Goa Pindul dan Kalo Oyo

Wonosari sebenarnya sangat kaya dengan banyak objek wisata. Entah kenapa nggak (atau belum dengar) yang menggarapnya menjadi satu paket wisata utuh. Ada jejeran pantainya dari Pantai Baron, yang menjadi tempat penjualan ikan, hingga pantai yang saya datangi sebelum lebaran kemarin, Pantai Pok Tunggal, yang belum terjamah (banyak) oleh komersial. Pantai dengan pasir putih dan tebal. Ombak yang tidak terlalu besar. Masih sepi.

Hari Selasa kemarin, bersama keluarga, saya mengunjungi sisi lain Wonosari. Kami ke sebuah kawasan wisata yang baru dibuka kurang daro setahun lalu. Namanya Goa Pindul. Di sini, pengunjung bisa memilih 3 macam wisata. Yang jadi andalan adalah menjelajah sungai di dalam Goa Pindul dengan tubing. Yang dimaksud dengan tubing adalah pengunjung duduk menggunakan ban karet di atas air, yang lalu didorong/ditarik oleh pemandu yang berenang. Pantat pengunjung tetap basah karena meski berada di atas ban karet, pantat tetap akan bersentuhan dengan air.

Wisata lainnya adalah tubing di Kali Oyo dan trekking menjelajah isi Goa Sioyot. Saya kemarin hanya mencoba Goa Pindul dan Kali Oyo dengan biaya total per orang Rp.75.000,00. Baru tau malamnya, kalau yang ikut orang banyak, silakan mention @wirawisata (pengelola wisata tersebut) untuk minta diskon. Beneran. Akunnya yang bilang ke saya sendiri semalam.

Tips paling penting sebelum tubing adalah bawa celana renang atau celana pendek, dan bawa baju ganti, karena kalian bisa basah kuyup di sana. Minimal pantat kalian basah lah ya. Jangan kayak saya yang akhirnya beli celana pendek seharga Rp.20.000,00 di sana.

Karena saya belum pernah merasakan tubing, jadi menarik saja sih rasanya. Per orang duduk di ban karet. Kami saling berpegangan tangan atau pegangan ke tali di ban, supaya tidak lepas. Si pemandu, sambil berenang di dalam air, menarik ban yang saling bergandengan.

Kenapa tubing dan sekoci karet? Karena ada beberapa bagian di dalam goa yang hanya bisa dilewati ukuran ban. Sekoci nggak bisa lewat. Kami mengapung di atas air berkedalaman 12 meter, sambil melihat keindahan stalaktit, batu kristal, bentukan batu ajaib, hingga ratusan kelelawar yang menggantung di langit-langit.

Setelah keluar dari goa, kami menggotong masing-masing ban karet kami, berjalan menyusuri sawah dan jalan menuju Kali Oyo. Lucunya nih terlihat beberapa warung di rute perjalanan kami. Karena tak mungkin ada dari kami yang membawa dompet, si penjaja warung menawarkan pembayaran dengan nota. Si pembeli bisa membayarnya nanti setelah kembali ke lokasi awal.

Perjalanan menyusuri sawah dan aspal ini sebetulnya akan menyenangkan kalau saya membawa sandal. Hiyaa, beneran telapak kaki sakit sepanjang jalan karena melewati aspal panas dan tajamnya kerikil dan pasir. Pemandunya ternyata salah menerima informasi. Ia kira kami semua hanya mengikuti tubing di Goa Pindul. Kalau ia tahu kami juga akan ke Kali Oyo, ia akan merekomendasikan kami semua untuk mengenakan alas kaki.

Sesampainya di Kali Oyo, kami kembali bertubing ria. Sekitar satu jam kami menyusuri Kali Oyo yang berarus tenang. Kiri kanan kami terlihat bukit. Di beberapa titik, kalau mau, kami bisa berhenti. Saya melihat ada beberapa pengunjung lain yang menepi lalu naik ke atas jembatan kayu yang membentang di atas kali. Mereka lalu melompat bergantian. Terlihat juga beberapa air terjun kecil dengan para pengunjung yang mampir dan mandi di bawahnya. Perjalanan mengarungi Kali Oyo ini menghabiskan waktu sekitar sejam, meski jarak yang ditempuh tidak seberapa jauh.

Di ujung Kali Oyo kami lalu menunggu omprengan pickup yang akan mengantar kami kembali pulang ke pos keberangkatan. Di sini saya baru tahu kalau ternyata ada dua pengellla jasa wisata di kawasan ini. Ada Dewa Bejo, dan ada Wirawisata, yang kami gunakan jasanya. Wirawisata ini dikelola oleh karang taruna setempat.

Wonosari sungguh memiliki poteni wisata yang luar biasa. Semoga setiap objek wisata ini bisa dikelola terus dengan serius dan mendatangkan pendapatan bagi warga sekitarnya.

20120822-141240.jpg

20120822-141309.jpg

20120822-141333.jpg

20120822-141357.jpg

20120822-141426.jpg

20120822-141443.jpg

20120822-141458.jpg

6 thoughts on “Goa Pindul dan Kalo Oyo”

  1. Baru tau Goa Pindul setelah nonton seri Jalan-Jalan Men MBDC & Valadoo. Seru sekali kayaknya & ngiming2in utk pergi ke sana.

    Aku pernah tubing 1x di Sukabumi. Tapi, sungainya nggak mengalir tenang seperti di Goa Pindul. Lebih deras dan jadinya berasa arung jeram “solo”.

    1. @wisata dieng: ini cuma untuk tubing, gak bisa untuk rafting. Kecil guanya. Isi guanya nggak terpotret, hihi gelap soalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge