Ketika Gojek Mencoba Jalan Alternatif

Saya pengguna aktif Gojek. Kalau butuh gerak cepat, atau terlalu capai, atau sudah terlalu malam untuk naik bus, pilihan terbaik saat ini mungkin adalah Gojek. Nah, terkadang si pengemudi Gojek suka kreatif. Ada yang suka menawarkan untuk melalui jalan alternatif. Artinya siap-siaplah untuk dibawa masuk gang kampung yang belum pernah dilewati sebelumnya. Biasanya setiap kali si pengemudi menawarkan jalan alternatif, saya selalu mengiyakan, demi menambah pengalaman perjalanan.

Kejadian serupa terjadi di hari Sabtu malam kemarin. Usai acara di Istora Senayan, saya menggunakan Gojek untuk pulang ke rumah di daerah Tomang. Senayan ke Tomang itu jelas-jelas melewati jalan besar, Sudirman – Gatot Subroto – S.Parman – Tomang Raya. Memang ada bagian yang kadang macet, tapi kalau malam hari, untuk ukuran motor, sebetulnya bisa dibilang lancar. Makanya saya heran, ketika kali ini si pengemudi Gojek menawarkan untuk lewat jalan alternatif. Demi pengalaman baru, saya iyakan saja. Saya penasaran akan dibawa lewat mana.

Seperti dugaan, si pengemudi Gojek mengantar saya melewati jalan yang belum pernah saya lalui. Setelah dibawa melewati Benhil, di sini kejutan dimulai. Ia membawa saya menyusuri jalan kampung di belakang rumah susun Tanah Abang, menyusuri tepian sungai Ciliwung yang lebar.

Wah, di sini tempatnya menarik. Warga Jakarta terlihat ramai beraktivitas di tepi sungai malam itu. Mereka nongkrong, bermain, dan bersosialiasi dengan sesama warga lainnya. Ada lapangan bola kecil yang dibatasi oleh pagar juga loh. Terlihat bangunan-bangunan tinggi di seberang sisi sungai Ciliwung.

Ujung jalan ini adalah K.S Tubun. Si pengemudi Gojek lalu masuk lagi ke jalan yang berada di tepian sungai Ciliwung. Di sisi seberang sungai, terlihat stasiun Tanah Abang. Cakep juga kalau difoto (tapi sayang saya nggak memotret selama saya di jalan). Akhirnya saya diantar menembus daerah Kota Bambu, daerah yang saya sudah familiar. Dari sini Tomang sudah tak jauh lagi.

Sebenarnya kalau saya lihat di Google Maps, jalan yang saya lalui lebih berputar-putar. Sepanjang saya sedang tidak lagi buru-buru, saya tidak akan protes sih. Kapan lagi ada kesempatan mencoba menyusuri sisi kota Jakarta, yang nggak pernah saya lihat sebelumnya kan? Apakah kalian pernah punya pengalaman serupa?

petasenayantomang

Rute merah: versi trayek yang direkomendasikan Google Maps.
Rute hijau: yang dilalui Gojek yang saya gunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge