Koleksi Kembang Anggrek

Anna berdiri di teras. Tangannya memegang kendi berisi air. Matahari bersinar cerah, menyinari banyak kembang anggrek yang tersusun rapih dalam banyak pot. Pot-pot tersusun berjejer rapih di atas meja kayu. Anna memiringkan kendi dan air jernih mengalir ke luar dari mulut kendi, menyirami kembang-kembang harum berbagai warna itu.

Anna memegang salah satu pot, meraba-raba permukaannya yang tak rata. Kedua tangannya merapihkan pupuk di atasnya, lalu bergerak ke atas memegang perlahan batang kembang. Tangannya lalu memegang kelopak kembang anggrek lalu menciuminya. Aroma kembang anggrek di pagi itu memang menyenangkan. Membuat jiwa Anna bersemangat untuk melakukan aktivitas.

Anna mundur beberapa langkah, terlihat puas memandang jejeran pot yang terlihat rapih. Pot koleksi Anna memang unik, tak ada satu pun yang serupa. Sisi pot yang menghadap dirinya terlihat banyak lekukan. Permukaan potnya ada yang menonjol di bagian tengah, ada yang terlihat mencekung di atasnya. Pegangan potnya tipis, dengan lubang di tengahnya. Biasanya Anna memasukkan jari kiri dan kanannya ke dalam lubang itu, kalau ia hendak mengangkat potnya.

Saat Anna asyik menatapi koleksi anggrek, suara Bayu, adiknya, terdengar di belakang.

“Mbak Anna, koleksi anggrek baru sudah datang. Mau aku bawa ke sini?” tanya Bayu.

Anna menepuk-nepuk kedua tangannya, membersihkan kotoran pupuk yang menempel.

“Terima kasih loh, Bayu. Tolong bawakan potnya juga ya. Penggal saja kepala 3 orang tawanan kita yang sejak malam menjerit-jerit di gudang,” kata Anna berkata santai.

“Baik, mbak. Nanti aku buang sekalian isi otak mereka, lalu aku bantu tanamkan pupuknya.”

Anna pun tersenyum. Hari ini sungguh-sungguh menyenangkan bagi dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge