Memotret di Rooftop

Salah satu keuntungan punya apartemen di Westmark adalah akses ke rooftop (atap). Biasanya banyak gedung apartemen yang menutup pintu menuju rooftop. Syukurlah apartemen Westmark tidak.

Lokasi apartemen ini berada persis di sudut persimpangan tomang. Lokasinya persis berhadapan dengan Mal Taman Anggrek. Satu sisi apartemen menghadap ke mal, sementara sisi sebaliknya menghadap ke jalan tol yang menuju merak. Gedung apartemen ini terdiri dari 35 lantai (dipotong semua lantai yang menggunakan angka 4 dan 13). Hanya penghuni yang bisa naik. Itu pun hanya bisa ke lantai tempat tinggal huniannya.

_MG_1278
Melihat Jakarta dari ketinggian

Mencari Tas Kamera

Kalau nggak butuh, maka saya nggak akan nyari. Akhirnya saya membeli tas backpack untuk kamera. Sejak dulu saya selalu memanfaatkan tas punggung yang saya bawa sehari-hari ke kantor, untuk saya pakai juga saat memotret.

Tentu saja menggunakan tas punggung biasa beresiko, karena kamera dan lensa di dalamnya bisa saling bersinggungan. Lebih ngeri lagi, lensa kamera bisa tertekan. Ini yang saya alami berulang kali. Lensa sih sebetulnya aman, karena memang didesain untuk bisa menahan tekanan. Namun filter lensa di depannya tidak. Sudah 2x dalam setahun saya ganti filter lensa karena pecah. Yang pertama retak biasa. Yang kedua retaknya sampai kecil-kecil sehingga sulit membersihkannya dari permukaan lensa.

Biasanya kalau beli keperluan kamera, saya cek di web Focus Nusantara untuk harga atas. Lalu cari di Tokocamzone atau di Pasar Baru untuk penawaran yang lebih murah. Ternyata itu nggak berlaku untuk tas. Semua berharga sama persis.

Pilih tas kamera merk apa?

Belanja Kelapa Tua

Tadi pagi usai sahur, saya menyempatkan kembali mampir ke Tugu Jogja, memotretnya saat matahari menjelang terbit. Usai dari sana, saya mampir ke Pasar Kranggan yang berlokasi tidak jauh dari sana. Setelah sempat berputar-putar dan memotret sana-sini, saya berjumpa dengan Ibu saya yang memang sedang belanja di sana. Akhirnya ikut menemani beliau sembari lanjut foto sana-sini.

DSCF5698//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Baca cerita tentang penjual kelapa

Tempat Memotret di PIK

Salah satu hal merepotkan kalau memotret di Jakarta adalah nggak banyak lokasi yang bagus (yang gratis atau bayarnya murah). Atau kalau tempatnya bagus, ternyata tidak boleh motret (misalnya di beberapa mall). Semakin sering memotret, pastinya ingin mencari tempat yang unik, yang belum banyak dipakai untuk pemotretan sebelumnya.

Nah, ini yang susah. Saya paling menghindari foto di Kota Tua. Bukan karena tidak suka tempatnya, tapi karena sudah banyak yang memotret di sana. Hanya sayangnya, belum ada lokasi lain di Jakarta yang kuat unsur kolonialnya selain di Kota Tua.

Untuk daerah utara Jakarta, sebagai alternatif pilihan, kalian bisa mencoba di Ancol dan Sunda Kelapa. Kalau masih terlalu umum, coba bergerak sedikit menuju Pantai Indah Kapuk. Di sana ada beberapa spot yang bagus. Berikut ini spot yang pernah saya pakai untuk pemotretan.

1. Taman Wisata Alam Angke Kapuk


Seperti apa tempatnya?

Solitude – Solitary – Hope

SOLITUDE
This place is so distant.
Not there. Not near. Not tomorrow.
Abandoness. That’s what it felt.
Nothingness. That’s what can be seen.
Solitude is where I am now.

A photo posted by Pitra (@pitra.box) on

SOLITARY
I have to hope.
That love can see me here.
That my heart can have its pulse again.
That your light can salvage me.
And bring me out of this solitary.
To have you hold me again for tomorrow.

A photo posted by Pitra (@pitra.box) on

HOPE
Solemn is coming.
It brings me peace through abandoness.
Pulse is flowing through my vein.
The nothingness is escaping.
Hope is felt risen beneath me.
Soon I have the courage to love again.

A photo posted by Pitra (@pitra.box) on

Taken from: instagram.com/pitra.box

instagram story 01