​Mengunjungi De Mata Museum Jogja

Museum tidak selalu harus identik dengan sesuatu yang serius. Di XT Square, Jogja, kalian bisa melihat dua museum yang akan membuat hati kalian senang. Ada De Mata Museum yang berisikan galeri trick art. Saat ini sudah ada De Mata Museum 2 yang merupakan perluasannya. Lalu ada pula De Arca Museum yang berisikan patung lilin orang terkenal.

Saat di Jogja kemarin, saya menemani seorang teman berkunjung ke De Mata Museum. Kebetulan ia memang sedang berlebaran di Jogja. Tentunya sambil memotretnya di sana. Museum ini menyajikan 120 gambar tiga dimensi dengan desain unik. Kalian bisa berfoto di setiap gambar, dan melihat hasilnya seakan-akan kalian berada di ruang tiga dimensi. Ilusi mata memang. Di setiao gambar terdapat foto contoh supaya kalian bisa mendapatkan ilusi hasil yang maksimal.

_MG_7178//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Lihat foto-foto Meli lainnya

​Jalan-jalan ke Art:1 Museum 

Sebelum lebaran saya sempat mampir berkunjung ke sebuah museum seni berlokasi di Kemayoran yang dikelola oleh swasta. Namanya Art:1 New Museum and Art Space. Saya mengetahui tempat ini melalui seorang teman di Instagram.

Pas banget teman saya, Kei Andinta, libur (entah libur sekolah apa, kok kayaknya dia sering banget libur), dan dia juga ingin berkunjung ke lokasi yang sama. Jadilah kami waktu itu mampir ke sana. Hihi tujuannya tentu untuk foto-foto, sambil melihat art yang terpajang di museum dan galeri.

DSCF5408

Keliling museumnya yuk!

Memotret di Rooftop

Salah satu keuntungan punya apartemen di Westmark adalah akses ke rooftop (atap). Biasanya banyak gedung apartemen yang menutup pintu menuju rooftop. Syukurlah apartemen Westmark tidak.

Lokasi apartemen ini berada persis di sudut persimpangan tomang. Lokasinya persis berhadapan dengan Mal Taman Anggrek. Satu sisi apartemen menghadap ke mal, sementara sisi sebaliknya menghadap ke jalan tol yang menuju merak. Gedung apartemen ini terdiri dari 35 lantai (dipotong semua lantai yang menggunakan angka 4 dan 13). Hanya penghuni yang bisa naik. Itu pun hanya bisa ke lantai tempat tinggal huniannya.

_MG_1278
Melihat Jakarta dari ketinggian

Hiburan Bigo Live

Sekarang kalau menganggur, saya suka iseng buka aplikasi mobile Bigo Live. Suatu dunia social media yang berbeda dibanding yang biasa saya lihat. Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa siaran streaming. Nggak cuma itu, ada unsur gamificaton juga di dalamnya. Semakin sering siaran, mendapat gift, atau apresiasi lainnya, si host penyiar akan semakin tinggi experience-nya. Seperti game, ketika mencapai experience tertentu, ia akan naik level.

Screenshot_2016-07-22-06-29-32_sg.bigo.live

Screenshot_2016-07-22-06-27-45_sg.bigo.live
Lanjut ngobrolin Bigo Live

Mencari Tas Kamera

Kalau nggak butuh, maka saya nggak akan nyari. Akhirnya saya membeli tas backpack untuk kamera. Sejak dulu saya selalu memanfaatkan tas punggung yang saya bawa sehari-hari ke kantor, untuk saya pakai juga saat memotret.

Tentu saja menggunakan tas punggung biasa beresiko, karena kamera dan lensa di dalamnya bisa saling bersinggungan. Lebih ngeri lagi, lensa kamera bisa tertekan. Ini yang saya alami berulang kali. Lensa sih sebetulnya aman, karena memang didesain untuk bisa menahan tekanan. Namun filter lensa di depannya tidak. Sudah 2x dalam setahun saya ganti filter lensa karena pecah. Yang pertama retak biasa. Yang kedua retaknya sampai kecil-kecil sehingga sulit membersihkannya dari permukaan lensa.

Biasanya kalau beli keperluan kamera, saya cek di web Focus Nusantara untuk harga atas. Lalu cari di Tokocamzone atau di Pasar Baru untuk penawaran yang lebih murah. Ternyata itu nggak berlaku untuk tas. Semua berharga sama persis.

Pilih tas kamera merk apa?