Nonton Film Suicide Squad

Saya pertama kali kenal dengan grup Suicide Squad di tahun 1987, saat awal-awal membaca komik DC versi asli (bukan terjemahan). Saat itu konsepnya benar-benar baru bagi saya. Sekumpulan penjahat yang menjalani misi rahasia dari pemerintah, dengan imbalan pengurangan masa hukuman.

Untuk menjaga agar mereka tetap bekerja dalam koridor yang benar, ada chip bom ditanam di tangan mereka. Mereka juga dipandu oleh perwakilan tentara US dan hero, seperti Colonel Flag, Nightshade, dan Bronze Tiger. Sebuah konsep grup baru, di antara grup-grup superhero lainnya saat itu seperti Justice League, Titans, dan Outsiders. Saat itu penulisnya adalah John Ostrander, yang namanya diabadikan di film Suicide Squad sebagai nama salah satu bangunan.

suicide squad 1987
Suicide Squad versi 1987 (ada nama-namanya tuh)

Saat semalam menonton filmnya, saya suka karena konsep ini tetap dipertahankan. Melihat Amanda Waller yang tegas (baca: kejam) yang menjadi “komandan” grup di belakang layar. Seorang yang ahli bernegosiasi (baca: mengancam) demi suatu tujuan yang ia inginkan.

Suicide_Squad_Vol_1_10
Saya sedikit berharap menemukan adegan ini sih di film, tapi sayangnya tidak ada.

Deadshot di versi komik juga memegang peranan utama. Di tahun 1980-an saat masih ada komik Cypress (terjemahan bajakan DC), saya kenal karakter Deadshot saat berhadapan pertama kali dengan Batman. Asyik juga di versi film melihat keduanya sempat berhadap-hadapan, meski hanya sebentar. Aslinya, Floyd Lawton alias Deadshot berkulit putih. Di film, meski diperankan oleh Will Smith, saya tetap suka melihatnya. Justru Will Smith yang membantu supaya dialog di film ini jadi menyenangkan.

suicde squad deadshot
Komik yang pernah saya baca dulu waktu masih kecil banget.

Karakter Harley Quinn sih yang terlihat paling menonjol. Karakter ini pertama kali dulu muncul di serial animasi Batman Animated. Lalu mulai menjadi karakter favorit, sehingga DC pun memasukkannya dalam komik. Aroma romantisme antara Harley Quinn dan Joker ini terasa banget sakitnya. Sakit alias benar-benar sakit (baca: insane). Margot Robbie yang memang cantik dan berbadan seksi ikut membantu juga sih. Haha tapi meski cakep, tetap terasa menakutkan kalau ketemu cewek seperti ini di dunia nyata.

Ada banyak karakter lainnya di film ini, seperti: Katana, Captain Boomerang, El Diablo, Enchantrees, dll. Bisa dibilang hampir semua karakter mengikuti konsep di komiknya. Ini yang membuat saya suka dengan film ini. Berbeda dengan film Batman v Superman, dengan karakter Batman melakukan suatu aksi yang bertentangan dengan prinsip desain karakternya. Mungkin akan agak membosankan bagi sebagian orang saat bagian awal film, ketika karakter-karakter yang banyak ini dikenalkan. Namun saya sih cukup menikmati setiap intro karakternya.

suicide-squad-cast-photo-a

Film Suicide Squad memang punya beberapa plot hole. Ada beberapa bagian cerita yang saya pertanyakan logikanya. Namun itu tetap nggak mengurangi keasyikan saya menontonnya. Membuat cerita dengan banyak karakter pasti susah, dan saya rasa Suicide Squad cukup bisa menceritakan hampir semua latar belakang karakternya dengan baik. Hehehe tapi itu kan menurut saya yang memang sudah kenal dengan beberapa karakternya ya.

Hal lain yang saya suka dari film ini adalah grafisnya. Permainan tipe font dan animasi font saat mengenalkan karakter, hingga saat menampilkan subtitle bahasa purba dari si musuh, dan bahasa Jepang dari karakter Katana. Permainan warna-warni neon yang menjadi jembatan antara cerita sekarang dan flashback juga asyik. Grafis serupa sebelumnya bisa dilihat melalui beragam tema poster promonya yang warna-warni.

Suicide_Squad_Poster

Kalau saya diminta memberikan score, maka film ini 8/10. Jauh lebih bagus daripada film Batman v Superman, yang lebih kacau secara logika. Mestinya Suicide Squad bisa lebih baik lagi seandainya saya tidak terganggu dengan plothole ceritanya.

Oh ya, jangan tinggalkan bangku bioskop saat film habis. Di antara kredit film, akan ada cuplikan tambahan, sesuatu yang akan mengarahkan penonton ke film DC berikutnya.

suicide-squad-movie-villains

Sayang sekali pula dengan keberadaan film ini, beberapa karakter yang sempat dikenalkan di serial Arrow terpaksa dimatikan atau dihilangkan. Mungkin agar penonton tidak rancu saat menontonnya? Amanda Waller dan Deadshot sudah tewas di serial Arrow. Harley Quinn sempat dimunculkan sebagai teaser di akhir salah satu episod, tapi tidak ada kelanjutannya. Katana juga tidak pernah dimunculkan lagi.

Untuk yang mau lebih kenal dengan karakter di Suicide Squad, lihat juga video YouTube di bawah ini deh. Akan sangat membantu kalian untuk mengenal karakternya sebelum menonton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge