Bus yang Sepi

Saya mau berbagi cerita ke kamu sekalian tentang pengalaman semalam, saat saya pulang dari Bekasi. Sudah lewat pukul 22:00 malam. Bus yang mengarah ke Blok M ini adalah bus yang terakhir. Saya naik dan melihat hanya ada 3 orang di depan, si supir bus, kenek, dan seorang penumpang pria duduk di barisan depan.

Saya melihat ke belakang. Meski lampu suram menerangi, saya bisa melihat kalau semua bangku di belakang terlihat kosong. Mungkin tak ada yang berani duduk di belakang. Cukup membuat bulu kuduk berdiri memang kalau duduk di belakang sendirian. Saya pun duduk di deretan kelima dari depan.

Saya lalu membuka buku, membaca menghabiskan waktu. Bus pun berjalan memasuki tol. Saat saya mulai asyik terbenam dalam bacaan, suara nafas deheman terdengar dari sisi kanan saya. Baru sadar kalau ternyata di deretan saya, di sisi paling kanan dekat jendela sudah ada penumpang baru, seorang perempuan berambut panjang. Saya tak menyadari kapan ia naik ke dalam bus. Mungkin saking asyiknya saya membaca, membuat saya jadi abai akan kedatangannya.

Jujur saja, saya agak bergidik begitu melihat si penumpang. Ia mengenakan gaun putih polos dan sangat bersih, menerus dari atas ke bawah. Ia selalu saja menatap ke arah luar bus. Saya mencoba memperhatikan melalui refleksi jendela, namun poni hitam panjang menghalagi wajahnya terlihat jelas. Berulang kali ia mendehem.

Ah suasana lampu remang-remang dalam bus ini bisa membuat saya berpikir macam-macam. Saya mencoba mengabaikannya dan kembali membaca buku. Sampai tiba-tiba bau melati segar menusuk hidung. Spontan saja pikiran saya langsung membayangkan yang seram-seram. Perlahan saya menengok ke arah kanan, sambil berpikir, jangan-jangan bau ini bersumber dari perempuan berambut panjang hitam itu lagi.

Si perempuan seperti tak bergeming. Ia masih saja menatap ke luar jendela. Saya berdiri mencoba melihat ke depan dan ke belakang. Supir dan kenek terlihat saling mengobrol. Bangku-bangku di belakang saya masih terlihat kosong. Saya semakin yakin kalau bau ini datang dari perempuan ini.

Ah sudahlah, toh sebentar lagi bus akan sampai di tengah kota. Saya kembali duduk dan mencoba mengabaikan bau menusuk itu. Entah kenapa, tiba-tiba saya kepikiran, kenapa nggak iseng saya foto saja dia ya. Saya pun mengeluarkan ponsel, dan mengarahkannya ke sisi kanan. Saya matikan lampu flash, supaya tak membuat si perempuan terkejut. Mudah-mudahan saja sih ia tak melihat saya saat mengambil fotonya (karena toh ia selalu saja menatap ke luar jendela).

Akhirnya saya beranikan menjepretkan gambar. Snap.

Pas saat itu tepat bus melewati Komdak di Jalan Gatot Subroto, dan saya harus turun dari situ. Kenek di depan sudah berteriak mengingatkan untuk bersiap turun. Si perempuan masih saja tak bergeming. Saya menepis pikiran macam-macam dan buru-buru turun.

Bus kembali melanjutkan perjalanannya ke Blok M, sementara saya menunggu bus berikutnya yang akan mengantar pulang ke arah Grogol. Sambil menunggu, saya buka ponsel untuk melihat hasil jepretan tadi, dan inilah hasilnya.

bus
Pertanyaannya adalah, apakah kamu bisa melihat perempuan bergaun putih dan berambut panjang yang saya ceritakan di atas? Apakah yang saya lihat semalam itu hanyalah ilusi saya belaka ataukah nyata?

17 thoughts on “Bus yang Sepi”

  1. ihhhh seremm ngebayanginnya, palagi ngalamin y!?
    jadi ingat pengalamanq kemarin mlm dikamar hotel 303!hotel yang terletak paling pojok dengan suasana yang rada nyeremin. gmn gak, sekitar jam 10 mlm, saat aq lagi asyik nonton, tiba2… terdenganr suara spt org gedor pintu tapi ini sumbernya dari lemari kamar:0
    sumpehh pengen teriak waktu itu, alhasil aq ngajak tmn sekamarq pindah ke kmar tmn kntor yg laen. tapi entah knp, dy ngikut lho!krn tmnq smpat liatin sosok cwe melintas dpn cermin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge