Terminal 3

07 terminal 3 - mobile

Sudah berkali-kali saya terbang melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sudah berkali-kali juga saya duduk menunggu keberangkatan pesawat di lantai dua terminal ini. Namun baru kali ini saya memperhatikan permukaan lantai ruang tunggu keberangkatan yang sangat reflektif. Bisa jadi ini baru saya perhatikan karena saat itu saya berangkat malam hari, sehingga tidak ada cahaya matahari yang menerobos masuk ke dalam ruangan. Saya berjongkok di tengah-tengah sumbu bangunan, menaruh kamera di atas lutut saya, menahan nafas, dan mengambil gambar ini dengan kecepatan rendah. Saya sempat memfoto ulang sudut pandang serupa dengan menggunakan ponsel Acer Liquid saya. Hasilnya juga ternyata lumayan (untuk kualitas ponsel).

07 terminal 3

Pasar Bendungan Hilir

06 pasar bendungan hilir

Setiap tahunnya saat bulan Ramadan, banyak pasar dadakan bermunculan di Jakarta. Di Bendungan Hilir (Benhil) memang sudah ada pasar, namun setiap kali bulan puasa, dibuat area tambahan untuk dipakai para penjual di pasar menjajakan dagangannya saat mendekati waktu buka puasa.  Saya memfoto ini sekitar pukul 4 sore saat banyak sekali pedagang berkumpul di area tambahan itu. Jujur saja, memfotonya pun agak-agak asalan. Kamera saya pegang di depan dada, lalu menjepret kira-kira ke objek foto yang saya mau. Cara yang sebenarnya membuang banyak jepretan foto, karena saya tidak mengkekernya terlebih dahulu. Di tengah kepadatan pasar yang penuh manusia, agak susah bagi saya untuk bisa berdiri di tempat lalu mengambil sudut foto. Hihihi, belum lagi kalau ketahuan oleh yang difoto. Agak-agak nggak enak. Jadinya foto ini dibuat dengan asal tembak saja dari kamera yang saya pegang di dada.

Lucunya, beberapa hari kemudian saya mendapat info dari teman, kalau Boston Big Pictures menawarkan kepada seluruh fotografer amatir di dunia untuk membuat foto liputan tentang bulan Ramadan. Saya kirimkan 2 foto, salah satunya foto di atas. Tanpa terduga, foto yang dijepret dengan sedikit asal ini malah masuk sebagai salah satu dari 41 total foto. Bersyukur juga ada karya foto saya yang abal-abal ini masuk sebagai 1 dari 5 foto yang dipilih dari Indonesia.

Galeri lebih lengkap tentang ini bisa dilihat di situs blog satunya.

Sholat Ied

 

Idul Fitri 1431 H jatuh pada Jumat,  10 September 2010. Saya seperti tahun-tahun sebelumnya, bersama keluarga besar menjalankan ibadah Sholat Ied di lapangan SMKN 7, Gowongan Kidul. Lokasi ini memang dekat dengan rumah keluarga saya di Jogja. Suasana ibadah Sholat Ied tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Setiap orang bisa mendapatkan transkrip khotbah, yang dibacakan oleh Khotib seusai Sholat Ied. Khotbat diakhiri dengan kami semua bersalam-salaman satu dengan dengan lainnya diiringi gema takbir berkumandang dari speaker mesjid terdekat.

Ibu Peminta

04 ibu peminta

Kalau saya pergi ke kota Jogja, saya selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan keliling kota dengan berjalan kaki. Dengan cara ini pula saya bisa lihat aktivitas yang dilakukan oleh warga Jogja. Nggak jarang juga saya temukan ibu-ibu yang sudah tua, yang duduk meminta-minta. Meski nggak jarang juga sih saya melihat ibu-ibu yang meskipun sudah tua, tetap semangat berdagang sayur atau ayam demi menghidupi keluarganya. Foto ini diambil tak jauh dari Pasar Kranggan.

Sepupu Jogja

03 sepupu jogja

Liburan Idul Fitri seperti biasanya saya bersama keluarga pergi ke Jogja, karena memang Eyang saya tinggal di sana. Semua adik dari Ibu tinggal di Jakarta, kecuali adiknya yang paling bungsu. Saya mempunyai 2 sepupu dari om saya yang di Jogja itu. Yang paling bungsu adalah Dedo, yang saya foto di atas. Saat itu kami semua sedang berkeliling ke rumah salah satu saudara jauh di Jogja (jangan tanya, saya juga nggak paham pohon keturunannya seperti apa). Rumahnya rumah kolonial lama, dan saat itu pencahayaan matahari yang masuk ke dalam ruang tamu sangat bagus. Saya memfoto Dedo dalam kondisi pencahayaan apa adanya, dengan bukaan cukup lama. Hihihi, dengan modal pegangan kursi sebagai “tripod,” saya foto Dedo dari kejauhan.