Surat dari Ujung Dunia

Teman, aku kirimkan surat ini dari ujung dunia. Sudah seminggu putaran siang dan malam di sini, dan aku mulai menikmati nafasku di sini.

Teman, kamu tahu kalau langit senja berwarna hijau kelabu di sini. Sesekali rona merah dan jingga bermunculan di kaki langit Sungguh nuansa warna yang tak biasa. Seakan-akan sang pencipta asyik bermain dan bereksperimen dengan kanvas baru. Cantik sekali.

Teman, udara di sini menyegarkan. Setiap hirupan, aku selalu merasa segar kembali. Paru-paruku serasa dipompa dan diisi dengan oksigen baru. Kabut kuning tipis selalu berada di udara, menggelitik kulit, dan membersihkannya setiap saat.

Teman, aku sampaikan bahagiaku dari sini. Kamu tak perlu lagi khawatir menjagaku. Aku kini telah menemukan pasangan sejatiku. Ia begitu cantik. Kulitnya cokelat muda dan selalu terlihat bersinar. Kupingnya lancip seakan peri dari negeri dongeng. Matanya sungguh indah, hijau penuh kerlingan, menatapku selalu dalam cinta. Ia menyayangiku meski kami datang dari dunia yang berbeda.

Teman, terima kasihku untuk kamu yang telah membantuku tiba di dunia ini. Kalau saja pisau belatimu tak menusukku waktu itu, aku mungkin tak akan pernah bisa menemukan kebahagiaan abadiku.

Teman, aku ucapkan selamat berpisah. Kalau nanti saatnya kamu telah tiada, mudah-mudahan kamu akan tiba di dunia cantik ini pula, dan tidak dibuang ke dunia panas membara di sebelah sana.

3 thoughts on “Surat dari Ujung Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge