Percaya

Jarum berdetak, tengah malam pun akan segera berganti. Perasaan perempuan itu semakin tak menentu. Ia berharap waktu bisa berhenti, dan selamanya ia berada di titik masa itu. Ia tahu hal itu tak akan mungkin terjadi. Yang bisa ia lakukan hanya menatap jarum sambil memeluk erat badannya sendiri. Tatapan cemas matanya memancarkan kerisauan yang melanda hatinya kala itu.

Jarum pendek dan panjang pun bersatu di malam hari. Tanggal dalam setahun ini selalu saja membuat dirinya selalu merasa sepi. Sebelum ia merasakan kegalauan lebih dalam, si perempuan memutuskan untuk mengurung dirinya dalam selimut. Menghindar dari nyata, dan melelapkan diri dalam impian.

Belum juga ia memejamkan mata, ponsel di sampingnya berdenyut. Sebuah pesan singkat dari sahabatnya, “Dirimu tak perlu sedih di hari kasih sayang ini. Sejenak lagi, pasangan sejati akan menghampiri dan memberimu cinta abadi. Yang kamu perlukan hanyalah PERCAYA.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge