Ketika Harus Mengganti Ponsel

​Lebih dari setahun ini saya menggunakan ponsel Xiaomi Mi3. Saya puas menggunakannya, sebandinglah dengan harganya. Namun seperti barang teknologi lainnya, lama-kelamaan ia akan tewas juga.

Saat saya berjalan di luar Senayan City, mencari Pokemon (halaaah…) tiba-tiba saja ponsel saya ini mati. Logo Mi kelap-kelip terus. Dimatikan dan dinyalakan lagi tidak bisa. Saya tekan flashboot (volume bawah + power) juga tidak bisa. Haha pusing juga karena segala sesuatu tergantung ponsel, lalu mendadak mati.

Setelah sampai di rumah, saya coba recover dengan menginstall ulang flash rom. Petunjuknya bisa dibaca di tautan ini. Instalasi berhasil, tapi saat dinyalakan logo Mi masih tetap kelap-kelip.
Xiaomi Mi4i

Sayangnya produk Mi3 saya ini bukan resmi dari Xiaomi Indonesia. Dulu malah saya beli sebelum Xiaomi resmi punya kantor di sini. Saya masih coba servis sih, di salah satu toko reparasi android di Roxy Mas. Kalau nyala, baru bayar. Nggak nyala, nggak bayar. Setelah dicek, ternyata batere di dalamnya sudah menggembung. Bisa sih baterenya diganti, tapi lebih baik saya cari pengganti ponselnya sekalian.

Sebagai penggantinya, saya beli Xiaomi Mi4i. Teman saya sempat ada yang bertanya, “Data elo di hape lama hilang semua dong?” Nah, justru saat ponsel saya rusak, saya malah nggak terlalu memikirkan data yang tersimpan. Semua foto, email, notes, contact di ponsel sebelumnya sudah otomatis ter-backup di cloud antah berantah sana. Yang jadi PR paling hanya menginstalasi ulang semua aplikasi dan mengupdatenya dengan versi terakhir. Meski pakai internet cepat, tetap butuh waktu kan.

Untuk foto di ponsel selalu otomatis ter-backup ke Flickr. Install saja aplikasinya, nyalakan fungsi auto uploadr. Nanti setiap foto atau gambar baru yang ada di ponsel akan otomatis terunggah saat ada wifi. Biasanya baru saya rapihkan malam hari dengan memasukkannya dalam album yang berbeda di Flickr. Foto-foto di Flickr pun terunggah dalam mode private, sehingga hanya bisa dilihat oleh pemilik akun saja.

Xiaomi juga punya cloud sendiri. Tinggal login, maka semua data notes dan message tersinkronisasi. Untuk contact, saya selalu mengandalkan Google. Ketika memasukkan akun Google saat login pertama kali di ponsel, semua contact dan preferensi saya sebelumnya ikut tersinkronisasi.

Yang saya tidak sangka malah ternyata WhatsApp pun melakukan backup database ke akun Google Drive saya. Jadi ketika saya masuk ke WhatsApp untuk pertama kalinya, akan muncul opsi untuk mengimport database dari Google Drive. Setelah proses import selesai, saya bisa menggunakan WhatsApp dengan preferensi dan history chat persis sama sebelum ponsel Mi3 saya rusak.

Sayangnya hal tersebut tidak terjadi untuk aplikasi LINE. Setelah saya login kembali di ponsel baru, history chat-nya pun hilang. LINE ternyata tidak melakukan sinkronisasi data chat ke servernya. Sepertinya semua data chat disimpan di local saja.

Untuk kalian yang pernah ganti ponsel, seberapa repot sih kalian mengembalikan data di ponsel lama ke ponsel baru?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge