Tips Menambah Follower Organik di Instagram

Saya bukan termasuk seleb di Instagram. Follower akun saya di Instagram hanya 4.000 sekian. Saya sebenarnya sudah memiliki akun di sana sejak pertama kali Instagram ada. Makanya bisa memiliki akun dengan hanya 5 karakter (@pitra). Sayangnya saya sempat vakum lebih dari sethaun di sana, lalu ketinggalan banyak saat Instagram mulai meroket di Indonesia di tahun 2015. Sejak tahun 2016 saya berusaha mati-matian bikin konten di Instagram. Saya sempat galau dalam memilih tema konten foto, hingga akhirnya saya putuskan untuk memperbanyak aktivitas foto portrait. Setiap akhir pekan, saya selalu jalan, mencari teman/model untuk diajak foto. Sekarang setiap harinya saya posting minimal 3 foto dengan wajah portrait yang berbeda-beda.

Namun ternyata konten bagus (ya bagus menurut saya tapinya ya) belumlah cukup. Ada ribuan orang lain di Instagram yang punya konten serupa dan saya harus bersaing dengan mereka. Untuk apa bisa bikin konten keren, tapi kontennya nggak banyak dilihat oleh pengguna lain? Kalau nggak ada yang lihat, tentu nggak ada yang like, apalagi mau follow.

Saya mau berbagi tips yang sudah saya jalankan selama setahun ini. Dahulu di bulan November 2016, follower saya dulu 1.800. Di bulan November 2017 ini 4.100. Grafik pertumbuhannya bisa dicek di Socialblade. Dibilang banyak sih belum, hehehe tapi namanya berbagi tips kan boleh.

Pasang Ads, Efektifkah?

Kalau akun Instagram kita sudah berubah menjadi akun bisnis, kita bisa mempromosikan postingan konten kita dengan biaya sesuai budget yang kita miliki, minimal Rp10.000 per hari. Dengan pasang ads, reach (jumlah user yang melihat) dari foto akan semakin besar. Targetnya bisa kita tentukan sendiri. Penentuan target yang salah, tidak terlalu berdampak pada jumlah reach. Hanya saja kalau targetnya salah, kecil kemungkinan mereka yang melihat akan memberikan like, apalagi follow.

Jika tujuan kita adalah untuk mengenalkan akun dan bisnis yang kita miliki di Instagram, pasang ads cukup efektif. Namun sangat kecil kemungkinannya mereka akan follow akun kita.

Dipromosikan oleh Teman

Lebih efektif dengan cara seperti ini sih. Saya pernah minta teman saya dengan follower 10.000 ke atas untuk mempromosikan akun saya melalui Instagram Story-nya. Hasilnya cukup lumayan kok.

Cara lain yang paling sering saya lakukan adalah dengan memotret mereka yang sudah punya follower lebih banyak. Saat mereka memposting jepretan saya, mereka biasanya akan menulis kredit akun saya, atau men-tag akun saya. Coba mampir ke akun saya di Instagram lalu lihat foto-foto yang men-tag saya. Lumayan banyak. Karena alasan ini pula, makanya saya aktif memotret setiap akhir pekan. Supaya bisa ikut “nebeng” terkenalnya mereka.

Interaksi dengan Akun Lain

Interaksi tidak melulu harus menunggu orang lain untuk datang memberi like dan komentar. Kita bisa inisiatif melakukannya lebih dulu. Tidak usah berpikir jauh, apakah mereka akan melihat balik profil kita dan memberikan like. Lakukan saja terlebih dulu. Seseorang yang aktif di Instagram pernah cerita kalau dia memberikan ratusan, bahkan ribuan, dalam sehari. Agak repot ya kalau kita harus melakukan hal itu setiap saat, karena waktu kita terbatas setiap harinya.

Untuk ini saya minta “bantuan” mesin. Ada beberapa tools yang bisa dipakai untuk mengotomatisasi proses like berdasarkan hashtag. Saya sudah menuliskan tentang hal ini di postingan sebelumnya. Ternyata cukup banyak yang akhirnya follow saya setelah dipancing dengan memberikan like ke beberapa foto mereka.

Algoritma Instagram agak susah ditebak sebetulnya. Terkadang ada foto saya yang mendapat angka likes jauh di atas rata-rata, padahal menurut saya tidak ada yang signifikan berbeda dibandingkan foto saya lainnya. Dugaan saya ini terjadi bila secara kebetulan terjadi hal berikut: foto saya mendapat like dari akun dengan follower besar, dan di saat yang sama banyak follower akun tersebut yang juga lagi aktif di Instagram, sehingga foto saya muncul di tab explore Instagram mereka. Begitu like meningkat dalam waktu cepat, foto itu akan muncul terus di sana, sehingga imbasnya like yang diterima semakin banyak pula. Namun ini dugaan ya. Entah bagaimana membuktikannya, hanya Instagram yang tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge