Bermain dengan Cahaya di Waktu Malam

Jumat malam kemarin, sekitar pukul 20:00 – 24:00, saya bersama teman-teman berkumpul di tempat pembuangan mobil (jual/beli/apalah itu namanya yang bahasa Inggris-nya “junkyard”). Yang datang saat itu ada si pengajak utama, @goenrock, lalu ada pula @wennythok, @aMrazing, @nurinuriii, @mozta_, @ifnhr, dan beberapa lainnya (nggak tau ID twitter-nya).

Di lokasi itu kami berekspermen dengan hal baru di fotografi yang belum pernah kami coba sebelumnya, yaitu light painting. Intinya adalah, kami memanfaatkan lampu dan senter untuk menerangi objek di tengah gelap gulita malam. Selama proses itu, shutter kamera dibiarkan membuka selama 15-30 detik untuk merekam sinar yang masuk. Objeknya sebetulnya bisa apa saja, tapi sepertinya kalau menggunakan mobil rongsokan atau puing-puing terasa lebih misterius.

Untuk memotret seperti ini, apa saja sih yang dibutuhkan?

  1. Tripod, ini pasti banget. Nggak mungkin dong shutter kamera dibuka lama-lama tanpa ada penyagga.
  2. Lampu LED. Sebetulnya nggak harus lampu LED sih. Kalau punya emergency lamp juga bisa. Intinya carilah lampu yang bisa menyala terus-menerus secara kontinu. Nanti lampu ini ditaruh di bagian mobil yang ingin mendapat penerangan terus-menerus. Kalau untuk kasus foto yang kemarin dibuat, si lampu ditaruh di dalam interior mobil, atau di dalam kap mobil, atau di bawah mobil.
  3. Beli plastik mika transparan (mau warna biru, kuning, hijau, apapun bebas), lalu lapisin lampu di atas dengan mika ini. Tujuannya supaya si lampu jadi berwarna. Kalau bisa punya 2 sih lebih baik.
  4. Bawa senter. Sepanjang shutter kamera dibuka, senterin bagian dari objek yang mau dikasih cahaya. Senterin dengan merata di daerah yang memang diinginkan. Lebih enak kalau saat memotret barengan dengan teman, supaya ada yang bantuin menyenter di bagian yang berbeda.
  5. Kamera yang bisa diset manual. Gunakan f 8 atau f 11, supaya kalau ada lampu di belakang objek bisa terlihat spark-nya. Karena ini gelap, dan fokus cenderung sulit, paling aman memang pakai f ukuran di atas, supaya depth of field-nya bisa lebar.

Terus hasilnya kayak gimana? Ini saya share 6 foto final yang sudah saya edit tone-nya dan sedikit olah digital.

IMG_5246

IMG_5217

IMG_5226

IMG_5233

IMG_5261

IMG_5262

2 thoughts on “Bermain dengan Cahaya di Waktu Malam”

  1. Ihiiy! Akhirnya jadi juga mainan night photography kita. Satu tips tambahan. Kalau ngefoto rame-rame & pada nggak bawa remote release shutter, sebaiknya dikompakin setting-an self-timer & exposure time (shutter speed)-nya. Lalu pencet shutter-nya juga kudu bareng-bareng. Jangan sampai ada yang belum kelar ambil gambar, light painting-nya udah berhenti.

    Btw foto-foto hasil jepretan gue ada di sini ya https://www.flickr.com/photos/igoeneography/sets/72157646263756592/
    Goenrock recently posted..VIDEO WORK: Jadikan Ramadan Istimewa Untuk SemuaMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge