Medan Merdeka Barat di Pagi Hari

Hari Rabu pagi kemarin saya ke gedung RRI Jakarta di Jl. Medan Merdeka Barat, untuk mendokumentasikan Teenebelle yang siaran di sana. Saat itu pukul 8 lewat. Masih ada banyak waktu sebelum acara dimulai, karena saya sampai di halte bus Monas kepagian. Sambil menunggu, saya duduk cukup lama di dalam halte dan mengamati sekitar.

Menyenangkan sekali suasana pagi saat itu. Cerah. Lalu lintas di sekitar Monas sepi. Lebih banyak bus Trans Jakarta yang lalu lalang daripada mobil yang berlalu. Coba ya setiap sudut kota Jakarta bisa sesepi ini. Enak rasanya menikmati hawa Jakarta seperti ini. Saya pun beranjak ke luar dari halte.

_MG_8400

Perjalanan pun berlanjut

Nostalgia Melalui WhatsApp Group

Kini WhatsApp sudah menjadi aplikasi lumrah untuk berkomunikasi dengan banyak orang, menggantikan BBM yang pernah populer. Saya sendiri lebih banyak menggunakannya untuk berkomunikasi urusan pekerjaan.

Seiring digunakan makin banyak orang, group di WhatsApp saya pum bertambah. Setelah group pekerjaan, kini ada group keluarga dan alumni. Jujur hampir semua group itu tidak saya baca setiap saat. Group alumni apa lagi. Kontennya terlalu berisik. Saya bergabung demi menjalin silaturahmi saja. Ngobrol di sana pun sangat jarang.

Buat saya yang dihujani banyak konten dari banyak kanal social media, saya memang harus memilih mana yang lebih diutamakan. Namun tentunya ini berbeda dengan kedua orang tua saya. Baik Bapak dan Ibu saya bisa dibilang aktif di group WhatsApp keluarga dan alumninya masing-masing. Bagi mereka, komunikasi di group benar-benar mendekatkan mereka yang sudah lama terpisah oleh jarak dan waktu.

Lanjut dengerin cerita tentang Bapak saya

Jalan-jalan Menyusuri Cikini

1452833876284

Hari minggu kemarin saya ikutan event jalan-jalan yang diselenggarakan oleh @JKTGoodGuide. Rute jalan-jalan (dengan kaki ya) ini menyusuri Cikini. Event ini gratis, meski diharapkan kalau kalian puas dengan guide yang diberikan, kalian bisa memberinya tips.

Selain rute Cikini, ternyata @JKTGoodGuide sebelumnya juga sudah pernah mengadakan event serupa dengan rute pusat kota Jakarta, kota tua, Pecinan Glodok, dan Menteng. Semuanya kawasan historis yang punya cerita. Para guide ini mengaku kalau mereka bukan historian. Jadi mereka tidak paham dengan detil cerita yang terjadi di suatu situs. Namun setelah mendengar mereka bercerita, jelas mereka lebih banyak tahu daripada saya hahaha..

Terus jalan-jalannya kayak gimana?

6 Tips Memotret Solo atau Band

Pengalaman memotret penyanyi solo atau band pasti berbeda dibanding memotret grup idol. Kalau motret grup idol kan subjeknya banyak. Walaupun kita diam di tempat pun, pasti masih bisa dapat banyak shot yang berbeda. Apalagi mereka suka bergerak ke sana ke mari dengan koreografi yang menarik untuk difoto.

Nah berbeda kalau kita memotret seorang penyanyi solo atau band yang cenderung diam di tempat. Subjeknya pun itu lagi itu lagi. Kalau kita diam di tempat, shot yang didapat pasti sangat sedikit variannya. Lalu biasanya apa yang saya lakukan?

Berikut ini beberapa tips supaya shot yang diambil bisa lebih bervariasi:

1. Ambil sudut pandang yang berbeda.

Kalau memotret yang pengunjungnya ramai seperti Raisa, saya biasanya sudah menunggu di posisi yang menurut saya andalan. Makin dekat panggung makin baik. Selama dua lagu pertama saya habiskan shot di sana. Setelah itu saya baru pindah titik pemotretan. Ke sisi panggung, kanan panggung, bahkan kalau lokasinya di mall, saya naik ke lantai atas untuk memotret suasananya. Kalau memungkinkan coba juga mengambil dari arah belakang, untuk memperlihatkan keramaian penonton di depan panggung.

IMG_6340

Tips lainnya apa aja ya

Tahun Baru Bersama JKT48 di Alam Sutra

Kalian bermalam tahun baruan minggu lalu di mana? Biasanya saya sih di rumah. Terakhir jalan ke luar dua tahun lalu rasanya. Namun di penghujung 2015 kemarin saya ikut dengan keramaian di halaman luar Mall @ Alam Sutra.

Karena biasanya di sana jam 6 sore sudah macet, maka saya dan teman-teman berangkat sejak jam 2 siang. Sekalian nyobain untuk pertama kalinya pakai Uber. Lumayan, Tomang – Alam Sutra ternyata cukup Rp.72.000 saja. Sesampai di sana, sambil menunggu waktu, kami makan siang, eh sore. Bahkan kami masih sempat dulu nonton bioskop di sana.

Pohon natal raksasa menghiasi area luar mal, menjadi latar belakang panggung acara. Seperti biasanya, para pejuang fotografer JKT48 sudah nongkrong di lokasi sejak sore, meski JKT48 baru akan mulai perform jam 21:00. Kali ini saya nggak pengin ngoyo kayak biasanya. Mau motret santai saja. Dari tengah belakang, pakai bangku.

IMG_7394

Kemeriahan tahun barunya baru dimulai nih