Berkeliling Akihabara

Stasiun Akihabara bisa dicapai dari Shinjuku dengan menggunakan Chuo Line. Sesampainya di Akihabara, saya tak menyangka kalau ini ternyata adalah stasiun lama. Terlihat dari cat bangunan yang mulai kusam. Meskipun demikian, stasiun ini termasuk salah satu yang teramai di Tokyo. Akihabara telah lama menjadi pusat elektronik. Kini tempat ini telah menjelma menjadi surga para otaku.

AKB48 Cafe & Shop
AKB48 Cafe & Shop

Masih di stasiun Akihabara, di sisi luar, terlihat AKB48 Café & Shop. Dua buah toko menghapit kafe yang berada di sisi tengah. Isi toko tak jauh berbeda sebetulnya dengan SKE48 Café & Shop di Sakae, Nagoya. Para penjaganya mengenakan seifuku yang bernada sama dengan yang biasa dipakai oleh AKB48. Beragam merchandise dengan foto para anggota AKB48 menjadi jualan utama. Gantungan kunci, kipas, holder, map, magnet, hanyalah sebagian dari isinya. Buat saya pribadi, isi toko ini tidak terlalu menarik. Bisa jadi karena saya sendiri bukan pengoleksi merchandise seperti ini.

Saat itu saya juga melihat cukup panjang juga antrian masuk ke dalam kafe. Sebenarnya kafe ini tak berbeda jauh dengan kafe-kafe lainnya. Seperti kafe di SKE48 Café & Shop, menu makanan dan minuman mendapat rekomendasi dari beberapa anggota AKB48.

Akihabara
Akihabara

Sementara Didut masih tetap di Shinjuku, saya dan Ipi menyusuri jalan utama Akihabara. Isi toko-toko di jalan ini sungguh kontras dengan daerah Tokyo lain yang sudah kami datangi. Sepanjang jalan bisa ditemukan toko-toko yang spesifik hanya menjual manga (baik umum maupun dewasa), JAV, mainan, suvenir, game, hingga yang khusus hanya berjualan photopack.

Biasanya setiap beberapa minggu sekali, AKB48 akan merilis serial photopack dengan tema tertentu. Model rilis photopack ini yang juga diadaptasi oleh JKT48 di Jakarta. Hanya bedanya, skala fandom di Akihabara ini jauh berlipat lebih banyak. Banyak toko yang memajang koleksi photopack dari yang satuan, satu set, hingga yang serial terbatas. Harga bervariasi dari hanya 100 Yen hingga 3.000-an Yen. Kadang tidak semua photopack dipajang. Biasanya di dekat kasir bisa ditemukan folder berisikan koleksi photopack. Silakan pilih dan bayar.

Penjualan photopack
Penjualan photopack
Satu set photopack Haruka Nakagawa
Satu set photopack Haruka Nakagawa

 

Saya juga memasuki beberapa toko yang spesifik menjual manga. Di lantai satu dan dua biasanya yang dipajang hanyalah manga umum. Manga dewasa hingga yang kelas porn berat bisa ditemukan di lantai tiga ke atas. Saya sampai nggak menyangka, hingga sebanyak ini serial manga, baik itu berupa buku atau majalah, memenuhi setiap toko. Toko manga terbesar di Akihabara, yang saya lihat, adalah KBooks. Tokonya luas dan terdiri dari 2 lantai. Selain manga umum dan dewasa, toko ini juga menjual beragam manga artbook.

Toko manga
Toko manga

Itu baru manga. Saya bahkan sempat masuk ke sebuah toko yang isinya dari lantai dua ke atas hanya menjual koleksi JAV. Semua rak dengan jarak antaranya yang padat, dipenuhi koleksi DVD dan Bluray JAV. Layar televisi kecil menyempil di beberapa rak, memutar potongan iklan video JAV.

Hampir di setiap perempatan bisa ditemukan perempuan yang mengenakan kostum tertentu. Ia biasanya mempromosikan toko atau restoran yang berlokasi tak jauh dari situ.

Sudut Akihabara
Sudut Akihabara

Akhirnya saya dan Ipi menemukan gedung Don Quijote. Di lantai 8 gedung inilah, teater AKB48 dimulai. Sepanjang eskalator tertempel beragam poster raksasa AKB48. Terlihat beberapa poster lama dengan anggota yang kini sudah tidak lagi berada di AKB48.

Rupanya di lantai 2-4 gedung Don Quijote ini dijual beragam barang unik. Campuran antara pasar swalayan yang menyajikan segala jenis makanan, minuman, perlengkapan rumah tangga, sampai segala hal yang berhubungan dengan AKB48, cosplay, pakaian dalam, dan entah apa lagi. Mau cari lightstick murah, ada. Mau cari kupluk dengan beragam bentuk model binatang, ada. Mau cari kostum french maid, perawat, seifuku sekolah, hingga yang terlihat kinky pun ada. Tinggal pilih dari yang harga 3.000 Yen hingga 9.000 Yen. Aksesoris hiasan yang lucu pun tersedia. Terlihat beragam usia, laki-laki dan perempuan, berbelanja di 3 lantai ini. Hampir setiap pojok pasar swalayan ini diputar lagu-lagu AKB48.

Sebagian lantai 5 berisikan toko resmi AKB48. Yang jaga hanya satu orang, dengan setumpuk dus di belakang meja kasir. Kalau mau berbelanja, cukup amati dinding kiri dan kanan yang menampilkan foto-foto merchandise beserta kode masing-masing. Cukup sebutkan kode yang diinginkan ke penjaga kasir, dan ia akan mengambilkannya. Variasi merchandise memang jauh lebih beragam daripada toko JKT48, meski tidak bisa dibilang menarik juga. Toko ini juga menjual koleksi DVD lengkap AKB48. Caranya sama, tinggal sebutkan kode, lalu akan diambilkan oleh penjaga kasir.

AKB48 Shop
AKB48 Shop

Lantai 6 dan 7 berisikan game arcade. Eskalator menuju teater AKB48 di lantai 8 saat itu dijaga oleh petugas. Lucu juga, tali penghalang rupanya tak cukup untuk membatasi, sampai perlu ada petugas yang menunggu di depan eskalatornya.

Sebenarnya masih banyak keunikan lain di Akihabara, namun sayang saya tidak sempat menjelajah semua titiknya. Sekitar jam 17:00 kami pun meninggalkan Akihabara, untuk melihat nuansa daerah Harajuku.

(Tulisan ini merupakan potongan dari ebook perjalanan ke Jepang, yang kini masih dalam proses penyusunan. Tunggu tanggal rilisnya ya!)

7 thoughts on “Berkeliling Akihabara”

  1. Satu hal yg menakjubkan dari shopping center di Don Quijote ini ada yg satu lantai sama sekali nggak ada petugasnya, bahkan kasirnya kosong, cuma dikasih tulisan, “Kalau mau bayar silakan ke lantai 2” Nah kalau pembelinya nggak jujurkan kan tinggal masukin barang yg mau dia beli ke dalam tasnya, tanpa membayar, bisa melenggang pergi, soalnya sepi…
    Swastika recently posted..Makan?My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge