Satu dari Seratus

“Ayo sekarang giliranmu!” si pelatih berucap kepadanya.

Si penerjun pun berdiri. Pesawat yang bergoyang-goyang kembali membuatnya ragu.

“Ayo, cepat! Kamu bukan pengecut kan?” si pelatih memancing.

Si penerjun mencoba berdiri tegap. “Tidak! Aku bukan pengecut!” serunya keras. Ia pun berjalan mendekati pintu pesawat yang telah terbuka lebar. Parasut sudah terpasang di punggungnya.

“Haha bagus! Tenang saja, hanya 1 dari 100 penerjun yang mati karena kegagalan parasut!” ujar si pelatih.

Si penerjun berpegangan pada tepian pintu pesawat, “Hah, mati?”

“Iya! Saat ini sudah 99 penerjun dan semuanya selamat sampai di darat,” kata si pelatih sambil menendang keras si penerjun keluar dari pesawat.

One thought on “Satu dari Seratus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge