The Walk

See u bye bye Malang ??? #Novichibi #cherrybelleaudition2015 #vscocam ? by: @pitra

A photo posted by Novi Chibi (@noviherlina) on

She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that’s best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes;
Thus mellowed to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.

One shade the more, one ray the less,
Had half impaired the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o’er her face;
Where thoughts serenely sweet express,
How pure, how dear their dwelling-place.

And on that cheek, and o’er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent!

Lorn Byron, 1814 (from Hebrew Melodies, 1815)

Memotret di Kegelapan

Semalam saat makan-makan bareng usai event audisi Cherrybelle di Malang Town Square, ada kebutuhan untuk foto-foto dan rekaman video, karena ada yang barusan ulang tahun. Masalahnya, kita semua makan di ruang luar, dengan cahaya yang seadanya. Nggak mungkin motret dan rekam video dalam kondisi ini. Nggak akan kelihatan apa-apa. Saya sih bisa pakai flash (meski sebetulnya saya menghindari banget pakai flash). Namun tetap saja, untuk video akan butuh lampu tambahan.

Untunglah pihak pengelola bersedia meminjamkan lampu yang bisa dipasang fleksibel. Haha baguslah, jadinya nggak gelap total. Saya tetap memotret tanpa flash.

Foto-foto ini pasti akan diminta saat itu juga untuk di-share di social media. Jadi saya perlu mengantisipasi tone warnanya. Untuk lebih mengurangi warna yang terlalu jingga (yang biasanya terjadi kalau motret malam), saya set white balance di tungsten light 3200K. Biasanya sih saya selalu pakai AWB (auto white balance) lalu saya edit belakangan di Lightroom. Namun karena ini diminta cepat, dan saya nggak bawa notebook, antisipasi awal sebaiknya sudah saya lakukan di kamera. ISO saya set di 8000 dan f 4. Saya usahakan supaya masih bisa memotret di kecepatan 1/125. Untuk di social media, saya nggak terlalu memikirkan noise, karena toh nggak akan terlalu kelihatan untuk ukuran kecil. Setelah foto saya pindahkan ke ponsel, saya edit tone dan angkat sedikit warnanya menggunakan aplikasi VSCO.

Hasilnya seperti apa? Ini beberapa di antaranya.

Update: berikut ini video ulang tahun Angel Chibi 🙂

sen·su·ous

“I believe in the imagination. What I cannot see is infinitely more important than what I can see.” ~Duane Michals, Real Dreams.

That quote probably would represent the photo galleries below. Taken few months ago on the islands at northern part of Jakarta. See more of them at this Flickr gallery. You need to have a Flickr account first before accessing the gallery. And please check your back, don’t let your boss or your parents see this one.

IMG_5429

IMG_7203

IMG_7105

IMG_5587

Life with XL

Sudah entah berapa tahun lamanya saya menggunakan nomor XL. Mungkin saking lamanya kali ya. Secara perlahan, identitas nomor XL ini mulai menggantikan nomor lama saya, mengingat hanya nomor ini sajalah yang saya pakai untuk kebutuhan akses data. Artinya, semua akses komunikasi mobile saya melalui email, WhatsApp, Line, Twitter, dan Facebook, hanya nomor XL ini sajalah yang saya pakai.

Dulu saya agak enggan memberikan nomor yang saya pakai untuk WhatsApp ke klien. Nomor ini hanya saya berikan ke keluarga dan teman-teman dekat saja. Saya selalu berupaya memberikan nomor lama saya ke klien, sehingga mereka hanya bisa mengontak saya melalui SMS. Hahaha, tapi akhirnya saya yang menyerah terhadap kecepatan zaman. Beberapa klien (yang baik) saya bagi nomor XL saya. Komunikasi melalui chat di WhatsApp nggak dipungkiri lebih cepat dan praktis. Di sisi buruknya, kalau dapet omelan juga jadi lebih cepat ya hahaha…

Saya termasuk pengkonsumsi internet yang cukup berat, bahkan mungkin bisa dibilang adiktif. Adalah suatu keajaiban jika saat saya di luar rumah atau kantor, dan saya tidak sedang melakukan aktivitas khusus, mata saya tidak menatap ponsel lebih dari 5 menit. Jari-jari saya menggeser layar ponsel, mengganti-ganti antara Twitter, WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, dan Flickr. Padahal ujung-ujungnya saya hanya men-scroll dan membaca, tapi tidak mem-post sesuatu. Apalagi bila ada cerita atau berita menarik yang menjadi percakapan di Twitter. Sepertinya kalau percapakannya sudah terjadi lewat dari satu jam, sudah menjadi hal yang basi untuk diikuti.

Saya bisa menggunakan koneksi kabel yang cepat baik di rumah atau kantor. Namun saat di perjalanan, andalan saya hanya satu ponsel yang menggunakan koneksi XL, yang mau nggak mau harus saya terima dalam kondisi apapun (kayak jodoh aja ya). Saat dalam perjalanan naik bus Trans Jakarta dari rumah ke kantor pun saya sudah hapal titik mana yang sinyal XL-nya kuat, dan titik mana yang tidak ada data masuk sama sekali. Biasanya saat mendekati jembatan Semanggi, saya menghentikan aktivitas saya di depan ponsel, karena di situlah titik terlemah sinyal XL selama perjalanan saya. Melewati jembatan Semanggi, sinyal XL akan kembali menguat.

Hingga saat ini saya selalu rutin menggunakan paket HotRod 3G+ bulanan 3 GB seharga Rp. 49.000. Ini sudah sangat cukup (sebetulnya), karena ini hanya dipakai saat saya mobile. Kenyataannya sih, baru sampai 3 minggu sekarang sudah selalu kehabisan kuota. Lebih dari 80% pemakaian data saya ada di aplikasi Twitter. Bisa jadi ini akibat semakin banyaknya konten visual di Twitter, terutama semakin didukungnya fitur Animated GIF dan video di Twitter.

Saya jarang membeli paket bulanan 5,1 GB seharga Rp 99.000, karena dengan nilai rupiah yang hampir sama, lebih baik saya membeli paket 2 x 3 GB daripada 5,1 GB. Hihihi betul kan? Pembelian paket 5,1 GB baru saya lakukan bila saya membutuhkan akses roaming di luar negeri. Karena kalau hanya untuk perjalanan 1-2 hari, masih lebih murah dan praktis menggunakan nomor XL (terutama untuk negara-negara yang operatornya sudah bekerja sama dengan XL dan Axiata group ya).

Saya mungkin termasuk orang yang agak susah untuk mengganti nomor. Buat saya, mengganti nomor telpon bisa menghilangkan kesempatan yang akan muncul. Jadi hingga saat ini sepertinya saya masih akan terus menggunakan nomor XL. Saya yakin semua operator, mau warna apapun, punya kekuatan dan kelemahan. Tidak ada operator yang bisa kuat di semua lini. Yang ada hanyalah, kekuatan apa yang dimiliki si operator yang memang cocok dengan kebutuhan kita saat ini.  Buat kebutuhan saya saat ini, apa yang ditawarkan XL melalui paket datanya sudah sangat memadai.

Semoga saja di tahun ke-19-nya ini, XL Axiata bisa semakin kuat. Selamat ulang tahun XL Axiata!

DSCF2852

Bermain dengan Lensa Helios

Sekitar 2 minggu lalu saya iseng beli mainan baru (halah, iseng). Mainan itu berjudul lensa manual Helios 44-2 58 mm. Lensa lama buatan Rusia ini memang sudah tidak diproduksi lagi. Orang biasanya mencari dari lapak barang second. Saya menemukan lensa ini di toko MasterLensa.com di STC Senayan lantai 1. Ternyata di sana banyak sekali dijual lensa manual second. Plus, kalau kalian butuh lensa manual kalian diservis, juga bisa datang ke sana.  Saya membeli lensa Helios 44-2 58 mm seharga Rp. 800.000,00 + mount + cap, sehingga total Rp. 900.000,00.

IMG_20150926_115451_HDR

Hari Sabtu lalu saya mencoba lensa ini dengan memotret Kei Andinta. Fokus lensa Helios dilakukan dengan cara manual, alias berdasarkan kepekaan mata melihat di viewfinder. Tidak ada motor yang biasanya membantu menemukan titik fokus saat memotret. Susah? Hahaha… Banget, kalau memang belum terbiasa. Alhasil, di awal-awal banyak jepretan saya yang tidak fokus.

Lensa Helios ini memang murni lensa manual, dengan segala ketidaksempurnaannya. Namun ketidaksempurnaan ini yang malah membuatnya menjadi unik. Misalnya, saat menampilkan bokeh di background, perhatikan tepian hasil foto deh. Akan terlihat agak swirly (berputar) bentuk bokeh-nya. Atau kadang suka terlihat bocoran cahaya saat memotret subjek dengan kondisi backlight.

Kemarin sore saya sempat mampir ke Frisian Flag Cafe, sebuah kafe temporer untuk promosi Susu Bendera, di halaman depan fX Sudirman. Saya sempat memotret beberapa objek di sana dengan menggunakan lensa Helios ini. Galeri keseluruhan foto-foto di Frisian Flag Cafe ini bisa dicek di galeri Flickr ini.

IMG_7601

IMG_7611

IMG_7606

IMG_7615

IMG_7599

IMG_7616

IMG_7619