Menikmati Kemacetan di Bus Trans Jakarta

Malam itu hujan turun cukup deras. Petir menggelegar menyambar tanpa henti. Meski ini bukan hari Jumat, kemacetan Jakarta sudah terasa.

Saya menunggu bus Trans Jakarta koridor 9 di halte Kuningan Timur. Sangat lama. Benar-benar lama. Saya hitung lebih dari 40 menit hingga akhirnya terlihat bus muncul di penghujung jalan. Sebelumnya sudah ada yang lewat sih. Agak kosong. Ternyata kosongnya beralasan. Bus itu hanya akan berjalan hingga Senayan.

Bus Scania baru akhirnya mengantar saya pulang. Sayang kegembiraan ini hanya bertahan sekejap. Bus terlihat tidak bergerak di tengah kemacetan. Apa kabar cerita jalur bus Trans Jakarta yang bebas dari kendaraan bermotor lain? Hanya perkataan humas yang sangat sulit dibuktikan realitanya.

IMG_20160315_192038

Perjalanan terasa sangat pelan. Satu jam lebih waktu yang ditempuh dari Kuningan menuju Semanggi. Saya hanya bersyukur karena saya bisa duduk. Saya tidak bisa bergembira juga, karena saya sering merasakan yang kini puluhan orang lainnya rasakan ketika mereka harus berdiri lama di dalam bus. Sesuatu yang tidak akan pernah dirasakan oleh para pengemudi mobil pribadi yang egois merebut jalur bus.

Jalur bus koridor 9 juga berhimpit dengan jalan tol. Saya selalu ingin tahu, prioritas mana yang lebih penting, antara pengguna jalan tol ataukah pengguna bus Trans Jakarta? Karena realita yang ada sekarang, sangat terasa pengguna jalan tol adalah penguasa utama.

Coba saja lihat setiap titik persinggungan pintu keluar tol dan jalur bus Trans Jakarta. Mobil-mobil yang keluar tol dimenangkan. Bus terpaksa mengalah setiap kali antrian ramai mobil bergerak ke luar tol dan bersinggungan dengan jalur bus.

Sebagai pengguna bus Trans Jakarta, hampir setiap sore saya cuma bisa mengeluh di social media. Apalagi saat hujan, pilihan paling masuk akal, sesuai budget, dan tidak merusak badan, memang hanya menggunakan bus Trans Jakarta. Saya yakin, ribuan pengguna bus lainnya merasakan hal sama.

IMG_20160315_192032

Saya hanya bisa berharap agar perbaikan terus dilakukan. Yang saya bisa lakukan hanya menulis dan mengkritisi. Namun semoga cuapan sederhana ini bisa memicu pemerintah daerah Jakarta untuk terus melakukan perbaikan transportasi.

Selama 1 jam 40 menit waktu yang ditempuh oleh bus dari Kuningan hingga Tomang. Saya pun turun di halte Harapan Kita sembari berucap permisi melewati sesaknya penumpang. Hujan masih turun rintik-rintik saat itu. Saya membuka payung, dan berjalan kaki menuju rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge