Alasan Saya Memotret

Sejak beberapa bulan terakhir ini di setiap akhir minggu, saya hampir selalu mendatangi beragam event untuk memotret aksi live apapun. Biasanya prioritasnya memang memotret aksi live JKT48, tapi kalau itu tidak ada, saya akan mencari info acara apa saja yang ada di akhir minggu itu dan siapa artisnya. Kalau buat saya menarik dan jaraknya terjangkau, pasti akan saya coba datangi.

Saya suka memotret. Rasanya aneh memang kalau tidak menggunakan kamera di akhir minggu. Mungkin ada yang ingin tahu, kenapa saya sampai segitunya aktif memotret event live di akhir minggu. Saya bisa jabarkan dalam 3 alasan:

IMG_2433

1. Latihan

Setiap kali saya aktif memotret, saya mencoba selalu mempertajam skill dan intuisi saya. Mencoba eksperimen dalam mengambil sudut pemotretan. Melatih diri mengukur pencahayaan secara manual. Latihan mengenali pola gerakan subjek yang dipotret, dan mengambil shot di saat yang pas. Yang paling penting, bisa semakin kenal dengan kamera dan lensa saya sendiri, mengetahui kelemahan dan kelebihannya. Seperti kita mengendarai mobil atau sepeda, saya mencoba supaya kamera saya bisa menjadi perpanjangan badan saya sendiri, yang saya kenal dan bisa rasakan saat saya pakai.

IMG_8604

Mengolah hasil jepretan di komputer juga bagian dari ajang melatih diri. Saya selalu kagum dengan variasi tone warna yang dibuat banyak fotografer lain. Ada masanya saya selalu mencoba membuat mirip dengan itu (meski biasanya jarang berhasil). Ada masanya saya akhirnya menemukan tone warna yang khas, yang akhirnya suka saya pakai berulang. Ada masanya saya mencoba eksperimen tone warna yang berbeda (yang kadang hasilnya nggak melulu selalu enak dilihat sih).

Pembelajaran ini saya yakin tidak akan selesai. Setiap kali usai memotret dan mengedit foto, saya selalu membandingkan dengan hasil jepretan teman yang memotret subjek sama. Pasti akan ada jepretan mereka yang bisa menjadi pembelajaran buat saya.

IMG_5350

2. Kenalan

Memotret itu salah satu medium yang bisa dipakai untuk berkenalan. Jadi inget dulu banget waktu sering datang ke pameran mobil. Memotret SPG lalu minta ID Facebook-nya untuk nanti saya tag fotonya. Modus banget ya.. Haha tapi itu beneran cara yang ampuh untuk kenalan. Dengan cara serupa saya pun akhirnya bisa berkenalan dengan beberapa performer di panggung. Saya berkenalan dengan anak-anak Lumina Scarlet melalui foto. Saya lalu jadi dikenal anak-anak Teenebelle juga karena foto. Saya kenal Hiroaki Kato pun melalui foto.

IMG_3380

Caranya sebetulnya mudah, siapa tau mau niru. Rajin-rajinlah datang ke event musik (yang kamu sukai). Foto musisi/performer yang kamu sukai. Bikin foto sebagus mungkin, dan sebanyak mungkin. Lalu segeralah pulang dan edit foto. Share hasil foto kamu di Twitter sambil mention musisi/performer itu. Kalau bisa sih, jadilah yang pertama yang men-share foto di Twitter. Lalu berdoa, siapa tau beruntung foto kamu mendapat apresiasi dari musisi/performer tersebut. Manfaatkan apresiasi itu untuk langsung ngobrol dan berkenalan dengan mereka di Twitter. Ulangi cara tersebut di event berikutnya. Biasanya, konsistensi akan mendapatkan imbalan setimpal.

Melalui kegiatan memotret saya juga berkenalan dengan banyak teman fotografer yang memiliki hobi serupa. Biasanya kami sepakatan untuk datang barengan ke event dan motret bareng. Atau ada juga yang tidak saya kenal dekat, tapi sering ketemu di event, jadinya malah ngobrol bareng dan saling tukar informasi mengenai musisi/performer yang akan difoto.

IMG_2015

3. Kesempatan

Sejak bertahun-tahun lalu saya memulai nulis blog saya berpegang pada prinsip yang sama, “Ngebloglah karena memang ingin menulis dan berbagi, bukan karena ingin mendapatkan imbalan. Namun percayalah, biasanya rejeki akan datang dengan sendirinya seiring rajinnya kita berbagi.” Hal sama saya terapkan juga dengan saya memotret. Saya melakukannya karena saya senang. Saya membagi hasilnya di Twitter biar banyak orang yang melihat, dan siapa tau ikut senang melihatnya. Kalau ada yang minta foto versi resolusi tinggi untuk kebutuhan fanbase musisi/performer itu, saya dengan senang hati mengirimkannya. Sepanjang foto itu digunakan untuk membantu mengangkat nama musisi/performer itu, saya sama sekali tidak akan keberatan.

IMG_8386

Untuk di Twitter saya memang selalu mencantumkan watermark. Namun sudah beberapa kali saya mengirimkan foto resolusi tinggi tanpa watermark ke musisi/performer, bila mereka memang memintanya. Saya tidak meminta apa-apa kecuali nama saya dituliskan sebagai fotografernya. Buat saya, hal itu sudah cukup.

Lalu kesempatan apa sih yang saya harapkan dari aktivitas memotret live ini? Salah satunya adalah saya ingin sekali-sekali diajak terlibat menjadi fotografer resmi salah satu musisi/performer. Lebih bersyukur lagi bila ternyata ia adalah musisi/performer yang juga saya sukai. Ternyata kesempatan itu datang juga. Saat ini hampir setiap akhir minggu saya jalan keliling kota mendokumentasikan audisi salah satu girl band ternama Indonesia. Semoga saja ini menjadi awal baik dari kesempatan-kesempatan lainnya yang lebih besar.

IMG_7961

4 thoughts on “Alasan Saya Memotret”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge