Membatik

​Mendekati ujung jalan Malioboro terdapat toko Mirota Batik di sisi barat. Kalau kalian ke Jogja dan mencari oleh-oleh cenderamata, umumnya sih akan mampir ke sini.

Setiap kali saya ke Jogja, biasanya saya mampir ke sini. Bukan karena saya belanja, tapi karena menemani orang lain yang belanja. Tahun lalu waktu audisi Cherrybelle di Jogja, saya pun ke sini, bareng 3 member lama Cherrybelle dan beberapa crew. Hehe mereka sih belanja, saya cuma motrerin mereka.

Kalau kalian beruntung, saat berkunjung ke Mirota Batik, kalian akan bisa melihat demo membatik dari seorang ibu pengrajin. Saat kemarin ke sini, si ibu pengrajin masih ada.

DSCF6479

DSCF6480

Beliau menggoreskan canting dan melukiskan pola batik di atas kain putih. Sesekali ia meniup cantingnya setelah mencelupkannya ke lilin panas. Entah kenapa, segala kegiatan “menggambar” yang dilakukan secara manual seperti ini selalu bisa membuat saya takjub. Umumnya pola batik memiliki unsur geometri yang khas, dan melihat si ibu pengrajin melukis manual geometri itu tanpa alat bantu semakin membuat saya kagum.

DSCF6484

DSCF6485

Tentu ini pula yang menjadi salah satu alasan lebih mahalnya batik tulis daripada batik cap. Proses pembuatan yang lebih sulit, dan membutuhkan pengrajin yang lihai melukis. Ada pula proses pengerjaan batik yang dilakukan dengan sablon/cetak. Kalau ini sih tidak berbeda dengan sablon baju lainnya, hanya polanya saja yang berbeda.

Apakah kalian memiliki baju atau gaun batik? Batik tulis, batik cap, atau batik sablon?

DSCF6483

DSCF6482

One thought on “Membatik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge