Berdagang Kebab

Mulai kemarin saya mencoba membuka bisnis baru. Kecil-kecilan sih. Buka warung/gerobak dorong berlabel Arabian Kebab. Seperti namanya, ya gerobak ini berjualan kebab. Berbeda dengan bisnis warung saya lainnya yang berlabel Naskun, warung Arabian Kebab ini murni franchise dari yang sudah ada.

Jangan berpikir bisnis franchise itu harus mahal dan megah seperti McDonald’s atau Hoka Hoka Bento ya. Bisnis Arabian Kebab ini murah meriah. Jualannya pun nggak di tempat keren seperti mall atau ruko. Ini berjualannya di kompleks perumahan. Targetnya pun masyarakat perumahan. Kalau dijejerkan, ya barenganlah jualannya dengan pedagang bakso, sate, atau gorengan. Bedanya, gerobaknya lebih bagus saja, dan penjualnya berseragam. Yang berjualan pun sudah mendapat pelatihan dari pemilik franchisenya.

Yang saya siapkan di awal ini ya hanya modal saja. Modal untuk membayar franchise fee tahunan. Modal untuk belanja bahan harian. Untungnya, pemilik franchise ini tidak menagih lagi pembagian keuntungan setiap bulannya. Berapapun keuntungan yang saya dapat dari hasil penjualan selama sebulan murni adalah keuntungan pemegang lisensi franchise-nya.

Di Arabian Kebab ini saya patungan dengan teman saya, Catur PW. Ia juga partner saya dalam berjualan di warung Naskun di Mal Ambassador. Lumayan kan patungan, bebannya jadi terbagi dua. Kebetulan lokasi Arabian Kebab inipun berada tak jauh dari rumahnya di Narogong, Bekasi. Dekat dengan rumahnya, tapi sangat jauh dari rumah saya yang berada di sisi lain Jakarta. Kebetulan pula memang Arabian Kebab ini lumayan menguasai area Bekasi. Katanya ada sekitar 80 titik franchise, dan semuanya di dalam Bekasi. Jarak antara titik tetap diatur, minimal 2 kilometer, sehingga antar titik tidak saling bersaing.

Apa alasan saya mencoba franchise Arabian Kebab? Ya ada rasa penasaran juga sih. Apa sih enak atau nggak enaknya bisnis franchise? Kalau ternyata menyenangkan, ya nanti saya akan coba ekspansi alternatif franchise lainnya. Kalau ternyata tidak enak, alias merugi, ya minimal saya pernah mencobanya dan belajar dari sana. Lagi pula, dana yang dikeluarkan untuk “belajar” ini tidak terlalu besar. Anggap sajalah kursus langsung praktik di lapangan.

Ya doakan saja semoga jualan Arabian Kebab ini laku keras. Syukur-syukur nanti kalau untung besar, bisa ditabung untuk ekspansi mengembangkan lebih banyak gerobak lagi. Yang mau tahu lokasinya, bisa cek kooordinat ini di Google Maps (-6.2812722,107.00640762).

14 thoughts on “Berdagang Kebab”

  1. @airyz @didut: makasih kakak

    @dilla: gak ada di ciputat, si pemilik fanchise masih fokus di Bekasi.

    @aspadani: hahaha ya enaaak lah :))

  2. Kenapa milihnya Arabian Kebab, mengingat jaman sekarang banyak banget jenis dan merk makanan serta jajanan yang dikembangkan dengan model franchise.
    Apa memang di daerah Bekasi kebab lagi naik daun, misalnya dibandingkan bakso, mie ayam, dan jajanan populer lain?
    Lokasinya di perumahan yang dekat sekolah atau tempat les atau pusat keramaian lain?
    sabai recently posted..Cerita PanjiMy Profile

  3. @sabai: ini lokasinya di dalam perumahan. Pilih kebab karena pertama, yang saya kenal orangnya itu, lalu investasinya pun nggak besar. Kalau saat itu, orangnya menawarkan bakso/mie/es krim/apapun, bisa jadi saya pun tetap mengiyakan saja.

    Ya ini sih namanya coba-coba kok. Mumpung ada rejeki sisa. Rugi sih pasti nggak, tapi tinggal BEP berapa lama saja sih. Kalau hitung-hitungan bodoh sih, dalam 8 bulan sudah BEP (bisa jadi lebih cepat).

      1. Halo.. katanya sih untuk sementara ini Arabian Kebab belum bisa menerima franchise baru lagi. Saat ini sedang restrukturisasi management. Sepertinya owner-nya sudah kewalahan meng-handle 120 cabang di Bekasi, Jakarta, Bogor, Merak, dan Cikarang. Saat ini sedang dalam proses penyusunan SOP dll supaya lebih siap lagi saat ada tawaran pembukaan frenchise baru.

        1. Baik dah terima kasih. kecewa berat…..:), Tapi ditunggung secepatnya.. Tetap lancar.. Arabian Kebab ni. Moga sukses selalu buat semua Arabian Kebab-er.
          Thank infonya

  4. mau tanya mas, berapa ya biaya awal utk bisa ikutan jualan arabian kebab ini. Saya pernah coba rasanya enak, jadi tertarik utk ikutan jualan. Kalau boleh tau, apakah skrg sudah balik modal mas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge