Terpikat Teenebelle

Mungkin banyak yang sudah tau dari postingan awal-awal di blog ini kalau saya suka ngulas JKT48. Namun akhirnya setelah 3 tahun akhirnya saya merasa sampai di titik jenuh. Kalau dulu saya suka mengikuti setiap kejutannya, sekarang semua kejutan itu malah menjadi rutinitas berulang, yang kurang membuat saya tertarik lagi. Theater dengan setlist baru pun belum membuat saya untuk langsung menontonnya. Obrolan di fandom pun sudah tidak semenyenangkan dulu. Satu-satunya hal yang membuat saya masih suka grup ini hanyalah ketika ada kesempatan bagi saya untuk memotret mereka saat live performance. Sepertinya hanya itu.

Berawal dari event JXperience setahun lalu di Summarecon Mal Bekasi, saya berkenalan dengan grup-grup idol alternatif lain yang menarik. Salah satunya Lumina Scarlet yang ternyata punya basis fans yang sangat loyal dan hard core. Ada pula Wish yang sudah punya banyak lagu original tapi sayangnya belum pernah dapat kesempatan eksposur lebih luas.

Makin ke sini saya makin banyak kenal dengan grup idol alternatif lokal. Meski mereka punya cukup banyak fans, namun sayangnya memang belum ada yang kuat secara kapital dan jaringan promosi untuk menandingi JKT48. Padahal banyak di antara mereka yang berkualitas bagus.

IMG_0092
Teenebelle

Lalu datang HK Fest beberapa bulan lalu. Kebetulan saya kenal dengan penyelenggaranya. Plus saya suka dengan visi event ini, untuk mengumpulkan dan mengenalkan beragam grup idol alternatif ini di satu tempat. Sesuatu yang belum pernah dilakukan di banyak event Jejepangan lainnya. Makanya dulu saya sukarela bantu mereka sebisa mungkin (bahkan sampai tumben-tumbennya saya melewatkan konser JKT48). Detil tentang acara ini bisa dibaca di postingan saya yang ini.

IMG_0312
Rika

Di HK Fest itu untuk pertama kalinya saya mengenal Teenebelle. Grup berisikan 9 gadis muda ini adalah bentukan dari CBM, yang juga menaungi Cherrybelle. Melihat mereka membawakan beberapa lagu secara live dengan suara yang bagus, membuat saya kagum. Apalagi saat melihat salah satu personilnya ikut bermain keyboard. Sejak hari itu, saya mencoba mengenal lebih jauh personil Teenebelle. Ada Rika yang tertua sekaligus merangkap sebagai Leader di grup. Ada Yoriko yang termuda, tapi paling jago berbahasa Inggris. Ada Adel dan Abel yang ikut memperkuat warna suara grup. Lalu ada Paulina (Olin), Kikies, Livia (Pia), Shieren (Cileng), dan Fannie (Cipan) yang membuat warna grup ini lengkap dari unsur suara dan wajah.

IMG_0282
Yori

Setiap kali Teenebelle perform, saya mencoba menyempatkan diri untuk datang, melihat, dan memotret. Ketika mereka menjadi pembuka event Indonesia Balloon Art Festival di Citraland, saya datang. Lalu ketika mereka juga menjadi pembuka event NgaShow Sariayu di Gandaria City, saya juga datang. Beberapa kali juga saya datang memotret mereka saat live di Dahsyat. Setiap kali saya datang, saya mencoba mengajak teman-teman IdolGrapherID untuk ikutan datang dan memotret. Ternyata semakin lama semakin banyak yang tertarik datang untuk memotret. Saya percaya kalau hasil foto itu bisa mengobati rasa kangen, terutama untuk fans yang belum berkesempatan melihat Teenebelle langsung. Makanya, semakin banyak yang memotret dan membagi hasilnya di social media, secara nggak langsung akan membuat nama Teenebelle dikenal lebih banyak orang, sekaligus menjadi obat kangen bagi fans lamanya.

IMG_0273
Adel

Di antara sekian banyak perform Teenebelle, yang paling keren adalah event yang saya datangi hari Minggu kemarin. Teenebelle berkolaborasi dengan event fashion show yang diselenggarakan oleh Lippo Mall Kemang dalam rangkaian ulang tahun mall ini yang ketiga. Panggung berupa catwalk yang sekaligus menjadi tempat peragaan busana pria, perempuan, dan anak-anak. Aksi peragaan busana pun dibuat dengan fun. Para model pria melakukan atraksi modern dance. Lalu ada pula para model perempuan yang murah senyum, sambil membawakan balon merah. Untuk peragaan busana anak, model yang dipilih adalah anak-anak selebriti seperti Rossa, Indy Barends, dan Mona Ratuliu.

IMG_0280
Abel

Sesekali peragaan busana diselingi oleh perform Teenebelle yang membawakan secara keseluruhan 6 lagu secara live. Lagu yang mereka bawakan adalah: Cinta Monyet, Mimpi, Let It Go, Pelangi, Tersenyumlah, dan Happy Friends. Semua lagu, kecuali Let It Go, diambil dari mini album perdana mereka. Untuk sebuah pertunjukan yang diselenggarakan di dalam mall, pencahayaan panggung catwalk sangat luar biasa. Putih terang, dengan sesekali efek warna biru untuk memperkuat tone. Selama perform, member Teenebelle sesekali berkumpul di belakang, lalu sesekali mereka serempak maju dan menghibur pengunjung yang berada di kiri dan kanan catwalk. Penampilan mereka memang luar biasa. Banyak pengunjung mall berhenti dan ikut menyaksikan mereka. Para selebriti yang hadir saat itu juga terlihat terpukau melihat mereka.

IMG_0211
Fannie

Semoga saja berikutnya Teenebelle bisa mendapat kesempatan perform spesial seperti kemarin. Apalagi bisa disaksikan langsung oleh musisi sesenior Rossa. Kebanyakan member Teenebella memang masih di bawah 18 tahun, tapi mereka punya talenta yang luar biasa.

Jadi yuk, sesekali cobain datang lihat Teenebelle. Orang Jawa bilang, “Seeing is Believing.” Jadi mendingan kalian lihat langsung sendiri. Seperti banyak anak IdolGrapherID lainnya, saya yakin kalian akan tertarik, dan penasaran untuk melihat mereka lagi dan terus lagi.

Foto-foto Teenebelle di Lippo Mall Kemang lainnya bisa dicek di galeri Flickr ini.

IMG_0228
Paulina

IMG_0330
Kikies

IMG_0325
Shieren

IMG_0174
Livia

Bricks Versi Indonesia Ala Emco Brix

Kalian pasti tahu Lego kan? Lego memang leading brand untuk permainan berbasis bricks. Beberapa tahun belakangan ini makin banyak merk lain yang terjun di kategori sama, dengan harga yang jauh lebih miring. Kebanyakan merk-merk ini berasal dari Tiongkok (apa sih yang nggak bisa dibuat di sana?). Sebut saja merk Decool, SY, Lele, Wange, Sluban, dan masih banyak lagi. Masing-masing merk mengeluarkan serinya sendiri. Ada yang meniru Lego, namun banyak juga yang berinovasi dengan memasuki segmen yang tidak ada di Lego, seperti seri militer misalnya.

Ada satu merk bricks yang belakangan ini menjadi perhatian saya. Nama merknya Emco. Merk ini dijual resmi di banyak toko mainan di Jakarta. Saya bahkan mengira kalau ini merk dari luar yang diimpor ke Indonesia. Seri Dino Brix dari Emco Brix yang dijual saat event toys fair beberapa bulan lalu menyadarkan saya akan keberadaan merk ini. Desainnya bagus dan punya part yang unik. Saya sempat membeli semua seri dan memajangnya di rumah.

image

Tadi siang saya sempat mampir ke Mall Kota Kasablanka (Kokas). Emco Brix ternyata buka booth di lobi mal. Lumayan besar juga booth-nya. Di sini Emco menampilkan produk terbaru mereka, seri khusus Indonesia. Sebelumnya saya pernah lihat contoh produknya saat pameran mainan beberapa bulan lalu. Namun belum ada yang dijual saat itu.

image

Seri khusus Indonesia ini menampilkan beberapa macam desain. Yang jadi unggulan adalah Monumen Nasional (harga Rp.299.000,-). Lalu ada Metro Mini (harga Rp.199.000,-). Selanjutnya ada Bajaj warna biru dan merah (harga masing-masing Rp.69.000,-). Ada juga Pangkalan Ojek (harga Rp. 69.000,-). Sebetulnya masih ada lagi Pedagang Kaki Lima, tapi produknya belum ada di rak. Menarik sih ide produk yang disajikan. Lalu bagaimana dengan kualitas produknya sendiri?

image

Saya bersama keponakan saya yang berusia 7 tahun baru sempat memasang Monumen Nasional. Saya baru tahu kalau ternyata produk ini hanya dibuat terbatas 3.000 unit. Ada sertifikat yang menyertai produk dengan nomor urut.

Dokumentasi pemasangannya cukup jelas dan mudah dimengerti. Namun bagi keponakan saya (yang sudah terbiasa memasang Lego sendiri), ada beberapa visual yang membingungkan. Jadi, pastikan ada yang mendampingi kalau anak Anda yang berniat memasangnya sendiri.

Yang membuat Lego unggul adalah kualitas bahan bricks-nya. Saat ditempel akan langsung melekat erat, sehingga bisa menguatkan satu sama lainnya. Saat saya tadi memasang Monumen Nasional, kelekatan bricks menjadi masalah tersendiri. Beberapa harus ditekan cukup keras supaya akhirnya bisa menempel rapat. Bricks panjang dengan lebar hanya 1 grid adalah yang paling sulit untuk dilekatkan. Keponakan saya pun ikut merasakan sulitnya karena jempolnya belum cukup kuat untuk menekannya supaya bisa menempel dengan bricks di bawahnya.

image

Desain Monumen Nasional berbeda skala dengan Bajaj, Metromini, dan Pangkalan Ojek. Buat saya hal ini tidak menjadi masalah sebetulnya, hanya saja akhirnya tidak bisa dijejerkan dengan koleksi bangunan yang sudah saya punya. Namun untuk ukuran bangunan berskala mini, desain Monumen Nasional ini sudah lumayan bagus.

Yang saya sama sekali tidak suka dari Emco Brix ini adalah desain mini figure-nya. Saya paham kalau Emco Brix tidak bisa membuat desain yang persis dengan Lego, karena terkait masalah hak cipta. Namun pemilihan warna baju dan kulit mini figure yang saya dapatkan dari Monumen Nasional sungguh jelek. Begitu saya lihat, langsung saya singkirkan jauh-jauh. Lebih baik saya membeli mini figure City versi SY atau Lele untuk nanti saya gabungkan di sini.

Dengan segala kekurangannya saat ini, setidaknya saya salut dengan inisiatif Emco Brix untuk membuat produk yang erat dengan konteks budaya lokal. Saya sangat berharap akan ada lebih banyak lagi seri seperti ini, dengan tentunya ada perbaikan kualitas produk ya.

image

Pameran Emco Brix di Kokas masih akan berlangsung hingga tanggal 23 Agustus. Selain seri Indonesia, juga ada banyak seri lainnya, seperti Robo, Military, City, dll. Meski saya heran, kenapa seri Dino Brix (yang pernah saya beli dulu, dan saya sangat suka) kok malah nggak ada ya. Di pameran ini juga dijual bricks dalam bentuk plastikan. Pilih saja bricks yang kalian mau, lalu nanti akan ditimbang. Per 1 gram dikenakan harga Rp.800,- dengan ketentuan pembelian minimal sebanyak 50 gram. Varian bricks juga jauh lebih beragam dibanding saat dijual di pameran mainan beberapa bulan lalu. Kini variasi warnanya pun lebih banyak dan lebih enak dilihat.

Jadi sempatkan mampir ke sana untuk lihat-lihat ya!
image

Memotret Panggung dengan Fujifilm X100S

Coba baca artikel menarik ini deh, tentang kecintaan seseorang akan kamera DSLR-nya lalu bimbang menggunakan kamera mirrorless, tapi akhirnya lebih sering pakai DSLR-nya kembali. Apa yang saya rasakan mungkin nggak jauh berbeda dengan itu.

Sudah lama banget saya pakai Canon 5D Mark II. Kamera ini dengan beberapa lensa yang saya punya sudah sering menemani saya memotret berbagai situasi. Kalau untuk jalan-jalan, memang saya bisa pilih antara 5D saya atau kamera mirrorless Fujifilm X100S saya. Demi kepraktisan biasanya saya cenderung membawa yang mirrorless. Namun kalau untuk kebutuhan motret stage, sudah pasti saya memilih 5D, karena saya butuh lensa zoom untuk itu. Kamera X100S hanya memiliki lensa fix 23 mm yang tidak bisa diganti-ganti.

Lalu apakah X100S tidak bisa dipakai untuk memotret stage? Itu yang saya tantang ke diri saya sendiri kemarin. Kebetulan hari Selasa, 7 Juli 2015 kemarin ada event buka puasa bersama aplikasi Yogrt. Di event ini ada acara ngobrol-ngobrol bareng Raditya Dika, dan ditutup oleh performance grup GAC (Gamal Audrey Cantika). Saya coba memotret aksi GAC dengan X100S.

Kesimpulan yang bisa saya ambil sementara ini:

  • Lensa X100S kan fix, hanya 23 mm, jadi cuma bisa untuk pengambilan jarak dekat. Untuk kondisi stage ala di kafe atau bar sih masih bisa motret pakai ini. Namun untuk memotret stage besar yang biasanya dibatasi oleh media pit, yang akan didapat hanya gambar wide, tidak bisa fokus ke salah satu personil.
  • Jumlah penonton juga berpengaruh. Karena event Yogrt ini bersifat undangan terbatas, maka yang menonton juga tidak banyak. Saya bisa bebas bergerak ke sana ke mari, bahkan bisa mendekati GAC. Jadi tidak masalah memotret mereka dengan lensa fix 23 mm.
  • X100S memiliki bukaan hingga f 2, tapi akhirnya jarang saya pakai. Saya tetap pakai f 4, karena saya khawatir tidak bisa mendapatkan fokus. Apalagi kondisi pencahayaan gelap, bisa menyulitkan auto focus.
  • Saat memotret saya mencoba tanpa built-in flash dan dengan built-in flash X100S. Ternyata hasilnya lebih bagus dengan built-in flash. Terlalu gelap bila tanpa flash. Sebenarnya memang sangat tidak dianjurkan memotret stage dengan flash, karena bisa mengganggu performance musisi. Namun karena ini event undangan terbatas, saya membenarkan diri saya sendiri untuk memotret menggunakan flash. Hahaha sebaiknya jangan ditiru sih ya. Kalau ini di event besar, sudah pasti saya akan urung menyalakan flash sih.
  • Salah satu kesalahan saya kemarin adalah menggunakan ISO 6400. Tadinya saya pakai ISO 6400 demi mengejar tanpa flash. Lalu setelah akhirnya saya putuskan pakai flash, saya lupa menurunkannya. Kalau sudah pakai flash, sebetulnya pakai ISO 400 atau 800 mungkin juga sudah cukup. Konsekuensi penggunaan ISO tinggi adalah noise foto akan lebih terlihat.

Lalu bagaimana hasil-hasil foto GAC di Yogrt? Berikut ini beberapa foto pilihan. Untuk lebih lengkapnya, silakan cek galeri Flickr saya di sini.

DSCF3454

DSCF3466

DSCF3445

DSCF3449

DSCF3489

Keramaian di HK Fest 2015

Banyak teman menyebutkan kalau hari Sabtu, 13 Juni 2015 kemarin adalah Hari Idol Nasional. Kebetulan memang di hari itu, ada 4 event yang berhubungan dengan jejepangan dilaksanakan di hari yang sama. Bisa jadi karena Sabtu kemarin memang weekend terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan. Grup JKT48 bikin konser di Kelapa Gading sejak siang hingga malam (4 show). Namun saya dan banyak teman lainnya – yang biasanya kalau ada konser JKT48 selalu menonton – kali ini malah tidak menyaksikan satu show-nya pun. Saya memilih untuk ikut meramaikan event Happy Kingdom Festival 2015 (cek hashtag #HKFest2015 di Twitter) yang digelar di fX Sudirman.

IMG_1598Press Conference #HKFest2015

Terlepas dari event #HKFest2015 ini adalah hajatan teman-teman sendiri, saya sejak awal memang menyukai konsepnya. Sudah beberapa kali saya datang ke event jejepangan yang menghadirkan idol lokal (indie) sebagai bintang tamunya, namun belum pernah ada event khusus yang spesifik mengumpulkan dan menampilkan mereka semua. Biasanya penyelenggara selalu menggabungkannya dengan cosplay, dance cover, karaoke, atau apapun sehingga tidak fokus mengangkat idol lokal ini sebagai bintangnya. Nah, inilah yang membuat #HKFest2015 terlihat unik. Fokus event ini adalah menampilkan idol lokal. Bintangnya adalah idol lokal itu sendiri.

IMG_2590
Rachel Florencia

IMG_2828
Marthina Meliana

HK saat ini memang memiliki talent idol yang mereka kembangkan sendiri, yakni Rachel Florencia dan Marthina Meliana. Saya yakin mereka juga sadar kalau mereka nggak bisa maju sendiri. Event #HKFest2015 ini memang event yang mereka buat, namun yang saya suka adalah, event ini bukan untuk secara khusus mengangkat 2 talent mereka. Di event ini setiap idol yang berpatisipasi bisa punya kesempatan sama. Mereka bisa perform di stage 2 kali. Mereka bisa berjualan merchandise bebas. Mereka bisa bikin sesi foto bareng fans. Mengenai mekanismenya, diserahkan ke masing-masing idol.

IMG_2479
Kei Andinta

IMG_2466
Dea Marella

Saya bukan orang HK, namun memang pernah beberapa kali membantu memotret Rachel dan Meli. Secara individu kali ini saya ikut membantu Kei Andinta, yang menjadi MC di event ini bersama Dea Marella. Empat cewek ini masih muda-muda, 15-16 tahun. Senang banget akhirnya bisa melihat mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil di publik. Rachel memang sudah pernah perform menyanyikan lagu-lagunya di beberapa event sebelumnya. Kei sendiri dulu adalah member JKT48 generasi ketiga. Meski dulu masih berstatus trainee tapi sudah pernah perform 2 kali di event umum. Event #HKFest2015 ini adalah event pertama Kei setelah ia tidak lagi menjadi member JKT48.

IMG_1791
Lumina Scarlet

Di event #HKFest2015 ini tampil banyak idol lokal yang sebagian besar pernah saya lihat perform di event jejepangan secara sporadis. Di event ini mereka dikumpulkan jadi satu. Grup idol favorit saya yang sering saya lihat dan foto saat mereka perform di Jakarta adalah Lumina Scarlet. Fans mereka sangat loyal dan ramai. Namun selama 5x saya lihat Lumina Scarlet perform, baru kali ini di #HKFest2015 saya lihat massa fans mereka yang bisa seramai dan seriuh itu. Lantai f3 fX Sudirman sampai bergetar akibat keriuhan mereka. Fans mereka bisa membuat suasana event menjadi panas dan menyenangkan.

IMG_1977
Wish

IMG_1894
Fleurs Meron

IMG_2178
Ministry of Idol

IMG_1885
Kirari

Selain Lumina Scarlet juga tampil Wish, Fleurs Meron, dan Ministry of Idol. Ketiga grup asal Bandung ini dikelola oleh manajemen yang sama. Ministry of Idol sendiri adalah gabungan Wish, Fleurs Meron, dan beberapa member tambahan. Ada pula Kirari yang berisikan 3 member JS Navigator (dari Japanese Station). Lalu ada Tokyo Hits Joshi dengan Diasta Priswarini (eks member Team J JKT48) sebagai bintang tamu. Ada pula Crystal Melody dan Pavlichenko. Yang pastinya ditunggu-tunggu juga adalah penampilan si cantik Noella Sisterina yang membawakan beberapa lagu cover di dua sesi.

IMG_1985
Tokyo Hits Joshi

IMG_1671
Noella Sisterina

IMG_2043
Reon (Franzeska Edelyne)

Di area event terdapat merchandise booth, untuk para idol berjualan CD, photo pack, pin, dll. Ada pula area photo booth untuk para idol berfoto bareng fans mereka. Biasanya (meski tidak semua), fans harus membeli salah satu item merchandise dari si idol sebelum bisa mendapatkan kesempatan foto bareng si idol. Ada pula booth Re:ON Comics yang menjadi salah satu partner media event. Kalau pengunjung berbelanja dalam jumlah tertentu, mereka bisa adu suit dan foto bareng dengan karakter Reon (yang diperankan oleh Franzeska Edelyn) dan Rinka (yang diperankan oleh Jeanice Ang).

IMG_2279
Teenebelle

IMG_3172
Roli Angel’s

Festival tidak akan menarik kalau tidak ada bintang tamu. Yang menjadi puncak perhatian di event #HKFest2015 ini adalah Teenebelle dan Roli Angel’s. Saya sudah pernah melihat Roli Angel’s tahun lalu saat mereka juga jadi bintang tamu di event Hellofest. Malah Teenebelle yang baru kali ini saya lihat (aneh ya?). Begitu melihat mereka, wah, ternyata keren ya. Vokal beberapa member-nya terdengar baik. Kostumnya juga cakep. Wajah mereka juga cantik. Usia member Teenebelle sepertinya nggak jauh dengan sebagian besar anak generasi ke-3 JKT48. Kalau fans JKT48 sebagian besar itu cowok, maka fans Teenebelle ini malah sebagian besar cewek. Beberapa teman fotografer yang biasanya motret JKT48 tiba-tiba malah jadi tertarik untuk sesekali motret Teenebelle perform.

IMG_3174
Idols you can (really) meet

Untuk perhelatan pertama, #HKFest2015 ini sungguh keren. Panggung dan pencahayaannya sih sebetulnya tidak aneh-aneh ya, tapi yang membuatnya berbeda adalah, event ini berhasil mengumpulkan idol-idol lokal. Apalagi saat akhir acara, ketika para pengisi acara berdiri semua ke panggung dan foto bareng dengan pengunjung. Asyik dan terasa akrab banget.

Kalau di lantai f4 fX Sudirman biasanya pengunjung bisa bertemu dengan “idols you can meet,” maka di lantai f3 fX Sudirman di hari Sabtu kemarin, pengunjung bisa bertemu dengan “idols you can (really) meet. Bertemu dalam arti yang sebenarnya. Ngobrol dan foto bareng, tanpa ada batasan nilai komersial yang berlebihan, dan semuanya ikut berbagi kesenangan.

Kalian bisa pantau hashtag #HKFest2015 di Twitter dan Instagram untuk cerita dan foto yang beredar selama acara. Foto-foto hasil jepretan saya sendiri bisa dicek di #HKFest2015 bisa dicek di album Flickr ini (akan terus di-update). Atau cek juga cerita Dea Marella, si MC, yang dituturkan secara lucu melalui tweetnya di sini. Kalian bisa lihat juga rekaman video saat Noella dan Kei perform di channel YouTube Jonathan Ferdyan.

Kalau kalian punya cerita, kritikan, tanggapan, masukan, keluhan, atau apapun tentang #HKFest2015, boleh loh di-share link tulisannya di komentar ini. Nanti akan saya bantu teruskan ke teman-teman penyelenggara.

 

Kompetisi Foto Model Popular

Sebetulnya event ini sudah terjadi tanggal 14 Februari 2015 lalu. Tanggal segitu sih orang-orang ngerayain Valentine, saya malah ikutan kontes foto yang diselenggarakan oleh majalah Popular di lokasi Batik Semar, Tomang. Sebenarnya kegiatan foto model seperti sangat banyak di Jakarta. Setiap minggu pasti ada aja yang bikin event serupa, tinggal mau bayar yang murah atau mahal aja. Biasanya yang saya lihat, siapa modelnya dan bagaimana temanya. Saya belum pernah juga saya memotret model dengan pakaian batik yang seksi. Makanya, tema ini menarik. Makanya akhirnya saya ikutan. Kata si panitia, baru 2 minggu pendaftaran, slot yang terisi langsung penuh. Banyak juga ya yang ikutan.

Event pemotretan terbagi 2 sesi. Siang dengan tema bikini batik, lalu sore dengan tema sporty. Gedung Batik Semar ternyata punya interior yang menarik. Rooftop-nya apalagi. Banyak spot yang asyik dipakai untuk pemotretan (asal nggak hujan aja ya). Untunglah ada lokasi pemotretan yang terkena langsung cahaya matahari. Hehe, kalau sudah motret di dalam bangunan (interior), lalu terpaksa mengandalkan flash, saya biasanya langsung males. Nggak jago dalam menggunakan flash soalnya. Apalagi kalau pakai flash, resiko bayangan yang jatuh di belakang si model jadi terlihat keras. Nggak enak dilihatnya.

Sesi pertama saya habiskan di dalam ruangan, dengan flash seadanya. Ujung-ujungnya flash malah saya matikan, lalu motret dengan ISO tinggi saja. Pasti noise akan terlihat sih, meski sebetulnya masih bisa ditolerir. Sesi kedua baru saya all out, karena dilakukan di rooftop. Ada pula ruangan di lantai atas yang juga langsung terkena cahaya matahari. Nah, yang kayak seperti ini asyik nih. Bisa bikin backlight.

Lalu gimana hasilnya? Setelah saya mengirimkan 3 foto, ternyata ada 1 foto yang dipilih masuk dalam Editor’s Choice. Hahaha, ini nggak dapet duit sih. Cuma dapet kaos dan majalah Popular terbaru. Pemenangnya ternyata adalah yang juga menang di kompetisi Popular tahun lalu. Langganan banget ya. Mungkin memang seleranya sudah sama dengan selera jurinya.

Koleksi fotonya bisa dicek di album Flickr ini ya.

IMG_3747
Yang terpilih masuk Editor’s Choice

IMG_3877
Foto yang sebetulnya saya jagokan, tapi nggak menang. Minimal fotonya sekarang dipakai si model di header Twitter dan Line.

IMG_3773Foto ini juga saya jagokan sih, tapi nggak lolos.