Membuat Storybook di Instagram

Banyak genre foto portrait. Setiap fotografer selalu mencoba mencari keunikannya masing-masing. Saya pun selalu mencoba mencari apa yang unik, yang membuat gaya foto saya berbeda dengan lainnya. Beragam eksperimen saya coba. Kalau menelusuri Instagram saya hingga jauh ke belakang, bisa kelihatan kalau saya ingin mencoba hal yang berbeda-beda, entah itu dari warna, tone, pose, angle, dll. Di antara percobaan itu, ada satu hal yang kini masih konsisten saya coba, yaitu membuat foto bercerita.

Saya termasuk penyuka photobook. Melalui photobook, si fotografer bisa menyampaikan suatu konsep atau tema dengan benang merah tertentu. Pada awal Instagram ada, agak sulit mengadaptasi konsep ini di sana. Akhirnya saat itu saya membuatnya dalam format dokumen PDF yang saya unggah di slideshare. Masih ada di sana kalau mau lihat:

Salah satu contohnya saya tampilkan di sini:

Lihat cara bikin storybook di Instagram

Tips Menambah Follower Organik di Instagram

Saya bukan termasuk seleb di Instagram. Follower akun saya di Instagram hanya 4.000 sekian. Saya sebenarnya sudah memiliki akun di sana sejak pertama kali Instagram ada. Makanya bisa memiliki akun dengan hanya 5 karakter (@pitra). Sayangnya saya sempat vakum lebih dari sethaun di sana, lalu ketinggalan banyak saat Instagram mulai meroket di Indonesia di tahun 2015. Sejak tahun 2016 saya berusaha mati-matian bikin konten di Instagram. Saya sempat galau dalam memilih tema konten foto, hingga akhirnya saya putuskan untuk memperbanyak aktivitas foto portrait. Setiap akhir pekan, saya selalu jalan, mencari teman/model untuk diajak foto. Sekarang setiap harinya saya posting minimal 3 foto dengan wajah portrait yang berbeda-beda.

Namun ternyata konten bagus (ya bagus menurut saya tapinya ya) belumlah cukup. Ada ribuan orang lain di Instagram yang punya konten serupa dan saya harus bersaing dengan mereka. Untuk apa bisa bikin konten keren, tapi kontennya nggak banyak dilihat oleh pengguna lain? Kalau nggak ada yang lihat, tentu nggak ada yang like, apalagi mau follow.

Saya mau berbagi tips yang sudah saya jalankan selama setahun ini. Dahulu di bulan November 2016, follower saya dulu 1.800. Di bulan November 2017 ini 4.100. Grafik pertumbuhannya bisa dicek di Socialblade. Dibilang banyak sih belum, hehehe tapi namanya berbagi tips kan boleh.

Apa saja tipsnya?

Instagram Growth Hacking.. Apaan Tuh?

Sudah banyak yang ngasih tutorial di internet tentang tips meningkatkan follower. Kalau kebanyakan saya baca isinya ya itu lagi itu lagi. Pakai hashtag yang tepat. Sering-sering nge-like dan komentar di akun lain yang setipe. Posting yang konsisten dengan tema yang serupa. Lalu postinglah pada waktu yang terbaik sesuai karakter follower kita. Kenyataannya, penambahan engagement dan follower setiap harinya nggak terlalu signifikan. Waktu kita pun terbatas. Tidak sempat berinteraksi dengan akun lain setiap saat.

Jargon growth hacking biasanya dipakai di dunia startup untuk meningkatkan pertumbuhan melalui kreativitas, otomatisasi, dan pemanfaatan data. Dalam konteksnya di Instagram, diadaptasi menjadi cara meningkatkan pertumbuhan follower. Tentunya secara organik ya, bukan dengan cara belanja follower yang biasanya nggak aktif. Kalau search kata “instagram growth hacking” akan ditemukan beberapa website yang menawarkan servis ini. Metode yang dilakukan aplikasi yang ditawarkan umumnya mirip:

  • Kita akan diminta menentukan hashtag yang relevan dengan postingan yang kita buat. Ada juga yang meminta kita menentukan akun lain yang populer tapi relevan dengan yang postingan yang kita buat.
  • Aplikasi ini akan melakukan pencarian foto berdasarkan hashtag atau berdasarkan follower dari akun lain yang populer itu.
  • Aplikasi ini akan melakukan like secara otomatis. Ada pula yang lebih canggih, bisa melakukan komentar secara otomatis. Kata-kata komentar ini bisa kita tentukan sendiri.
  • Aplikasi ini akan melakukan follow secara otomatis. Umumnya aplikasi ini juga akan melakukan proses unfollow secara otomatis terhadap akun tersebut setelah sekian hari.
  • Tujuan dari proses like, komentar, atau follow otomatis ini adalah untuk menarik perhatian akun pemilik foto tersebut. Kenyataannya cukup banyak pemilik akun Instagram yang suka mengecek balik akun yang melakukan like, komentar, atau follow. Kalau ia memang tertarik dengan postingan foto kita, ia pun akan follow kita.
  • Aplikasi ini sudah banyak yang pintar dengan tidak melakukan proses like, komentar, atau follow secara terus-terusan. Mereka akan melakukannya secara periodik, supaya tidak dianggap spam oleh Instagram.

Yang perlu diperhatikan saat memilih servis growth hack ini adalah, hampir semua servis meminta kita menulis login dan password Instagram kita. Mereka tidak menggunakan API otentikasi Instagram untuk mengambil login kita. Bisa jadi ini disebabkan karena Instagram tidak mengizinkan pihak ketiga untuk membuat servis semacam ini.

Jadi bila ingin mencoba servis semacam ini, ada baiknya kita mengganti password untuk sementara. Saat servisnya berakhir, segeralah ganti kembali password.

Alternatif lainnya yang (kayaknya) lebih aman adalah dengan menggunakan aplikasi extension dari Chrome. Sepanjang browser Chrome kita sudah login di Instagram, maka aplikasi ini bisa menjalankan servisnya. Contoh yang bisa dicoba adalah ini dan ini.

Mau coba? 🙂

Hiburan Bigo Live

Sekarang kalau menganggur, saya suka iseng buka aplikasi mobile Bigo Live. Suatu dunia social media yang berbeda dibanding yang biasa saya lihat. Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa siaran streaming. Nggak cuma itu, ada unsur gamificaton juga di dalamnya. Semakin sering siaran, mendapat gift, atau apresiasi lainnya, si host penyiar akan semakin tinggi experience-nya. Seperti game, ketika mencapai experience tertentu, ia akan naik level.

Screenshot_2016-07-22-06-29-32_sg.bigo.live

Screenshot_2016-07-22-06-27-45_sg.bigo.live
Lanjut ngobrolin Bigo Live

Memotret untuk Instagram L’Oréal Professionel

Beberapa hari lalu saya kembali belajar hal baru di ranah fotografi. Kali ini saya diminta untuk membantu motret untuk kebutuhan Instagram brand L’Oréal Professionel. Brand ini menyelenggarakan event L’Oréal Professionel Style and Colour Trophy 2016, yang menghadirkan para hair stylist dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri.

Di hari pertama saya diminta untuk memotret para finalis hair stylist yang menunjukkan keahliannya menyusun tata rambut selama 4 jam. Lokasinya bertempat di ruang besar di kantor L’Oréal Professionel yang disulap jadi salon. Asyiknya, cahaya matahari langsung menerangi ruangan, sehingga cahaya natural bisa didapatkan.


Lihat foto-foto lainnya