Instagram Ramai Lagi Ya?

Dari kemarin jagad internet ribut tentang Terms of Service (ToS) yang berubah di Instagram. Pastinya banyak yang males untuk membacanya, karena seperti biasa ToS itu nggak ada yang pendek. Kalau males (seperti saya yang juga males), mending baca ringkasannya di tulisan berikut:

Lalu seteleh kehebohan dalam sehari kemarin, Instagram memperjelas maksudnya di blognya.

Setiap kita menggunakan aplikasi atau servis online (atau manapun sih sebetulnya) kita terikat dengan aturan main di dalamnya. Kalau nggak keberatan ya silakan digunakan. Kalau memang keberatan ya nggak usah setuju dan nggak usah dipakai. Setiap layanan gratis tentu ada konsekuensi yang harus diterima oleh pengguna. Facebook gratis, tapi kita akan berhadapan dengan iklan di sidebar kanan. Twitter gratis, tapi kita akan berhadapan dengan Promoted Tweets (meski masih belum umum dipakai di Indonesia).

Demikian pula dengan Instagram. Sebagai sebuah perusahaan, tentu wajar kalau ia ingin mengambil keuntungan dari layanannya. Oleh karena itu, Instagram mengubah ToS-nya, karena ada kebutuhan untuk menayangkan iklan promosi di dalamnya. Bentuknya kayak gimana, memang belum ada yang tahu. Namun, perubahan ToS ini menjadi salah satu point untuk memuluskan kebutuhan mereka untuk iklan promosi. Bisa jadi, ini bisa jadi loh (masih asumsi), foto yang pengguna unggah di Instagram akan muncul sebagai iklan untuk promosi tema tertentu.

Hal serupa sudah dilakukan oleh Facebook. Kalau di Facebook, brand page bisa mempromosikan dirinya di Facebook Social Ads. Saat promosi ini muncul, kita bisa melihat nama teman kita yang sudah me-like Facebook brand page itu. Ide bodoh-bodohannya adalah, β€œIni loh teman kamu sudah me-like page kami. Kamu nggak tertarik untuk me-like juga?” Ini sempat diprotes banyak orang, karena Facebook memanfaatkan nama pengguna untuk mempromosikan suatu iklan. Namun, iklan seperti ini masih tetap berjalan hingga sekarang.

Konsep promosi seperti Facebook ini yang mungkin akan diterapkan di Instagram, bedanya mungkin dalam konteks foto. Formatnya kayak bagaimana, belum ada yang tahu.

Kira-kira banyak nggak sih yang akan keluar dari Instagram karena ToS ini? Kemarin Gen Kanai dari Mozilla sudah menyatakan akan keluar. Lalu kali ini National Geographics juga menyatakan akan menunda postingan terlebih dahulu sampai ada kejelasan baru. Milis iPhonesia pun ramai ngobrolin ini, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Beberapa pengguna Instagram lama, terutama yang hobbyist serius atau fotografer semi pro, mulai mencoba alternatif lain. Teman-teman street photographer sejak beberapa bulan lalu sudah aktif di EyeEm, dan kayaknya ini menjadi pilihan terbaik setelah Instagram. Aplikasi ini tersedia untuk iOS, Android, dan Windows Phone. Hahaha, saya pun akhirnya mengunduh dan mendaftar di sana pula. Silakan follow saya ya di www.eyeem.com/pitra. Karakteristik UI-nya berbeda dengan Instagram tapi nggak kalah uniknya.

Yang sudah lama bergelut di bidang berbagi foto online mulai berpikir untuk kembali ke Flickr. Meski sayangnya di Flickr versi gratis hanya dibatasi untuk melihat 200 foto terakhir. Untuk mendapatkan pengalaman lebih asyik, memang harus bayar versi Pro-nya. Namun Fickr juga nggak lepas dari masalah, karena ToS-nya mengikat untuk dipakai di semua channel Yahoo! Namun setidaknya, bila foto kita di Flickr akan dipakai (bahkan hanya untuk dipajang di home page-nya), tim Flickr akan memberitahukan ke kita terlebih dahulu,

Alternatif lainnya, ini yang saya juga pakai, adalah 500px.com. Berbeda dengan Instagram dan EyeEm, situs ini lebih difokuskan untuk para fotografer semi pro dan pro. Buat saya pribadi, foto-foto populer dan terbaru di situs ini jauh bisa memberikan inspirasi daripada foto-foto populer di Instagram (yang isinya kebanyakan gambar kucing, makanan, dan foto narsis). Ada pula kesempatan untuk mengkomersialkan foto yang kita upload. Bisa kita jual sebagai digital download atau dijual dalam bentuk print di canvas. Lumayan nambahin uang (kalau berhasil menjual ya). Sekalian promosi, silakan cek galeri saya di www.500px.com/pitra yaaa!

Jadi, semua kembali ke kebijakan kalian masing-masing. Saya sih yakin, untuk yang menggunakan Instagram hanya untuk mengirim foto hobby, nggak akan ada keberatan. Lain soal memang untuk mereka yang benar-benar serius berkarya di fotografi. ToS versi terbaru ini tentu akan terdengar sangat sensitif.

10 thoughts on “Instagram Ramai Lagi Ya?”

    1. Hihi untuk opt out belum tau, berasa sayang gini udah punya 700-an follower di IG. Paling solusinya, share ke IG hanya untuk yang ukuran mobile (bukan hires). Kalau saya sih beneran lebih suka di 500px.com, karena isi foto2nya jauh lebih inspiring daripada IG. Bisa menantang diri untuk bisa motret lebih serius lagi.

  1. Banyak yg ngomong, “Gara-gara gini aja sebel terus mau cabut dari IG? Kaya’ foto loe bagus aja.” Bagi yg hobbyist serius dan udah main IG dari lama sebenarnya ini jadi puncak ilfeel sesudah serangkaian perubahan yg bikin IG sudah tidak seperti dulu lagi. Yg paling parah sebelum ini ya pas perubahan algoritma yg bikin pop page sebelumnya berisi foto2 bagus secara estetika jd dipenuhi foto2 nggak jelas, plus penghematan bandwidth [streamline yg lebih pendek] yg bikin jauh lebih susah dapat likes kecuali kita pasang foto kucing, artis atau cewek seksi. Lepas dr IG sudah klarifikasi & akan perbaiki wording ToS-nya, ya harus disadari IG memang bisnis, not a free lunch. Terserah dia mau bikin apa… dan terserah gw jg mau cabut & balik ke Flickr sambil cobain EyeEm. πŸ™‚

    1. Iyaa.. saya pun agak sebal membaca komentar tweet seperti itu. Kenyataannya user IG itu beragam, dari yg hobbyist serius sampai semi pro, hingga mereka yang pakai hanya untuk narsis2an dan dokumentasi. Tipe user pertama pasti akan keberatan dengan perubahan IG (termasuk perubahan algoritma Popular dulu). Tipe user kedua saya yakin nggak akan ada yang keberatan. Kalau memang target pengguna IG diarahkan untuk user tipe kedua, ya mungkin sudah saatnya user tipe pertama hijrah mencoba alternatif lainnya.

  2. blogwalking~
    dan wowww baca post ini jadi terbuka mata gw LOL. hehe begini yaa angle pikiran para user tipe pertamaa, mantap.. gw tipikal yang kedua sihh.. (.__.”)

  3. aku bingung kudu piye, sakjane iki yo wes lawas mas pit πŸ˜€ *sengaja ninggalkan jejak*
    ya mau cabut atau nggak itu pilihan, riuh ramainya pun selewat cuma beberapa saat kemudian tetap pada pakai lagi. bedanya instagram dengan twitpic opo yo? beda hosting file πŸ˜€ hehe..
    saya yang emang baru mengaktifkan instamgram yo biasa sih πŸ˜€ ra nganti delete akun, lah isine instagram wagu2 kok ra sah serius2
    Fotodeka recently posted..[Review] Canon EOS 7DMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge