Menatap Hari Besar

Tatapannya sayu. Ia melihat kaki-kakinya yang hitam. Rumput yang ia tiduri sejak semalam sudah terlihat melayu. Ia gerakkan salah satu kakinya, berupaya mengusir lalat yang beterbangan mendekat. 

Ia goyang-goyangkan kepalanya, mencoba menghilangkan kelesuan dari wajahnya. Ia harus semangat menghadapi hari besar ini. Hari ini hanya hadir setahun sekali. Kali ini ia ingin membuat perbedaan, dengan membuat orang lain bahagia. Beruntunglah kesempatan besar ini mendatanginya tahun ini. 

Ia menarik nafas panjang, mendongakkan kepalanya. Wajahnya terlihat tegar. Seseorang mendekatinya dan menarik tali yang terikat di lehernya, lalu membawanya ke tempat pemotongan kurban. Senyum kemenangan terakhir pun terlintas di bibirnya.

One thought on “Menatap Hari Besar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge