Tips Mengajak Seseorang untuk Difoto

Tulisan ini untuk lebih melengkapi cerita saya di Twitter kemarin, tentang pedekate dengan calon model. Untuk mengajak seseorang yang kita ingin foto untuk kebutuhan Portrait Photography, akan lebih baik kalau sebelumnya kita juga sudah punya portfolio atau contoh karya. Mungkin nggak harus bagus, tapi memadai dan nggak jelek-jelek amat. Namanya juga jualan, kalau barang yang dijual jelek, mana ada yang tertarik kan?

_MG_5601

Untuk awalnya, seringlah memotret teman atau saudara sendiri. Mereka pasti nggak akan keberatan lah. Pilih yang terbaik dan pajang di Instagram kalian. Kalau memang inginnya cari yang cantik, ikutan aja event foto model yang selalu ada setiap minggunya. Memang harus bayar sih, tapi di sini setidaknya kalian bisa belajar memotret tanpa harus mengarahkan si model harus bergaya seperti apa. Umumnya mereka sudah bisa. Bisa pilih event yang modelnya suka pose seksi, atau yang anggun, atau yang ala street. Tergantung selera kalian. Kalau saya sendiri, lebih suka memilih yang ala street, karena jujur saya nggak suka dengan model yang pose seksinya berlebihan, karena naturalnya sehari-hari mereka tidak berpose seperti itu. Setelah memotret mereka, jangan lupa minta email/WA dan ID Instagram mereka ya. Satu tips, jadilah yang pertama mengirimkan foto ke mereka, supaya nama si fotografer lebih tertanam di benak mereka.

Kalau saya dulu, lebih banyak muncul di event jejepangan dan sering motretin mereka yang di panggung. Dulu Twitter lebih populer, jadi saya post dan mention mereka di Twitter. Kalau sekarang, bisa dilakukan dengan post di Instagram Stories dan tag ke mereka. Kalau mereka suka, niscaya mereka akan meminta supaya foto-foto dikirimkan ke mereka juga, untuk mereka re-post. Ulangi lagi sampai 2-3 kali, sambil berkenalan lebih jauh lewat social media. Suatu waktu, coba tawarkan untuk bikin sesi foto dengan dia. Biasanya sih selalu mau, kecuali kalau ada kebijakan dari manajemennya untuk melarang sesi foto di luar ya.

Yang perlu diperjelas saat mengajak seseorang untuk pertama kali sesi foto adalah, kalau ini berupa kolaborasi. Semua foto menjadi milik bersama si fotografer dan si model, dan tidak dipakai untuk kebutuhan komersial. Kalau pun nantinya ada, sebaiknya ada izin terlebih dahulu dari pihak lainnya. Masing-masing ikut memberikan kredit di foto. Hasil foto juga jangan kelamaan dianggurin. Secepatnya diedit dan diberikan ke si model. Meski ini bukan kewajiban sih, tapi saya selalu mempersilakan si model untuk melakukan postingan pertama terlebih dahulu. Setelah si model post, baru saya yang post. Ini sebagai cara saya mengapresiasi kolaborasi ini.

_MG_5634

Kalau portfolio portrait sudah lumayan memadai, baru mulailah manfaatkan Instagram untuk mencari subjek foto baru. Kalau memang tidak ada budget, dan masih ingin fokus di kolaborasi, sebaiknya carilah (calon) model yang follower-nya masih di bawah 5.000. Cek juga galerinya, apakah sudah banyak foto yang dibuat melalui sesi foto, ataukah lebih banyak foto dokumentasi pribadi si model. Bila kalian menemukan yang model menarik, di bawah 5.000 follower, dan belum pernah ikut sesi foto, nah kontak-kontak saya yaa.. *eh.

Coba saja deh kirim DM ke Instagram mereka di profil ini. Perkenalkan diri kalian, lalu ceritakan kenapa kalian ingin memotret dia dan konsep foto apa yang ingin diangkat. Ini untung-untungan juga sih, karena banyak yang tidak memperhatikan DM request di Instagram. Itulah salah satu alasan kenapa memilih yang follower-nya masih sedikit, supaya probabilitas DM terbaca oleh si model lebih besar.

_MG_5790

Kalau akhirnya dibaca, tentunya si model juga tidak langsung percaya. Si model pastinya akan memastikan kalau dia nanti aman saat pemotretan, dan tidak ada modus tertentu dari si fotografer. Ia akan mengecek profil si fotografer terlebih dahulu. Kalau sebelumnya sudah banyak foto portrait dengan beragam wajah, tentunya faktor kepercayaan akan meningkat.

Saat sesi foto pertama kali, bisa dipastikan si model tidak akan sendiri. Dia bisa mengajak keluarganya, temannya, atau bahkan pacarnya. Jadi jangan sampai baper ya. Kan niatnya emang motret, bukan modus 🙂

One thought on “Tips Mengajak Seseorang untuk Difoto”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge