Jalan-jalan ke Kotagede

​Setiap tahun saya mampir ke Jogja tapi nggak pernah mampir ke daerah Kotagede. Mungkin karena saya bukan pemburu kerajinan perak, sehingga saya kurang berminat datang belanja ke daerah ini.

Namun kemarin sore saya iseng saja jalan-jalan ke Kotagede. Toh hanya setengah jam dari rumah. Tujuan saya, makam raja Mataram yang berlokasi tak jauh dari Pasar Kotagede. Dengan modal Google Maps akhirnya saya tiba di tujuan. Sayang sekali sepanjang perjalanan, saya tidak melihat informasi penunjuk wisata yang jelas. Pastinya akan menyulitkan bagi turis yang hendak datang untuk melihat.

DSCF5763

Banyak bangunan tua tersebar di Kotagede. Katanya sih ada 170 bangunan kuno di sana, yang dibangun sejak tahun 1700-an hingga 1930-an. Beberapa bangunan itu kini telah menjelma menjadi pertokoan dan pusat kerajinan perak. Saya hanya melewati bangunan-bangunan itu tanpa mampir.

Jadi ceritanya pada dahulu kala Kotagede merupakan ibukota Kerajaan Mataram, yang mengalami pertumbuhan pesat saat pemerintahan Sultan Agung Hanyikrokusumo. Kini peninggalan kerajaan ini masih terjaga utuh, seperti Mesjid Kotagede dan Makam Raja-raja Mataram. Malah banyak bagian yang dipercantik supaya tetap nyaman dilihat.

Saya memarkirkan mobil di Pasar Kotagede lalu melanjutkan dengan berjalan kaki ke kompleks mesjid dan makam. Ada satu pohon beringin super raksasa terlihat di area masuk kompleks. Asli besar banget, mengalahkan pohon-pohon beringin di kraton atau bahkan di kebun raya Bogor. Nggak tau deh pohonnya angker atau nggak.

DSCF5761

DSCF5769

Saya memasuki gerbang yang berkarakteristik arsitektur Hindu. Mesjid tua Kotagede langsung terlihat di hadapan saya. Saya berjalan berkeliling dan melihat beberapa gerbang serupa, yang menjadi batas sekaligus pintu masuk ke area berbeda.

DSCF5780

DSCF5792

DSCF5773

Saya melewati salah satu gerbang dan memasuki kompleks makam raja-raja Mataram. Terlihat rumah tradisional Jawa terlihat di dekat pintu utama makam. Sekarang rumah ini berfungsi sebagai pusat informasi kegiatan makam. Terlihat beberapa orang mengenakan busana adat Jawa. Mereka sepertinya para penjaga makam. Katanya, beberapa raja dan tokoh yang dimakamkan di sini antara lain Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, serta keluarga Panembahan Senopati.

DSCF5779

DSCF5782

Ternyata untuk bisa masuk ke makam, harus ada persyaratan khusus. Berikut ini persyaratannya. Mungkin yang akan bikin heboh, bagi perempuan diminta untuk melepaskan jilbab.

DSCF5785

DSCF5786

Saya akhirnya memilih tidak masuk ke makam. Sudah terlalu sore juga, sehingga saya harus kembali. Sempat mampir ke pasar Kotagede dulu untuk mencari minuman untuk berbuka, sebelum akhirnya saya pulang ke rumah.

6 thoughts on “Jalan-jalan ke Kotagede”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge