Terkurung dalam Kegelapan

Tiga pria terkurung dalam kegelapan gua. Mereka duduk berdekatan, mencoba menatap wajah teman mereka masing-masing, meski sebenarnya yang terlihat hanya hitam kelam di mata mereka. 

Pria pertama dengan suaranya yang penuh ketakutan berkata, “Sampai kapan ada yang datang membebaskan kita dari kurungan gua ini?”

Pria kedua mencoba menjaga suaranya agar tetap tenang. “Mungkin kita bisa bebas. Mungkin juga tidak. Tak ada yang tahu kita terperangkap di sini.”

Tiba-tiba suara gesekan terdengar di belakang mereka. Suara kerikil berbenturan dengan kerikil lainnya.

“Suara apakah itu?” tanya pria pertama.

“Itu hanya suara kerikil. Tidak usah takut,” kata pria kedua.

Pria ketiga mencoba menghibur dua pria lainnya. “Bagaimana kalau kita bermain imajinasi. Kita coba hilangkan ketakutan dalam diri kita.”

“B-bagaimana c-caranya?” tanya pria pertama gugup ketakutan.

Suara desahan tiba-tiba terdengar di belakang mereka. Tipis dan basah menakutkan.

“S-suara a-apa itu?” pria pertama semakin ketakutan.

“Hai.. sudah, abaikan! Kita mulai pertanyaannya ya!” kata pria ketiga mencoba menenangkan.

Pria pertama terdengar mengambil nafas. “Baiklah..”

“Kita berandai-andai seandainya isi gua ini tidak kosong. Kalian akan mengimajinasikan gua ini berisi apa saja?” tanya pria ketiga.

“Aku ingin gua ini berisi ratusan peti berisikan harta emas,” jawab pria kedua. “Aku akan membawanya ke kota, dan aku akan dielu-elukan warga kota sebagai orang terhormat.” 

“Keren…,” kata pria ketiga. “Kalau kamu?”

Suara keresek terdengar mengeras. Suara nafas yang tadi terdengar tipis tiba-tiba mengeras berat, seakan-akan ada sesosok figur di belakang mereka.

Pria pertama mencoba mengabaikan suara itu. Ia mengambil nafas dan bercerita, “Aku mau gua ini berisikan makanan dan minuman yang mencukupi.”

“Kalau kamu mau apa?” kata pria kedua masih mencoba untuk tenang, meski sebenarnya ia ketakutan.

Udara dingin tiba-tiba terasa merayap tengkuk ketiganya. Kerikil terdengar bergeser, seakan-akan ada suara kaki di belakang mereka bertiga.

“Kalau aku..,” jawab pria ketiga. “Aku ingin kalian berdua terperangkap dalam ketakutan di gua ini. Aku ingin agar penunggu gua ini kenyang dengan menyantap kalian berdua.”

Suasana pun hening. Teriakan keras pun tiba-tiba terdengar saat makhluk besar berbadan gelap melayangkan cakarnya ke leher pria pertama dan kedua. Makhluk besar ini mengeluarkan suara menakutkan. Cabikan demi cabikannya menyayat badan pria pertama dan kedua. Teriakan keras pun berakhir dalam kesepian.

“Aku juga ingin kaya dan makmur seperti kalian berdua. Itulah kenapa kalian berdua harus mati demi kebahagiaanku,” kata pria ketiga menatap sisa-sisa badan pria pertama dan kedua yang tersisa dari santapan makhluk gelap mengerikan itu.

Pria ketiga pun berjalan menuju pintu gua. Tangannya menyentuh salah satu dinding, dan seketika batu-batu bergeser. Si pria berjalan ke luar gua. Ia menatap ke dalam gua dan berkata, “aku akan kembali dengan dua orang pria lagi untuk santapanmu esok.”

2 thoughts on “Terkurung dalam Kegelapan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge