Waspada di Bus Trans Jakarta

Bus Trans Jakarta memang transportasi umum yang paling mendekati kenyamanan untuk di kota Jakarta. Relatif aman juga, karena hanya orang pembeli tiket saja yang bisa memasuki areanya. Tidak ada pedagang asongan dan pengamen yang selalu muncul di bus biasa.

Meski relatif aman, bukan berarti benar-benar 100% aman ya. Di Jakarta, kita harus waspada terhadap segala kemungkinan, termasuk saat naik bus Trans Jakarta.

Beberapa hari lalu teman saya hampir kecopetan ponselnya. Modus kejahatannya persis sama dengan yang pernah saya lihat sebelumnya di halte bus berbeda. Berikut ini tips saya supaya kalian lebih bisa mengantisipasi kejadian pencopetan.

_MG_8400

Pencopetan umumnya terjadi saat penumpang melangkah masuk ke dalam bus. Begitu pintu bus akan tertutup, si pencopet dengan cepat akan menjarah ponsel kalian dari kantung (bisa kantung baju atau celana), lalu ia segera mengopernya ke partnernya. Ini untuk mengantisipasi kalau aksinya ketahuan korban, ia bisa mengelak. Saat si pencopet ribut dengan korban, si teman sudah kabur duluan dengan ponsel hasil jarahan.

Saran saya, pegang selalu ponsel saat masuk ke dalam bus. Atau lebih aman lagi, masukkan saja ke dalam tas supaya lebih aman dari jangkauan mata dan tangan pencopet. Lihat sekeliling sebelum masuk ke dalam bus. Bukan bermaksud untuk berburuk sangka, tapi lebih baik waspada saat melihat orang yang menurut kalian mencurigakan.

Sebaliknya, saat kita mau beranjak keluar dari bus pun juga harus sama waspadanya. Cara yang dilakukan copet umumnya serupa. Mengambil lalu mengopernya ke partnernya yang berada di dalam bus.

Oh ya waspadalah selalu dengan orang yang menaruh tangannya di depan, dan ia tutupi dengan tas. Saya juga biasanya memindahkan tas punggung saya ke depan saat naik angkutan umum. Bahasa tubuh yang wajar adalah menaruh kedua tangan kita di depan tas, untuk melindungi tas. Kalau kalian melihat orang yang menaruh tas punggung di depannya lalu menaruh kedua tangannya di belakang tas tersebut, sebaiknya kalian waspada. Perpindahan barang yang dicopet biasanya terjadi di balik tas tersebut.

Kalau masih terjadi di lingkungan bus Trans Jakarta dan kalian merasa kecopetan, segeralah berteriak, seperti yang teman saya lakukan waktu itu. Petugas akan segera datang. Teman saya waktu itu berhasil membuat si pencopet ditahan. Tentu saja pada awalnya si pencopet mengelak, bahkan sampai berani menyebut nama Tuhan untuk menunjukkan ketidakbersalahannya. Sementara itu partnernya, yang seharusnya mendapat operan barang curian langsung kabur melompat dari halte. Akhirnya si pencopet pun diproses ke yang berwajib.

Nah kalau kalian, punya pengalaman cerita seputar pencopetan kah di dalam bus Trans Jakarta?

2 thoughts on “Waspada di Bus Trans Jakarta”

  1. Iyaa persis bangeeet..
    Pernaah kecopetan di halte TJ pecenongaaan..

    Di ambil nya pas kita mauu masuuk TJ pintu di tutup ngaak sempet keluar balik..
    Pas balik orang yg di curigain udah keluar halte 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge