Alasan Penyebaran Hoax

Kalau dulu penyebaran hoax terjadi di BBM Group, kalau sekarang terjadinya di WhatsApp Group, terutama di group keluarga dan alumni. Kira-kira kenapa ya ini selalu terjadi? Kenapa kejadian ini terjadi pula di banyak group lainnya, yang bahkan tidak bersinggungan dengan group keluarga dan alumni saya?

Kalau saya amati, pelaku penyebaran hoax biasanya mereka yang baru berinteraksi di ranah internet sejak era BBM ada. Masih terbilang baru. Sementara mereka yang juga aktif di social media, suka memantau berita, rajin mencari sesuatu di Google, relatif akan memfilter dulu yang mereka baca. Buat mereka (termasuk saya sendiri) sudah terlalu banyak menerima informasi setiap saat. Mekanisme otak saya secara otomatis akan memfilter yang menurut saya penting. Apalagi saat melihat hasil copas di WhatsApp, saya langsung skip tanpa membaca isinya, karena kebanyakan tidak relevan dengan kebutuhan saya.

hoax pack

Nah perkiraan saya, mereka yang melakukan copas konten di WhatsApp ini belum merasakan hujan informasi. Sumber informasi utama mereka saat ini dari group yang mereka ada di dalamnya. Mereka biasanya membaca satu per satu post yang ada di dalam group. Karena sumbernya terbatas, bisa jadi mereka cenderung percaya, karena mereka tidak terpikir untuk melakukan verifikasi dengan mencari infonya di Google.

Saya ingat waktu era mailing list dulu. Itu adalah era pertama interaksi saya berinteraksi dengan teman melalui group di ranah maya. Saya dulu pun melakukan hal sama. Membaca isi email satu demi satu. Saya menganggap yang disampaikan dalam email itu benar. Saya pun pernah melakukan penyebaran email ke group berbeda, terlepas dari isinya benar atau ngawur. Saat itu saya merasakan itu adalah hal yang penting, dan sebaiknya teman di group lainnya pun tahu.

Saya rasa hal sama dirasakan pula oleh para pelaku copas di group WhatsApp. Mereka merasakan itu sebagai suatu kebaikan, meski tak pernah mengecek apakah itu info yang benar atau ngawur. Ketika ada post yang meminta untuk disebarkan, spontan saja mereka melakukan copas.

Di dalam WhatsApp group biasanya selalu ada orang yang ingin menjadi pertama tahu tentang suatu informasi. Saat menemukan berita yang ia anggap sebagai “kebaikan,” ia ingin menjadi orang pertama yang tahu tentang itu di group. Caranya, dengan secepatnya melakukan copas ke group. Ia nggak ingin kalah cepat dalam menyebarkan informasi. Bisa jadi hal ini pula yang mempercepat penyebaran info kopas di group. Kalau pun nanti info yang ia sebar ternyata salah, dalih “demi kebaikan” akan selalu menjadi alasannya.

Berita hoax akan selalu muncul setiap hari. Yang bisa kita lakukan adalah stop melakukan copas dan menyebarkannya. Caranya bagaimana?

1. Abaikan semua post yang diawali dengan “copas dari group sebelah” atau semacamnya.

2. Makin abaikan post tersebut jika ditutup dengan “mohon sebarkan ke teman-teman” atau variasinya.

3. Lebih abaikan lagi kalau isi post tidak ada tanggal, bulan, tahun kejadian. Bisa saja kejadian itu memang pernah benar adanya, tapi sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang.

4. Hanya sebarkan post yang jelas link sumbernya. Link yang saya maksud adalah link lengkap ya. Bukan sekedar blablabla.com. Jadi anggota group lain bisa mengecek sendiri sumber beritanya jika ingin mempelajari lebih lanjut.

5. Saat kita menyebarkan informasi yang tidak benar, itu sama saja kita melakukan kebohongan. Kalian nggak mau kan disalahkan karena kalian berbohong? Lebih baik kasih rujukan link asli, sehingga kalau ternyata informasi itu salah, yang salah adalah sumber beritanya, dan bukan kalian.

Yuk, makin dewasa dan cerdas dalam memilih informasi yang layak baca dan disebarkan. Jangan mudah percaya terhadap suatu berita yang nggak jelas sumbernya.

Screenshot_2016-03-03-11-35-39_com.whatsapp_1456979781298

Ini pesan yang sempat saya sampaikan di group WhatsApp keluarga, saking nggak tahannya. Ternyata hasilnya… dicuekin, nggak ada yang respon. 🙁

One thought on “Alasan Penyebaran Hoax”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge