataset-nya ke Power BI. Hasilnya bisa dilihat di tampilan berikut ini. Pelaporan terbanyak dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris. Kebanyakan UFO yang dilihat hanya berupa cahaya. Hasil data ini belum memfilter laporan yang diduga hoax, jadi masih kotor. Ada sih data yang lebih bersih, bisa dicek di URL Kaggle di atas kalau mau ikutan mencoba sendiri.

Power BI: Guru Sertifikasi

Beberapa bulan terakhir ini saya mulai eksplorasi aplikasi Microsoft Power BI (Business Intelligence). Aplikasi yang merupakan bagian dari paket Office 365 ini asyik banget buat dipakai pengolahan dan visualisasi data. Sumbernya bisa banyak macam, dari file spreadsheet lokal, database live, social media (terutama Facebook), web pada umumnya, dan puluhan aplikasi lainnya. Untuk belajar, kalian bisa coba gunakan open data yang tersedia di internet. Untuk data Indonesia, salah satunya bisa comot dari Portal Satu Data Indonesia.

Untuk contoh, saya comot data Guru Sertifikasi dari portal tersebut. Sumbernya dari 3 bagian:

  1. Guru Sertifikasi.
  2. Presentase Guru Sertifikasi.
  3. Rasio Siswa Guru Sertifikasi.

Ada banyak tipe visual yang disediakan oleh Power BI. Jika kita punya data latitude dan longitude, kita bisa gunakan tipe visual map, seperti contoh berikut ini. Menu filter di atas juga bisa diklik untuk melihat data per kategori. Kalau mau lihat data per propinsi, juga bisa klik info tulisan nama propinsi di sebelah kiri.

Contoh-contoh lainnya, akan saya tampilkan dalam postingan blog berikutnya secara bertahap ya đŸ™‚

Kezia Amelia dan Permainan Biolanya

Sejak era kuliah dulu saya entah kenapa selalu suka melihat artis pop yang bermain biola. Dulu berawal dari kesukaan saya akan Vanessa Mae. Di era kaset dulu, saya sampai punya hampir seluruh albumnya. Lalu kesukaan itu berlanjut beberapa tahun kemudian dengan munculnya Bond, kuartet pemain biola dari Australia/Inggris. Di Indonesia ada Maylaffayza, seorang pemain biola yang juga blogger generasi awal. Saya sempat kenal dan beberapa kali ngobrol dengan Fayza melalui acara yang berhubungan dengan blog.

Sekarang di era YouTube dan Instagram merajalela, ada satu lagi yang menarik perhatian saya. Namanya Kezia Amelia. Kezia populer banget di Instagram, karena sering meng-cover lagu-lagu populer yang ia mainkan dengan biola dengan durasi pendek. Untuk versi panjang, beberapa lagu cover ia buatkan video klip dan ia taruh di channel YouTube-nya.

_MG_4424
Lihat Kezia Amelia perform di GIIAS

​Gelar Jepang UI 2016

Tahun ini perhelatan hari terakhir Gelar Jepang Universitas Indonesia (GJUI) tidak dilaksanakan lagi di kampus UI, tapi pindah ke Parkir Timur Senayan. Acaranya sepertinya seru seharian, namun sayangnya saya baru bisa datang saat gelap tiba, karena habis menghadiri pernikahan teman di Bogor.

Sesampainya di GJUI, saya langsung mampir ke mini stage, tempat anak-anak Happy Kingdom seperti: Rachel Florencia, Marthina Meliana, Kariin, dan Candy Love mengisi acara. Panggung ternyata tidak disiapkan untuk kebutuhan perform di malam hari, sehingga penerangan hanya seadanya. Satu bohlam saja yang menerangi panggung. Hahaha.. jadi ingat panggung tujuh belasan di kampung.

_MG_3554
Lihat aksi puncak dari GJUI 2016

Menjajal Google Voice Search

Kemarin di event Google for Indonesia, saya dikenalkan dengan aplikasi Google Voice Search. Sebenarnya saya sudah tahu keberadaan aplikasi ini cukup lama. Bisa ditemukan langsung di ponsel Android, karena terinstalasi secara default. Namun yang saya tidak sadari, kalau ternyata aplikasi Google Voice Search ini sudah mendukung penuh bahasa Indonesia.

Pastikan kalau aplikasi Google Voice Search sudah kalian ganti menggunakan bahasa Indonesia. Default di saya sih bahasa Inggris, karena memang saya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa default antarmuka ponsel saya. Lalu kalian tap icon mic dan berucap kata-kata kunci yang dijadikan pencarian. Pengalaman saya mencoba, lebih dari 90% apa yang saya ucapkan, tertulis dengan benar di hasil pencariannya. Hebat juga ini aplikasi melakukan pembelajarannya.

Screenshot_2016-08-10-05-31-21_com.google.android.googlequicksearchbox
Continue reading “Menjajal Google Voice Search” »