Shojo Complex, Akan Menyasar Pasar Mana?

Saya sering banget mampir ke event Jejepangan di Jakarta, terutama yang berhubungan dengan musik. Sabtu kemarin saya datang ke AEON Mall untuk melihat aksi debut idol group baru Shojo Complex. Setiap kali saya melihat hal baru seperti ini, saya selalu bertanya, target segmen mana sih yang mereka sasar? Apa yang membuat mereka beda dengan kompetitor di segmen yang sama? Dan mungkin puluhan pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan strategi dan pemasaran.

_MG_4947

Kalau saya amati, event idol di Jakarta ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing punya karakternya sendiri:

1. Idol JKT48

Ini satu segmen sendiri. Loyal banget dengan grup JKT48, dan kebanyakan susah beralih untuk mencoba alternatif grup lainnya. Jumlahnya cukup banyak, meski setiap tahun mungkin tidak bertambah secara signifikan. Mereka punya kemampuan membeli yang luar biasa. Intinya, segmen ini punya kemampuan membeli yang sangat bagus, tapi budget ini sulit dialihkan untuk mendukung grup lain di luar JKT48. Selain itu, JKT48 juga mendapatkan penghasilan sebagai ambassador dan sponsor dari beberapa brand besar.

_MG_1234

2. Idol indie

Idol group ini membiayai kegiatan grupnya sendiri. Kalaupun ada manajemen, biasanya dikelola secara “rumahan.” Mereka melakukan ini karena mereka suka, dan bukan karena mereka merasa itu sebagai pekerjaan. Fans mereka loyal tapi tidak banyak. Kemampuan mengeluarkan uang untuk.membeli merchandise pun tidak terlalu besar. Idol group ini umumnya manggung dari event Jejepangan skala kecil dan menengah, seperti yang rutin diadakan di Mangga Dua Square.

IMG_8555

IMG_4767

IMG_5023

3. Konser atau festival musik Jepang

Mereka yang datang ke event ini biasanya punya daya beli yang lumayan besar, tapi mereka lebih suka menggunakannya untuk membeli merchandise asli idol group Jepang. Mereka kurang menyukai idol group lokal. Mereka bisa saja pergi ke luar Indonesia demi menonton idol group Jepang kesayangan mereka.

IMG_0663

_MG_0526

4. Event brand atau program televisi

Biasanya untuk event/program ini, yang lebih banyak diundang adalah musisi yang khas Indonesia. Di antara grup perempuan, saat ini yang paling sering muncul di event/program ini adalah JKT48, Cherrybelle, Teenebelle, dan Blink. Lagu berkarakter lokal yang mudah diterima telinga audiens umum menjadi penting di sini. Butuh upaya pemasaran besar juga untuk membangun nama grup hingga akhirnya bisa diakui oleh brand dan televisi.

IMG_4347

IMG_9287

Mungkin ada yang memasukkan kategori event musik lainnya?

Kembali ke pertanyaan saya di paling atas, idol group Shojo Complex akan menyasar segmen yang mana nih?

Saat saya melihat mereka beraksi hari Sabtu lalu, saya masih melihat mereka seperti rombongan indie idol group (namun dengan dukungan bujet besar dari Yoshimoto). Lagu mereka pun lebih masuk diterima segmen penyuka Jejepangan saja, apalagi mereka menggunakan lirik Jepang pula untuk versi pertamanya. Hanya saja, setahu saya segmen pasar ini agak enggan untuk mengeluarkan dana banyak. Segmen pasar ini menyukai keramaian, tapi memilih yang tidak berbayar. Mereka juga tidak banyak membeli merchandise.

Di bulan September nanti Shojo Complex akan perform si AFA, event kelas internasional dengan banyak artis Jepang ikut mengisi. Tahun lalu JKT48 ikut mengisi sebagai salah satu pembukanya. Event ini memang menjadi sarana baik untuk mengenalkan grup ini ke khalayak penyuka Jejepangan, tapi saya sendiri nggak yakin penontonnya akan berminat menjadi fans grup ini. Mereka lebih menyukai yang Jepang asli, namun cenderung tidak menyukai versi lokalannya.

Untuk mereka bisa masuk di event yang disponsori brand atau masuk program televisi jelas belum memungkinkan. Mereka harus punya basis massa fans yang kuat dulu sebelum hal itu bisa terwujud.

Untuk bersaing merebutkan pasar JKT48 pun jelas belum bisa. Saat ini menurut saya level bersaing mereka hanyalah para idol group indie. Yang salah lihat, pilihan mereka saat ini hanya dua. Terjun ke event Jejepangan skala kecil dan menengah yang pastinya sulit untuk menutup ongkos manajemen mereka. Ataukah mereka akan tetap menyasar event skala besar, dengan harapan membangun awareness terlebih dahulu. Ataukah dua jalan ini mereka ambil berbarengan?

Hmmm… yuk diskusi saja di sini. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge