Garuda Superhero

Ceritanya gw abis pulang banget dari nonton film Garuda Superhero. Dulu gw udah pernah lihat trailernya pertama kali pas Hellofest. Kebetulan ketemu dengan teman yang ngurusin versi komiknya. Saat lihat trailer itu, gw kagum. Film ini 90%-nya CGI, alias kalau nggak pake animasi, ya minimal compositing antara live action dan foto/render. Gw gak akan expect kualitasnya sekelas Hollywood, karena itu gak akan mungkin, dengan budget filmnya. Namun gw berharap minimal gw bisa enjoy plot ceritanya.

Sebelumnya, kalian udah pernah nonton film Sky Captain and the World of Tomorrow belum? Itu memang film Hollywood, yang memerankannya Jude Law, Angelina Jolie, dan Gwyneth Paltrow. Film itu pun 90%-nya CGI. Hampir semua adegan dilakukan di studio dengan green screen. Bisa dibilang, ini film animasi tapi dengan karakter live action. Nah, meski gw gak berharap kualitas CGI film Garuda Superhero mendekati Sky Captain, tapi gw berharap feel-nya bisa mendekati.

Terlepas dari kualitas CGI, gw berharap plot cerita film Garuda Superhero ini menarik, tidak membosankan, dan enak dirunut. Namun sayangnya, ini nggak gw dapatkan. Di film ini muncul banyak banget karakter. Karakter protagonis dan antagonisnya jelas. Karakter sekunder yang menjadi penyokong cerita, seperti para pejabat pemerintahan masih jelas. Namun film ini seperti memaksakan membuat plot bercabang, yang konsekuensinya adalah penambahan karakter, yang sayangnya tidak memiliki dampak terhadap plot utama. Artinya, kalo plot bercabang ini dibuang, inti cerita bisa tetap sama. Lalu buat apa karakter-karakter ini ada? Yang ada malah seperti ada bagian cerita yang hilang, lalu tokoh yang (mungkin seharusnya) diceritakan di bagian yang hilang ini, bisa muncul tiba-tiba menyelesaikan masalah di akhir cerita.

Gw akui beberapa sekuens animasi terlihat cakep. Animasinya loh ya, bukan compositing-nya. Motion graphic di bagian kredit juga sangat keren. Compositing ini sih yang banyak terlihat aneh di sepanjang film. Gw masih mentolerir kualitas blending antara karakter di foreground dan CGI di background yang tidak sempurna, karena itu butuh resource yang besar untuk membersihkannya. Namun maaf, saat proses compositing-nya sendiri, terlihat banyak asset yang ditumpuk tapi tidak memperhatikan perspektif dengan benar, dan ini sangat mengganggu.

Banyak pula adegan yang menampilkan compositing antara karakter live action dengan stok foto. Lalu ada beberapa bagian yang di-zoom in. Terlihat banget kalau background lalu terlihat pixelated, karena memang asset fotonya bukan beresolusi tinggi.

Beberapa adegan malam yang menggunakan stok foto sebagai background juga terlihat janggal. Seharusnya saat lampu mengeluarkan cahaya akan terlihat pendaran. Lampu-lampu yang muncul sebagai bagian dari stok foto di background ini terlihat diam saja. Aneh banget jadinya.

Ada banyak adegan fight di film Garuda Superhero, dengan mayoritas background-nya menggunakan CGI. Yang gw perhatikan adalah, seperti tidak ada desain yang menggambarkan posisi para karakter yang lagi fight atau tembak-tembakan ini di mana di ruangan tersebut. Akibatnya adalah, banyak cut yang tidak jelas, kenapa tiba-tiba si karakter ini muncul di posisi ini? Lalu saat peluru ditembak, seharusnya bergerak ke mana? Kok yang itu bisa kena? Loh kok tiba-tiba ada jendela di belakangnya, untuk si karakter melompat menembus kaca? Dari mana mobil berkecepatan tinggi ini muncul dan menabrak? Posisi mobil seharusnya di bagian mana sih di ruangan ini?

Oh ya, acting Pak Slamet Raharjo yang jadi tokoh antagonis Durja di film Garuda Superhero ini sangat bagus. Kalau nggak ada beliau, mungkin gw sudah kendur semangat menontonnya di tengah-tengah.

Apakah elo lalu harus menonton film Garuda Superhero ini? Kalo gw sih memang sudah siap nonton dengan ekspektasi rendah. Jadi saat gw keluar bioskop tadi, gw tidak kecewa sedikit pun. Yang ada malah jadi bahasan rame-rama bareng teman yang nonton, tadi kejanggalan film ini di mana saja ya?

Kalo elo emang suka film superhero, CGI, dan ada uang jajan berlebih, nontonlah film ini. Setidaknya apresiasi para animator dan motion graphic artist yang sudah terlibat di dalamnya. Nggak ada dari mereka yang bisa langsung jago dalam profesinya, kecuali kalo mereka langsung terlibat dalam proyek. Gw yakin, buat mereka, keterlibatan mereka dalam film ini adalah hal yang sangat penting. Nggak mungkin kan membuat sebuah film dengan CGI berkualitas bagus tanpa ada proses belajar sebelumnya. Nah, anggap saja ini bagian dari proses pembelajaran mereka.

Akhir kata, mohon maaf kalo postingan ini dirasakan terlalu pedas. Gw hanya penonton biasa, namun gw masih ingin punya film animasi Indonesia yang bisa dibanggakan. Mungkin saat ini film Garuda Superhero belum bisa jadi jawabannya, tapi semoga film bisa menjadi langkah maju ke proses berikutnya yang lebih baik.

Tulisan ini juga bisa ditemukan di Google Plus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge