Pantai Jogan

Daerah Gunung Kidul, yang berlokasi tak jauh dari kota Jogja memang memiliki keindahan tersendiri. Sekitar sepuluh tahun lalu, daerah ini belum sadar kalau memiliki pantai yang bisa dijual sebagai objek wisata. Belakangan ini, Gunung Kidul dengan pantai yang berjejer banyaknya di sisi selatan Pulau Jawa ini semakin penuh dengan pengunjung. Sebut saja Pantai Indrayanti, Pantai Baron, Pantai Ngobaran, Pantai Pok Tunggal, dan masih banyak lainnya.

Setiap kali saya kembali ke Jogja saat libur Lebaran, saya selalu mencoba menyempatkan diri mampir ke salah satu pantainya. Kalau bisa sih mampirnya ke pantai yang belum terlalu populer, tapi memang keren. Dua tahun lalu saya mampir ke Pantai Pok Tunggal. Saat itu masih sepi. Nggak usah jauh-jauh ke Bali untuk mencari pantai berpasir putih, karena di Pantai Pok Tunggal ini, pasir putih bersih tebal berlimpah ruah. Tahun lalu saya mampir ke Pantai Ngobaran, yang berada di tepi tebing, dengan pura di atasnya. Memang sih tidak sebesar Pura Uluwatu di Bali ya, tapi tetap menarik. Kalau jalan sedikit dari sini, saya bisa melihat pantai berpasir bersih dengan terumbu karang terlihat tak jauh dari pantai.

Nah, pada libur lebaran kemarin, saya mampir ke Pantai Jogan. Lokasinya (kalau nggak salah, habis disupirin sih ke sininya) lebih ke timur dibandingkan pantai-pantai lainnya. Dari atas tebing akan terlihat air terjun kecil tumpah langsung ke karang-karang di bawahnya, yang berbatasan dengan laut. Katanya, kalau datang saat musim hujan, air terjun ini akan mengalir deras. Sayangnya, saat saya lihat kemarin, air terjunnya tidak terasa spesial, karena hanya sedikit air yang terlihat mengalir.

Butuh tantangan tersendiri untuk bisa turun ke pantai. Tidak ada tangga. Satu-satunya jalan adalah dengan melompati pijakan-pijakan batu besar sambil berpegangan dengan pembatas bambu. Bapak saya pun tidak berani turun, karena khawatir jatuh. Haha, saya pun agak khawatir juga saat turun pertama kali. Terpaksa kamera dimasukkan semua terlebih dahulu ke tas, sebelum bisa turun perlahan-lahan ke arah pantai.

Pantai Jogan penuh dengan bebatuan, dengan air laut menyeruak mengalir di antaranya. Suka terlihat beberapa kepiting kecil bergerak di antara batu dan air. Beberapa anak terlihat mandi di bawah curahan air terjun kecil. Saya menunggu matahari tenggelam sembari mengambil gambar di pantai. Sayangnya horison tertutup awan, sehingga terbenamnya matahari tak terlalu terlihat.

Untuk mencapai Pantai Jogan dari Jogja saya menghabiskan waktu 2,5 jam dengan mobil. Kembali ke Jogja lagi butuh waktu 4 jam, karena macet. Saat libur lebaran kala itu, banyak sekali warga Jogja yang mengejar melihat tenggelamnya matahari di pantai selatan. Konsekuensinya adalah macet saat malam ketika mereka semua kembali ke Jogja. Ya, tapi sekali dalam setahun, dinikmati sajalah ya.

Foto-foto lengkap liburan ke Jogja bisa dicek di galeri album Flickr ini.

IMG_5014

DSCF1170

DSCF1169

DSCF1173

IMG_5039

5 thoughts on “Pantai Jogan”

    1. Tika: ini bukan pantai untuk anak-anak sih. Turunnya aja repot dan bahaya. Kalau anak-anak yang mau berenang dan main pasir, sebaiknya ke Pantai Pok Tunggal atau Indrayanti saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge