Kebahagiaan Semu

Aku tertawa keras di pagi hari. Guyonan seorang teman membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Kopi pagiku hampir tumpah karenanya.

Aku tersenyum kala seorang temanku bercerita tentang pengalamannya. Ia menyampaikannya dengan cara yang tak biasa. Bermain kata seolah kamus padanan indah selalu mengisi pikirannya.

Aku menyeringai lebar saat tengah malam teman-teman memberiku ucapan selamat ulang tahun. Sungguh kegembiraan hati tak terbendung. Semua tak lupa akan hari setahun sekaliku ini.

Semua tawa, senyuman, dan kegembiraan memang menyenangkan. Aku akui itu semua. Meski setitik ruang dalam hati ini masih tetap merasa sepi. Ada kepingan yang terasa kurang untuk pelengkap kebahagiaan.

Apakah ini rasa karena semua temanku hanyalah maya?

Mungkin aku memang butuh sosialisasi nyata, yang lebih daripada sekedar menatap linimasa Twitter-ku setiap saat.

3 thoughts on “Kebahagiaan Semu”

  1. Pertimbangan sampean layak diimplementasikan,Pak. Saiapa tahu dengan sosialisasi pada dunia nyata, lebih banyak tantangan dan godaannya. Atau barangkali kita bisa menemukan cara baru dalam pertemanan nyata, yang rasanya mungkin beda sekali dari jagas maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge