Yang Menakjubkan dari China

Seperti di tulisan sebelumnya, khusus untuk urusan toilet, negeri ini memang terkenal akan kejorokannya. Belum lagi perilaku kebanyakan dari warga China yang suka meludah sembarangan. Terlepas dari dua hal itu, apa yang saya lihat dan alami selama perjalanan saya keliling propinsi Sichuan, lebih banyak malah yang bikin saya berdecak kagum.

 

Budaya

Upaya yang dilakukan China untuk tetap mempertahankan dan mencintai budayanya sendiri sungguh luar biasa. Dahulu waktu saya ke Shenzhen, saya sempat menonton teater pertunjukan modern, namun tetap mempertahankan ciri khas budaya asalnya melalui kostum tradisional yang dikenakan para penarinya.

Terakhir kemarin waktu saya ke Jiuzhaigou, saya mendatangi teater yang memang dibangun khusus untuk performa seni. Meski tak secanggih di Shenzhen, namun desain stage teater di Jiuzhaigou ini tetap keren. Ceritanya diambil dari cerita rakyat yang terkenal di China utara, namun disajikan dalam bentuk tarian modern. Sebagian bahasa dalam performa tarian menggunakan bahasa daerah setempat, meski dialog yang dipakai tetap menggunakan bahasa Mandarin. Yang lebih keren, semua pemainnya adalah anak muda.

Bangsa China termasuk yang sangat bangga dengan kekuatan bangsanya sendiri. Namun kebanggaan ini kadang memang keterlaluan. Dalam hal bahasa, meski mereka diajarkan bahasa Inggris di sekolah, dan hampir semua petunjuk fasilitas umum menggunakan bahasa Inggris, tidak berarti membuat mereka bisa atau mau belajar bahasa Inggris lebih dalam. Atau apakah bisa jadi karena bahasa Mandarin yang mereka gunakan sehari-hari ini bisa membuat mereka bertahan kala berada di negara lain? Di mana sih di belahan bumi ini yang tidak ada warga keturunan China yang tak bisa bahasa Mandarin?

 

Konstruksi

Pernah lihat video rekor konstruksi bangunan 6 lantai di China yang diselesaikan hanya dalam 24 jam? Waktu melihat video itu, saya menganggapnya sebagai hal yang mustahil. Namun setelah saya melihat langsung konstruksi yang mereka lakukan di daerah rural (bukan kota ya, karena di kota adalah hal biasa) di Sichuan, saya menjadi yakin kalau para engineer China ini memang sangat luar biasa.

Propinsi Sichuan terdiri dari banyak sekali gunung dan sungai. Zaman dahulu adalah hal yang mustahil untuk bisa menghubungkan warga yang tersebar di setiap lereng gunung. Sekarang, hampir semua gunung ini bisa dilewati dengan kendaraan. Jalan yang berliku-liku mengelilingi setiap lerengnya. Saya sendiri bisa sampai ke puncak gunung Yakexia setinggi 4.743 meter dengan menggunakan bus.

Sekarang semakin banyak kota dengan skala yang cukup besar berada di antara gunung. Penduduknya pun padat. Untuk pergi dari kota ke kota tidak perlu naik dan turun gunung lagi, karena kini banyak gunung yang sudah bisa ditembus dengan terowongan. Panjang terowongan bervariasi. Yang paling panjang yang saya rasakan kemarin adalah menembus sejauh 2 km di bawah gunung. Yang menakjubkan lagi, di dalam terowongan ini bisa ditemukan banyak persimpangan, yang mungkin menembus ke arah kota lain. Banyak jalan di dalam terowongan yang kini masih dalam proses pengerjaan, namun saya yakin tahun depan semua konstruksi ini pasti sudah beres.

Selain negeri terowongan, China juga negeri jembatan. Sungai yang lebar di antara lereng gunung di Sichuan memang bisa menjadi pemisah. Jembatan dengan skala raksasa banyak dibangun untuk menghubungkannya. Ketinggian jembatan bisa mencapai 200-300 meter di atas sungai yang deras. Banyak jembatan ini yang didesain unik, sehingga bisa dibedakan dengan jembatan lainnya.

Dalam perjalanan pulang kembali ke kota Chengdu, bus saya melewati tepian kota Menghuo. Ingat kota Gotham di trilogi film Batman terakhir? Kota Gotham versi itu adalah pulau yang terhubung oleh banyak jembatan. Nah, kota Menghuo mirip seperti itu. Separuh kota ini dikelilingi oleh sungai lebar yang deras. Banyak jembatan dibuat untuk menghubungkan kota Menghuo dengan sisi kehidupan di seberang jembatan.

Dengan banyaknya sungai di antara lereng gunung, tentunya sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air. Sungai yang berada di antara ceruk lereng sudah banyak yang mulai dibendung. Bendungan ini sekaligus menjadi tenaga pembangkit. Sisi atas bendungan diubah menjadi danau luas dengan pemukiman warga di sekelilingnya.

Dalam perjalanan saya menyusuri Sichuan, saya melihat mulai banyak jalan dibuat jauh tinggi di atas jalan yang sedang saya lalui. Jembatan baru pun dibuat menghubungkan jalan di atas saya dengan jalan di lereng seberangnya. Tak jauh dari lokasi ini sudah mulai banyak bangunan hunian baru namun masih kosong.

Ternyata, daerah yang saya lewati ini nanti akan direndam menjadi waduk baru. Jalan dipindahkan ke atas. Penduduk yang rumahnya nanti akan terbenam dipindahkan ke daerah hunian baru. Sepertinya bukan kali ini saja, satu desa dipindahkan oleh pemerintah China ke lokasi baru. Biasanya di lokasi baru ini, mereka malah sudah disiapkan rumah dengan seluruh perabotnya. Mereka tinggal bawa badan dan pindah saja.

 

Pengelolaan Tempat Wisata

Empat tempat wisata utama di Sichuan sudah saya datangi: Jiuzhaigou, HuangLong, Siguniang, dan Hailuogou. Semua tempat itu, meski masing-masng berskala berbeda, punya karakter pengelolaan yang sama.

a. Mobil pribadi dan bus tidak bisa masuk ke lokasi.

Setelah melalui loket tiket, pengunjung harus menggunakan bus internal yang disediakan oleh tempat wisata. Biaya bus ini tentu dikenakan sebagai biaya tambahan bagi pengunjung. Busnya sendiri nyaman dan jumlahnya banyak, sehingga meski dalam kondisi tempat wisata penuh, jumlah bus tidak pernah kekurangan. Dengan filter seperti ini, kondisi lingkungan tempat wisata akan lebih terjaga, karena semua dalam batasan kendali pengelola.

b. Tiket ada pedagang liar di dalam lokasi.

Pedagang umum hanya bisa mendatangi pengunjung di sekitar lokasi pembelian tiket. Mereka tidak bisa mengakses masuk lebih dari itu. Semua pedagang yang berada di dalam lokasi wisata sudah ditempatkan di lokasi-lokasi yang ditentukan. Khusus Jiuzhaigou dan HuangLong, malah sama sekali tidak ditemukan pedagang liar di luar lokasi wisata. Sepanjang perjalanan dari penjualan tiket masuk hingga ke tempat parkir terlihat bersih dari gangguan pedagang liar.

c. Ada jalan setapak yang didesain khusus.

Di China, semua jalan setapak di dalam tempat wisata dibuat standar sama. Hampir semuanya menggunakan papan kayu yang dibangun di atas plat baja. Jalan setapak papan ini dibuat lebih tinggi daripada tanah dan sungai. Ada bahkan jalan setapak yang lewat menyeberangi sungai, sehingga pengunjung bisa merasakan melewati air di sisi kiri dan kanannya. Ada beberapa jalan setapak yang dibuat miring, meski kebanyakan menggunakan anak tangga. Ukuran anak tangga pun standar sama semua, sehingga pengunjung nyaman berjalan di atasnya. Melalui jalan setapak ini, pengunjung juga dijaga supaya tidak bersentuhan langsung dengan air, apalagi sampai memasukkan bagian tubuh ke dalam air. Mereka menjaga lingkungan tempat wisata senatural mungkin.

d. Jam buka tetap.

Setiap tempat wisata ini buka jam 8 pagi dan tutup jam 5 sore. Meski resmi tutup jam 5, mereka masih menunggu pengunjung yang belum keluar. Biasanya akan selalu ada tim yang menyusuri dan mengingatkan waktu kunjungan. Tidak ada yang diperbolehkan untuk menginap di dalam tempat wisata.

e. Kebersihan (hampir) selalu terjaga.

Di setiap tempat wisata ini pengunjung dilarang merokok (padahal ini tempat terbuka, dan udara selalu dingin). Berdasarkan pengamatan saya, tidak ada yang berani melanggar ketentuan ini. Entah karena mereka takut, atau karena mereka sadar akan bahaya merokok terhadap resiko kebakaran hutan di tempat wisata.

Tempat sampah banyak tersedia dimana-mana. Akan selalu ada petugas yang menyusuri jalan setapak, memungut sampah yang tercecer jatuh. Mereka bahkan sudah siap dengan jaring kalau mereka menemukan sampah yang terjatuh ke sungai atau danau.

Yang paling penting di tempat wisata ini adalah keberadaan toilet dengan jarak memadai, mengingat udara China yang dingin akan membuat pengunjung mudah kebelet pipis. Untuk Jiuzahigou, di setiap titik wisata disediakan toilet. Untuk HuangLong, yang merupakan satu jalur setapak utuh sepanjang lebih dari 7 km, setiap sekitar 500 m akan ada toilet. Yang paling sengsara adalah Siguniang, yang minim toilet. Sudah minim, buruk sekali desain toiletnya.

(Untuk melihat koleksi foto perjalanan ke China, silakan cek galeri 500px).

One thought on “Yang Menakjubkan dari China”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge