Dua Pengubur

Bulan purnama bersinar tinggi, menerangi kelam malam yang penuh kabut. Dua orang berbaju kumuh mengayunkan sekop mereka. Tanah tanpa hunian ini akan menjadi tempat pemakaman baru.

“Saatnya kamu terkubur selamanya,” suara berat terdengar dari salah satu pengubur.

“Hahahaha…” pengubur lainnya tertawa keras mengerikan. “Sudah pantas ia mati. Wajah mengerikannya akan hilang selamanya dari muka bumi.”

“Kau ingat, saat kita berhasil menjegalnya tadi?” si pengubur bersuara berat menghentikam ayunan sekopnya. Ia menatap temannya.

“Tentu! Kalau aku ingat wajah ketakutannya tadi, aku jadi ingin tertawa keras.”

“Hahaha, apalagi saat tadi kamu mengayunkan keras sekopmu ke kepalanya. Ia langsung tak berkutik.”

“Lihatlah ia kini terkapar sekarang di lubang. Ayo kita kubur segera, supaya wajah mengerikannya tak membayangi kita lagi.”

Kedua pengubur mengayunkan sekop untuk terakhir kalinya. Tanah merah menutupi bangkai kecoak itu selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge