Menjadi Pengguna Metro Mini atau Kopaja

Siapa yang masih menjadi pengguna Metro Mini atau Kopaja?

Saya sendiri sudah jarang menggunakan jasa mereka. Kebetulan memang trayek yang saya tempuh setiap hari sudah tergantikan dengan bus Trans Jakarta. Namun tetap ada kalanya saya terpaksa menggunakan Metro Mini atau Kopaja. Biasanya saat antrian bus Trans Jakarta terlalu panjang sementara di luar jalur sana terlihat banyak Kopaja lalu lalang. Demi efisiensi waktu, saya pun terpaksa beralih ke Kopaja.

Ada kalanya juga saya pakai Metro Mini atau Kopaja untuk menyusuri jalur yang memang tidak dilewati bus Trans Jakarta. Itu sih mau nggak mau. Sekarang memang ada pilihan bagi saya untuk menggunakan Go-jek atau Grab Bike, tapi tentu dengan konsekuensi ongkos yang lebih mahal. Ada bagusnya juga sih sekarang Pemda DKI mulai mengakomodir pengelola Kopaja untuk ikut meramaikan trayek bus Trans Jakarta. Pilihannya jadi lebih banyak, meski belum bisa menjawab kebutuhan semua trayek.

DSCF3605

Meski saya kadang butuh mereka, bukan berarti saya menyukai jasa yang mereka tawarkan ya. Namanya juga terpaksa. Berikut ini 5 hal paling menyebalkan ketika saya menggunakan Metro Mini atau Kopaja.

1. Pengamen

Banyak jenis pengamen keluar masuk di dalamnya. Dari anak kecil yang menyanyi dengan suara fals, hingga bapak-bapak atau ibu-ibu yang menyanyi diiringi musik dari tape bervolume keras. Mereka masih saya maklumi, karena terkadang suka terlihat pengamen yang memang punya suara bagus. Ya minimal menghiburlah di antara kebisingan lalu lintas ibu kota. Kalau memang menghibur, saya suka menyisihkan sedikit uang untuk mereka.

2. Peminta-minta

Ini yang paling malas sih. Tidak ada usaha untuk melakukan sesuatu, tapi langsung meminta begitu saja. Yang selalu menimbulkan rasa tidak aman adalah kalau yang meminta adalah anak muda dengan pakaian yang menunjukkan kesangaran mereka. Mereka lalu meminta dengan “ancaman” halus seperti, “Daripada kami merampok, mencuri, menodong, lebih baik kami meminta bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.” Saat mereka berjalan di lorong sambil meminta, lalu mendapat penolakan, mereka suka menyindir tajam si penumpang. Saya sendiri nggak pernah memberikan apapun kepada mereka. Hanya berusaha tetap waspada saja saat mereka berlalu di lorong bus.

3. Ngetem

Pakai Metro Mini atau Kopaja bisa cepat, tapi bisa juga jadi tambah lama. Terutama ketika target setoran mereka belum tercapai. Mereka akan banyak nongkrong diam di satu tempat, teriak-teriak ngajakin orang yang lewat untuk naik. Saya suka heran sih, padahal kalau orangnya mau naik ya akan naik, nggak perlu diteriakin dipanggil-panggil segala. Haha tapi mungkin itu sudah jadi kebiasaan mereka kali ya. Yang bisa membuat mereka akhirnya bergerak adalah kalau tempat mereka ngetem sudah penuh berdatangan bus lainnya. Atau kalau kuota penumpang sudah tercapai. Atau kalau didatangi polisi, disuruh beranjak dari situ.

DSCF3607

4. Yang penting nggak ada polisi

Ngomongin polisi, para supir Metro Mini dan Kopaja ini memang paling takut dengan para polisi lalu lintas. Melanggar lalu lintas sudah jadi kebiasaan. Masuk jalur cepat yang bukan jatah mereka, atau menerobos lampu merah, atau memaksa mutar balik di tempat yang bukan seharusnya. Macam-macam. Mereka baru tertib kalau ada polisi lalu lintas di sekitar itu. Nggak ada polisi, ya libas aja terus.

5. Ngebut dulu, nasib penumpang kemudian

Memang sih nggak semua pengemudi Metro Mini dan Kopaja bandel suka ngebut dan cuek terhadap lalu lintas. Namun saking seringnya mengalami hal seperti ini, akibatnya persepsi yang saya tangkap terhadap mereka seperti itu. Biasanya ini terjadi kalau pengemudinya masih anak muda. Mungkin memang doyan memacu adrenalin, tapi mereka suka lupa kalau mereka sedang membawa penumpang. Pernah dulu kejadian saya merasakan si pengemudi ngebut, lalu ngerem mendadak. Semua penumpang pun berteriak kesal dan mengomel. Hebatnya, si pengemudi seperti merasa tidak bersalah setelah ditegur.

Kalau kalian sendiri, apakah kalian punya pengalaman buruk saat berada di dalam Metro Mini atau Kopaja?

DSCF3609

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge