Berkreasi di Steller

Blog ini kok makin jarang update ya, padahal tulisan di draft menumpuk. Ternyata waktu juga yang menjadi batasannya. Hidup aktif di social media setelah dipotong waktu produktif untuk kerja, ternyata tidak banyak. Haha itu pun masih harus dialokasikan untuk keluarga dan hobi saya lainnya.

Sekarang waktu yang tidak banyak itu dipotong lagi dengan kehadiran Steller. Aplikasi ini baru dirilis di Indonesia seminggu yang lalu. Terima kasih untuk kak Pinot dan kak Dita yang rajin mempromosikan aplikasi menarik ini.

Sebenarnya fungsi bercerita dari Steller ini nggak jauh berbeda dengan Slideshare. Hanya saja, di Steller kita bisa membuatnya sendiri, sementara Slideshare mengutamakan hanya pada penyajian akhirnya. Steller telah menyiapkan beberapa template dengan desain font dan grafis yang menarik. Pengguna bisa mengunggah gambar, video, atau sekedar bercerita dengan teks. Saat ini aplikasi ini tersedia resmi di Appstore (untuk iOS) dan masih beta untuk Android. Saya yang pengguna Xiaomi Mi3 masih belum bisa menggunakannya.

steller01

Sekarang saja saya sudah pusing kalau harus memikirkan konten untuk Flickr, Instagram, dan blog. Sekarang Steller “memaksa” saya untuk menyiapkan konten baru. Akhirnya saya putuskan untuk selalu membuat konten di Steller menggunakan bahasa Inggris. Kontennya? Saya daur ulang dari koleksi konten yang sudah saya publikasikan. Lagi pula, nggak semua orang pernah membaca blog saya kan? Apa lagi dengan Steller, saya sekaligus bisa mengejar audiens dari luar negeri.

Karena saya targetkan untuk audiens luar negeri, saya sengaja selalu bikin cerita baru setiap malam, saat di negeri sana para bule sedang membuka matanya. Saat saya bangun keesokan paginya, hampir ratusan likes saya dapatkan. Hampir semuanya dari pengguna di luar negeri.

steller02

Apapun kanal media sosialnya, ujung-ujungnya selalu konten yang jadi primadonanya. Saya nggak bisa membuat animasi seperti kak Pinot, nggak bisa membuat sketsa seperti kak Motulz, dan saya jarang sekali jalan-jalan seperti kak Amrazing. Namun saya suka motret. Setiap minggu pasti saya motret. Sekarang tinggal menjalinnya supaya bisa menjadi cerita yang menarik.

Saat nanti kalian bikin cerita di Steller, secara periodik kalian akan menerima email yang memberitahukan sudah berapa ribu view cerita itu dilihat audiens. Kalau memang kontennya menarik, mendapatkan 1.000 views itu nggak sulit. Padahal saat saya pertama kali menulis konten yang sama di blog ini, mendapatkan 200 views saja sudah perjuangan tersendiri.

steller03

Hal menarik lainnya dari Steller adalah saat kita mempublikasikan tautan cerita kita di Facebook, maka teman-teman kita di sana bisa lihat isinya langsung tanpa harus mengklik. Setiap halaman cerita akan berubah penyajiannya menjadi ke bawah. Pengguna tinggal men-scroll page ke bawah untuk membaca lengkap ceritanya.

Saat ini saya sudah mempublikasikan konten yang bervariasi di Steller, sambil mengetes cerita seperti apa yang lebih disukai. Kalian bisa lihat langsung dengan mengunjungi profil Steller saya di sini. Jangan lupa follow saya juga ya!

Cerita-cerita lainnya dari para kreator Indonesia bisa kalian cari dengan hashtag #stellerid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge