Raisa di Majestic

Hari Minggu, minggu lalu, saat saya memutuskan untuk nggak lanjut datang ke Java Jazz Festival karena kecapekan, saya tidak sepenuhnya beristirahat di rumah. Nggak tahan juga ternyata.

Siang itu usai acara kumpul-kumpul keluarga di daerah Kembangan, saya langsung ngebut dengan Gojek menuju Kota Kasablanka. Lumayan jauh ya ternyata. Sudah buru-buru, ternyata si pengemudi gojek harus mengisi bensin terlebih dahulu. Hfft…

Saya pun akhirnya tiba di Kota Kasablanka pukul 3 lewat. Saat itu live performance Raisa sudah dimulai. Penyanyi ini memang menjadi puncak event Majestic – Jakarta’s Creative Clothing & Music Festival, yang berlangsung hampir seminggu di mal itu. Pengunjung yang amat padat menyesaki salah satu atrium mal yang tidak terlalu besar itu. Sungguh tidak mungkin bisa menerobos masuk untuk melihat Raisa lebih dekat.

IMG_3423
Lalu bagaimana saya memotret Raisa?

Akustikan Bareng Noella Sisterina

Hari Sabtu 13 Maret 2016 kemarin, Noella Sisterina akhirnya muncul lagi bernyanyi di panggung. Ini adalah penampilan keduanya di depan umum, setelah terakhir muncul di HK Fest bulan Juni 2015. Selama tenggang waktu itu, memang aktivitasnya lebih banyak bersinggungan dengan menjadi bintang tamu di program TV dan bermain film.

_MG_1305
Lihat foto-foto Noella di stage

Memotret Java Jazz Festival 2016

Setelah absen 3 tahun, akhirnya minggu kemarin saya datang lagi ke perhelatan Java Jazz Festival. Hihihi karena tiket hariannya gratis, makanya jadi datang. Meski saya punya tiket harian untuk hari kedua dan ketiga, akhirnya saya hanya datang di hari kedua saja. Saya berikan ke teman saya saja untuk yang hari ketiga.

Di hari Sabtu 7 Maret 2016 itu, saya sudah di JIExpo Kemayoran sejak pukul 4 lewat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hall diubah namanya menjadi nama brand sponsor. Repotnya, di website tidak disebutkan nama hall ini identik dengan hall nomor berapa. Jadi mesti keliling dulu untuk tahu hall mana yang mewakili brand mana. Ada sih informasinya di LCD yang tersebar di seluruh area. Hanya sayang informasi ini kurang diupdate di website. Itu hanya kasus minor sih, dibandingkan kesenangan yang saya dapatkan saat memotret malam itu.

IMG_2902
RAN
Lihat perform artis lainnya yuk

#WonderfulEclipse: Mengamati Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta

Saya masih kecil waktu gerhana matahari tahun 1983 dulu banget. Namun masih membekas di ingatan betapa pemerintah saat itu memberi peringatan keras supaya kita tidak melihat gerhana matahari langsung. Alasan kesehatan mata tentunya. Akhirnya lebih banyak yang mengamati melalui TVRI saja. Saya salah satunya. Akibat larangan itu, saya pun dilarang untuk keluar rumah.

Tahun 2016 tentu berbeda. Sekarang malah pemerintah gencar mempromosikan gerhana matahari supaya turis berdatangan ke propinsi-propinsi yang mengalami gerhana matahari total. Banyak teman dan saudara saya yang terbang ke Palembang dan Bangka Belitung demi bisa menyaksikannya langsung.

sekuens//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Yuk lihat proses gerhana matahari yang terjadi

Foto Panorama Klenteng 180 Derajat

Saat perayaan Imlek 8 Februari 2016 kemarin, bersamaan dengan event jalan-jalan ke Pecinan, saya menyempatkan untuk memotret klenteng dengan kamera Kodak Pixpro SP360.

Hasil kamera ini memang half-sphere (setengah bola). Aplikasi desktop dari Kodak Pixpro SP360 ini memungkinkan untuk mengkonversi foto/video akhir menjadi berbagai macam format 360. Sayangnya setelah dikonversi menjadi format panorama, ternyata informasi gambarnya ada yang dihilangkan. Kalau versi tangkapan foto/video, saya bisa mendapatkan gambar langit-langit klenteng, namun setelah diubah menjadi panorama, langit-langitnya ternyata hilang :(.

panorama
Lihat 4 foto panorama klenteng di Pecinan