Terkekung Diam

Sudah lama aku terkekung diam. Bertahun-tahun tangan-tanganku tak bisa bergerak. Tak terhitung berapa malam kaki-kakiku tertanam keras. Aku selalu dalam kurungan, tak bisa menggoyangkan tubuh, tak bisa melirik, tak bisa bersuara. Duniaku hanya sekitarku. Imajinasi untuk berkelana menyentuh seluruh permukaan dunia hanya mimpi. Tak bisa terwujud. Tak akan pernah bisa terwujud.

Cerita tentang dunia hanya bisa kudengar dari para teman mungilku. Mereka yang berkelana ke langit luas, dan berbagi perjalanannya kepadaku. Tak jarang aku sedih, tak jarang aku menangis, tak terhitung berapa kali aku iri mendengarnya. Para teman kecilku yang baik. Mereka selalu menemaniku setiap hari dan malam. Nyanyian mereka setiap pagi menyejukkan batinku. Temanku, sahabatku, keluargaku, peneman hidupku seutuhnya. Sejak aku masih berukuran tunas hingga kini aku menjadi sebuah beringin raksasa.

One thought on “Terkekung Diam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge