Reboot New 52

Saya termasuk penggila komik Amerika, terutama komik mainstream terbitan semacam DC atau Marvel. Sejak 1987 saya aktif mengikuti “sejarah” kehidupan para superhero yang hidup di universe-nya DC dan Marvel. Meski sempat terhenti beberapa kali, saya suka mengejar ketinggalan dengan mencari ulang komik yang terlewat. Saya tidak ingin kehilangan sedikitpun kisah yang happening di sepanjang sejarah dunia fiksi ini.

Kali ini saya mau membahas tentang reboot di dunia komik Amerika. Saya bahas lebih khususnya pada komik terbitan DC. Reboot adalah proses menceritakan ulang asal usul suatu karakter dalam versi lebih baru. Biasanya reboot dilakukan demi menjangkau target pembaca muda yang baru tersentuh dunia komik. Proses reboot akan memudahkan pembaca baru, supaya mereka tidak perlu menelusuri cerita-cerita tentang karakter itu di masa lalu.

DC Comics ini paling sering melakukan reboot. Reboot terheboh pertamanya di tahun 1985, dengan crossover komik terbesar yang pernah ada (pada masa itu) sepanjang sejarah komik Amerika. Serial Crisis of Infinite Earths mengacak tatanan dunia fiksi DC saat itu. Semua komik DC yang terbit pada tahun itu menjadi bagian dari kisah ini. Di komik ini pula, saya membaca kematian Flash (Barry Allen) dan Supergirl (Kara Zor-El), padahal karakternya telah melegenda sejak tahun 1960-an. Bukan hanya mereka sih yang tewas. Banyak puluhan lainnya, mengingat karena crossover ini, dunia DC yang dahulu dikenal dengan banyak bumi (dan universe) lalu dipadatkan hanya menjadi satu bumi (dan universe) yang lebih koheren.

Setelah Crisis of Infinite Earths, sejarah karakter utama DC pun ikut mengalami reboot. Superman kini dibesarkan oleh Jonathan dan Martha Kent yang tidak meninggal saat Superman masih muda. Wonder Woman kini bisa terbang, tidak seperti versi sebelum 1985 yang menggunakan pesawat transparan untuk berpindah. Karakter Batman dibuat semakin gelap, dikesankan sebagai urban legend kota Gotham.

Reboot dunia DC masih terjadi terus di beberapa tahun berikutnya. Ada lagi crossover Zero Hour: Crisis in Time di tahun 1994, yang mengisahkan Parallax (dahulu Green Lantern Hal Jordan) yang menjadi gila akan kekuatan yang dimilikinya, dan mereset big bang di awal waktu. Superhero yang menjadi korban di crossover ini adalah sebagian besar anggota Justice Society of America (JSA) yang memang sudah menua. Setelah crossover ini, semua komik terbitan DC diberi nomor #0. Setiap komik menjadi titik awal untuk para pembaca baru. Beberapa karakter seperti Hawkman mendapat cerita asal-usul baru.

Reboot terbesar berikutnya di dunia DC adalah crossover Infinite Crisis yang terjadi di tahun 2005-2006. Cerita ini masih kelanjutan langsung dari crossover Crisis of Infinite Earths yang terbit 20 tahun sebelumnya. Panjang sih ceritanya, tapi intinya, setelah kejadian ini, bumi (dan universe) yang hanya terdiri dari satu, kini kembali menjadi banyak. Dikatakan ada total 52 bumi (dan universe) dengan karakter yang berbeda di dalamnya. Jadi Superman selain bisa ditemukan di New Earth (bumi yang terbentuk sejak tahun 1985), saya bisa menemukan banyak versi Superman di 51 bumi lainnya. Setelah Infinite Crisis, sejarah di dunia DC langsung melompat hingga 1 tahun berikutnya. Semua komik yang terbit setelah itu mengambil cerita setahun setelah kisah Infinite Crisis berakhir.

Tahun 2008 muncul kembali crossover Final Crisis yang ceritanya menjadi penutup dari krisis yang berkepanjangan ini. Di crossover ini, bumi porak poranda oleh Darkseid (dewa dari Apokolips yang paling ditakuti di jagad DC) dan pasukannya. Di crossover ini pula, Batman mati di tangan Darkseid, dan tokoh Flash (Barry Allen) kembali hidup di jagad DC. Seperti biasanya di dunia komik, tidak ada tokoh yang mati abadi. Batman pun ternyata tidak mati. Tembakan sinar Darkseid hanya melemparnya ke masa lalu. Setahun berikutnya, Batman (Bruce Wayne) sudah kembali ke masa kini.

Pada tahun 2011 lalu, DC kembali melakukan reboot terakhirnya. Diawali dengan crossover Flashpoint, yang berkisah tentang Flash (Barry Allen) yang mencoba kembali ke masa lalu untuk mencegah pembunuhan terhadap ibunya oleh Professor Zoom, musuh bebuyutannya. Intinya, setelah kejadian ini, jagad DC kembali mengalami proses reboot. Bedanya, reboot kali ini sudah tidak lagi sepotong-sepotong ala yang pernah DC lakukan di tahun 1985, 1994, atau 2006. Kali ini, tanpa kecuali semua tokoh utama (baru dan lama) diceritakan kembali dari awal.

Reboot ini diberi nama DC New 52. Ceritanya, aktivitas superhero di dunia DC baru dimulai 5 tahun lalu. Semua cerita yang pernah saya baca hingga tahun 2011 anggap saja tidak ada (jadi terasa percuma belajar sejarah DC selama lebih dari 25 tahun). Memang sih ada beberapa karakter seperti Batman dan Green Lantern yang mempertahankan sebagian besar cerita di masa lalu dan mencoba memadatkannya dalam rentang 5 tahun terakhir.

  

Beberapa perubahan signifikan di DC New 52:

  • Semua kostum karakter DC, termasuk karakter icon seperti Superman, Batman, Wonder Woman, Flash, Aquaman berubah signifikan. Desain kostum terlihat lebih kompleks, mengikuti tren desain karakter-karakter komik baru. Sekarang kostum Superman dengan celana dalam di luar sudah tidak bisa dijadikan lelucon lagi, karena memang sudah dihilangkan.
  • Tokoh Martian Manhunter (J’onn J’onzz) asal Mars yang dahulu selalu lekat dengan sejarah setiap versi Justice League of America (JLA), kini sudah tidak lagi menjadi icon JLA. Ia bahkan diceritakan tidak pernah bergabung sama sekali. Posisinya kali ini digantikan oleh Cyborg (Victor Stone), yang di versi terdahulu malah anggota Teen Titans.
  • Teen Titans sendiri baru terbentuk di tahun ini, dengan anggota Red Robin (Tim Drake), Kid Flash (Bart Allen), Wonder Girl (Cassie Sandsmark), Superboy (Kon-El), dan tokoh-tokoh baru, Solstice, Bunker, dan Skitter. Tidak ada referensi sama sekali apakah pernah ada reinkarnasi Teen Titans sebelum ini.
  • Batgirl (Barbara Gordon) dibangkitkan kembali dari lumpuh yang menimpanya sejak ditembak Joker 3 tahun lalu. Selama setahun terakhir, Barbara Gordon melakukan operasi rutin yang akhirnya bisa kembali membuatnya berjalan dan menjadi Batgirl di tahun ini.
  • Superman (Clark Kent) kini kembali ditinggalkan orang tua angkatnya sejak ia kecil. Di versi New 52, seorang Clark Kent bahkan belum menikah dan membuka rahasia jati dirinya kepada Lois Lane. Lois Lane sendiri sudah tidak lagi menjadi reporter, tapi menjadi produser sebuah media global di bawah Daily Planet yang merambah ke banyak kanal, termasuk digital.
  • Flash (Barry Allen) juga serupa. Di versi New 52, ia diceritakan belum menikah dengan Iris West. Masih ada pertanyaan yang mengganjal sih di serial ini. Ke mana Wally West, yang di versi sebelumnya adalah karakter yang juga pernah menjadi tokoh Flash?
  • Selama 5 tahun kehidupan superhero Batman, ia pernah menjadikan Dick Grayson sebagai Robin pertamanya selama 2 tahun. Lalu Jason Todd selama 2 tahun, dan Damian Wayne selama setahun terakhir. Yang menjadi pertanyaan, apakah Tim Drake (kini Red Robin, kalau dahulu adalah Robin yang ke-3) pernah juga menjadi partner Batman?
  • Di New 52, Wonder Woman kembali menjalin hubungan cinta dengan Steve Trevor, seperti versi sebelum tahun 1985. Steve Trevor pun kini dipercaya menjadi semacam perantara antara JLA dan pemerintahan Amerika.
  • Komik-komik Wildstorm (yang dulu dimiliki oleh punggawa komik Jim Lee) memang sudah lama dibeli hak ciptanya oleh DC. Kalau dulu, karakter-karakter Wildstorm dibiarkan hidup dalam dunianya sendiri. Kini semua karakter Wildstorm itu dicampur aduk dengan karakter DC lainnya di DC New 52. Ada grup StormWatch yang di versi baru ini juga beranggotakan J’onn J’onzz. Ada grup Ravagers yang beranggotakan Fairchild dan Beast Boy.
  • Tidak ada rujukan adanya aktivitas superhero di era Perang Dunia ke-2. Di versi sebelum New 52, aktivitas superhero di jagad DC dimulai sejak tahun 1940-an, dengan Justice Society of America (JSA) menjadi tim superhero pertamanya. Karakter-karakter JSA di versi New 52 kini dikisahkan hidup di Earth 2, dalam era modern.

8 thoughts on “Reboot New 52”

    1. Baca dari New 52 aja, abaikan buku-buku sebelumnya, karena itu tujuannya reboot, supaya mengurangi kompleksitas.
      Sebetulnya bukan hanya DC. Marvel pun juga nggak beda jauh, bahkan untuk lingkup X-Men-nya saja sudah banyak muncul inkonsistensi.

  1. Bah, aku jadi males ngikutin lagi komik/cerita superhero.
    Merusak kenangan masa kecilku yg indah akan sosok2 superhero.
    Untunglah masih ada sedikit kenangan yg “hidup”, misalnya Tintin :mrgreen:

    1. Beda karakter antara komik Eropa dan Amerika (dan Jepang). Kalau mau baca yang seperti TIntin, bisa bacanya graphic novel, yang pastinya nggak akan punya masalah dengan “continuity” universe-nya.

  2. Gilak, lengkap banget penjelasannya:)
    Saya dan suami juga suka sama komik Amerika terutama Superheto, Superman, tapi nggak sedetail ini.
    Jadi nambah pengetahua.

  3. Kebayang gak gmana pusingnya gw yg kelahiran taun 75 ngikutin DC skarang, . Lumayan kangen crita awal2 yg ckup dramatic sperti , legiơn of superhero, allstar squadron , the outsider ,JLA, tenTittan, dll B-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge