Singapura dan promenadenya

Orchard Road, pusat belanja di tengah kota adalah primadona lama Singapura. Sewaktu saya kecil dulu, Orchard Road yang menjadi tujuan utama wisata wisatawan, terutama dari Indonesia. Saat itu memang Jakarta belum punya banyak mal. Merk-merk internasional saat itu lebih mudah ditemukan di Singapura. Kalau hanya ngomongin belanja, sekarang Jakarta sudah lebih unggul daripada Singapura. Nggak ada barang di Singapura yang nggak bisa ditemukan di Jakarta.

Sekarang wisata Singapura punya keunggulan baru yang tak bisa ditemukan di Jakarta. Baik Jakarta maupun Singapura sama-sama berada di tepi laut. Bedanya Singapura kini sudah sangat jauh mengolah tepian lautnya yang hanya terbatas menjadi primadona wisata baru. Dulu area pantai Singapura hanyalah di daerah patung Merlion. Desain promenadenya apik. Lautnya bersih. Menyenangkan untuk bisa duduk-duduk santai dan menyegarkan mata.

Yang sudah apik itu sekarang jadi jauh lebih apik. Bisa dibilang Singapura sekarang sudah menjadi surganya promenade se-Asia Tenggara. Semua area yang berbatasan ke laut dijadikan atraksi wisata, dengan pedestrianisasi yang menghubungkannya dengan nyaman.

Dari patung Merlion, saya berjalan kaki menyusuri jembatan menuju area Esplanade. Sepanjang jembatan panjang ini disediakan tempat duduk untuk sejenak beristirahat. Saya lalu terus berjalan kaki menyusuri tepi laut area Esplanade ini. Restoran, mal, amphitheater, conference center, terbuka melengkapi promenade ini. Para pedagang sudah disiapkan “warung” supaya bisa berjualan makanan dan minuman dengan tertib. Ruang terbuka publik yang bisa diakses siapa saja. Gratis dan bersih terawat.

Saya berjalan lebih jauh lagi, melewati jalan raya menuju Singapore Flyers. Kalau Dunia Fantasi ada bianglala, kalau Singapura punya kincir super raksasa. Saya sempat merasakan naik ini. Biaya per orang S$30. Kalau mau, kita bisa membeli tiketnya online untuk mendapatkan diskon 10%.

Selama setengah jam saya bisa melihat pemandangan tepi laut Singapura, termasuk area reklamasi baru yang kini masih dalam proses pengerjaan. Kalau mau mencoba Singapore Flyers, pastikan datang pada sore hari. Pastinya akan lebih keren kalau bisa melihat matahari tenggelam dari atas Singapore Flyers.

Kalau punya bujet lebih, mampir ke puncak Marina Bay Sands Hotel. Keluar dari Singapore Flyers, menuju jembatan unik berbentuk DNA helix, yang menembus ke area Marina Bay. Jembatan ini akan membawa kita ke Marina Bay Sands Mall. Dari mall ini kita bisa pindah ke hotel melalui sebuah underpass. Untuk naik ke lantai 56-57 Marina Bay Sands Hotel memang lumayan mahal. Biayanya per orang dewasa S$20. Pemandangan dari puncak hotel ini kala sore hingga malam hari memang luar biasa. Kita bisa melihat seluruh area Marina Bay, dari Merlion, Singapore Flyers hingga area baru yang saat ini masih dalam proaes pembangunan.

Kalau diperhatikan, sesungguhnya Singapura tak punya pemandangan alam menarik yang bisa dijual. Berbeda kalau kita ke Bali, Lombok, Bunaken, dan banyak wisata lainnya di Indonesia. Pada dasarnya alam sudah memberikan keindahan itu kepada kita.

Kalau tidak punya, maka ciptakanlah tempat wisata baru. Inilah yang dilakukan oleh Singapura dengan tepian pantainya. Negeri ini membuat yang tidak ada menjadi ada. Pantai yang biasa saja diubah menjadi jalur promenade menarik, lengkap dengan semua fasilitas pendukungnya. Akses ke area ini pun mudah, tinggal pilih MRT atau bus.

Di Jakarta memang ada Taman Impian Jaya Ancol sebagai padanannya. Sayangnya untuk masuk ke Ancol bayar, karena pengelolaannya yang oleh swasta. Plus, melelahkan kalau ke Ancol tanpa membawa kendaraan pribadi, karena akses untuk berkeliling seluruh wahananya terbatas. Mungkin tinggal promosinya yang diperkuat sehingga promosinya lebih banyak terdengar di luar negeri.

Untuk yang pernah berjalan-jalan ke Marina Bay dan sekitarnya di Singapura, kalau disuruh memilih nih antara Marina Bay dan Ancol, kalian akan pilih mana?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment

You may use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge