Instagram Growth Hacking.. Apaan Tuh?

Sudah banyak yang ngasih tutorial di internet tentang tips meningkatkan follower. Kalau kebanyakan saya baca isinya ya itu lagi itu lagi. Pakai hashtag yang tepat. Sering-sering nge-like dan komentar di akun lain yang setipe. Posting yang konsisten dengan tema yang serupa. Lalu postinglah pada waktu yang terbaik sesuai karakter follower kita. Kenyataannya, penambahan engagement dan follower setiap harinya nggak terlalu signifikan. Waktu kita pun terbatas. Tidak sempat berinteraksi dengan akun lain setiap saat.

Jargon growth hacking biasanya dipakai di dunia startup untuk meningkatkan pertumbuhan melalui kreativitas, otomatisasi, dan pemanfaatan data. Dalam konteksnya di Instagram, diadaptasi menjadi cara meningkatkan pertumbuhan follower. Tentunya secara organik ya, bukan dengan cara belanja follower yang biasanya nggak aktif. Kalau search kata “instagram growth hacking” akan ditemukan beberapa website yang menawarkan servis ini. Metode yang dilakukan aplikasi yang ditawarkan umumnya mirip:

  • Kita akan diminta menentukan hashtag yang relevan dengan postingan yang kita buat. Ada juga yang meminta kita menentukan akun lain yang populer tapi relevan dengan yang postingan yang kita buat.
  • Aplikasi ini akan melakukan pencarian foto berdasarkan hashtag atau berdasarkan follower dari akun lain yang populer itu.
  • Aplikasi ini akan melakukan like secara otomatis. Ada pula yang lebih canggih, bisa melakukan komentar secara otomatis. Kata-kata komentar ini bisa kita tentukan sendiri.
  • Aplikasi ini akan melakukan follow secara otomatis. Umumnya aplikasi ini juga akan melakukan proses unfollow secara otomatis terhadap akun tersebut setelah sekian hari.
  • Tujuan dari proses like, komentar, atau follow otomatis ini adalah untuk menarik perhatian akun pemilik foto tersebut. Kenyataannya cukup banyak pemilik akun Instagram yang suka mengecek balik akun yang melakukan like, komentar, atau follow. Kalau ia memang tertarik dengan postingan foto kita, ia pun akan follow kita.
  • Aplikasi ini sudah banyak yang pintar dengan tidak melakukan proses like, komentar, atau follow secara terus-terusan. Mereka akan melakukannya secara periodik, supaya tidak dianggap spam oleh Instagram.

Yang perlu diperhatikan saat memilih servis growth hack ini adalah, hampir semua servis meminta kita menulis login dan password Instagram kita. Mereka tidak menggunakan API otentikasi Instagram untuk mengambil login kita. Bisa jadi ini disebabkan karena Instagram tidak mengizinkan pihak ketiga untuk membuat servis semacam ini.

Jadi bila ingin mencoba servis semacam ini, ada baiknya kita mengganti password untuk sementara. Saat servisnya berakhir, segeralah ganti kembali password.

Alternatif lainnya yang (kayaknya) lebih aman adalah dengan menggunakan aplikasi extension dari Chrome. Sepanjang browser Chrome kita sudah login di Instagram, maka aplikasi ini bisa menjalankan servisnya. Contoh yang bisa dicoba adalah ini dan ini.

Mau coba? 🙂

One thought on “Instagram Growth Hacking.. Apaan Tuh?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge