Bricks Versi Indonesia Ala Emco Brix

Kalian pasti tahu Lego kan? Lego memang leading brand untuk permainan berbasis bricks. Beberapa tahun belakangan ini makin banyak merk lain yang terjun di kategori sama, dengan harga yang jauh lebih miring. Kebanyakan merk-merk ini berasal dari Tiongkok (apa sih yang nggak bisa dibuat di sana?). Sebut saja merk Decool, SY, Lele, Wange, Sluban, dan masih banyak lagi. Masing-masing merk mengeluarkan serinya sendiri. Ada yang meniru Lego, namun banyak juga yang berinovasi dengan memasuki segmen yang tidak ada di Lego, seperti seri militer misalnya.

Ada satu merk bricks yang belakangan ini menjadi perhatian saya. Nama merknya Emco. Merk ini dijual resmi di banyak toko mainan di Jakarta. Saya bahkan mengira kalau ini merk dari luar yang diimpor ke Indonesia. Seri Dino Brix dari Emco Brix yang dijual saat event toys fair beberapa bulan lalu menyadarkan saya akan keberadaan merk ini. Desainnya bagus dan punya part yang unik. Saya sempat membeli semua seri dan memajangnya di rumah.

image

Tadi siang saya sempat mampir ke Mall Kota Kasablanka (Kokas). Emco Brix ternyata buka booth di lobi mal. Lumayan besar juga booth-nya. Di sini Emco menampilkan produk terbaru mereka, seri khusus Indonesia. Sebelumnya saya pernah lihat contoh produknya saat pameran mainan beberapa bulan lalu. Namun belum ada yang dijual saat itu.

image

Seri khusus Indonesia ini menampilkan beberapa macam desain. Yang jadi unggulan adalah Monumen Nasional (harga Rp.299.000,-). Lalu ada Metro Mini (harga Rp.199.000,-). Selanjutnya ada Bajaj warna biru dan merah (harga masing-masing Rp.69.000,-). Ada juga Pangkalan Ojek (harga Rp. 69.000,-). Sebetulnya masih ada lagi Pedagang Kaki Lima, tapi produknya belum ada di rak. Menarik sih ide produk yang disajikan. Lalu bagaimana dengan kualitas produknya sendiri?

image

Saya bersama keponakan saya yang berusia 7 tahun baru sempat memasang Monumen Nasional. Saya baru tahu kalau ternyata produk ini hanya dibuat terbatas 3.000 unit. Ada sertifikat yang menyertai produk dengan nomor urut.

Dokumentasi pemasangannya cukup jelas dan mudah dimengerti. Namun bagi keponakan saya (yang sudah terbiasa memasang Lego sendiri), ada beberapa visual yang membingungkan. Jadi, pastikan ada yang mendampingi kalau anak Anda yang berniat memasangnya sendiri.

Yang membuat Lego unggul adalah kualitas bahan bricks-nya. Saat ditempel akan langsung melekat erat, sehingga bisa menguatkan satu sama lainnya. Saat saya tadi memasang Monumen Nasional, kelekatan bricks menjadi masalah tersendiri. Beberapa harus ditekan cukup keras supaya akhirnya bisa menempel rapat. Bricks panjang dengan lebar hanya 1 grid adalah yang paling sulit untuk dilekatkan. Keponakan saya pun ikut merasakan sulitnya karena jempolnya belum cukup kuat untuk menekannya supaya bisa menempel dengan bricks di bawahnya.

image

Desain Monumen Nasional berbeda skala dengan Bajaj, Metromini, dan Pangkalan Ojek. Buat saya hal ini tidak menjadi masalah sebetulnya, hanya saja akhirnya tidak bisa dijejerkan dengan koleksi bangunan yang sudah saya punya. Namun untuk ukuran bangunan berskala mini, desain Monumen Nasional ini sudah lumayan bagus.

Yang saya sama sekali tidak suka dari Emco Brix ini adalah desain mini figure-nya. Saya paham kalau Emco Brix tidak bisa membuat desain yang persis dengan Lego, karena terkait masalah hak cipta. Namun pemilihan warna baju dan kulit mini figure yang saya dapatkan dari Monumen Nasional sungguh jelek. Begitu saya lihat, langsung saya singkirkan jauh-jauh. Lebih baik saya membeli mini figure City versi SY atau Lele untuk nanti saya gabungkan di sini.

Dengan segala kekurangannya saat ini, setidaknya saya salut dengan inisiatif Emco Brix untuk membuat produk yang erat dengan konteks budaya lokal. Saya sangat berharap akan ada lebih banyak lagi seri seperti ini, dengan tentunya ada perbaikan kualitas produk ya.

image

Pameran Emco Brix di Kokas masih akan berlangsung hingga tanggal 23 Agustus. Selain seri Indonesia, juga ada banyak seri lainnya, seperti Robo, Military, City, dll. Meski saya heran, kenapa seri Dino Brix (yang pernah saya beli dulu, dan saya sangat suka) kok malah nggak ada ya. Di pameran ini juga dijual bricks dalam bentuk plastikan. Pilih saja bricks yang kalian mau, lalu nanti akan ditimbang. Per 1 gram dikenakan harga Rp.800,- dengan ketentuan pembelian minimal sebanyak 50 gram. Varian bricks juga jauh lebih beragam dibanding saat dijual di pameran mainan beberapa bulan lalu. Kini variasi warnanya pun lebih banyak dan lebih enak dilihat.

Jadi sempatkan mampir ke sana untuk lihat-lihat ya!
image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge