Hiburan Bigo Live

Sekarang kalau menganggur, saya suka iseng buka aplikasi mobile Bigo Live. Suatu dunia social media yang berbeda dibanding yang biasa saya lihat. Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa siaran streaming. Nggak cuma itu, ada unsur gamificaton juga di dalamnya. Semakin sering siaran, mendapat gift, atau apresiasi lainnya, si host penyiar akan semakin tinggi experience-nya. Seperti game, ketika mencapai experience tertentu, ia akan naik level.

Screenshot_2016-07-22-06-29-32_sg.bigo.live

Screenshot_2016-07-22-06-27-45_sg.bigo.live
Lanjut ngobrolin Bigo Live

Memotret untuk Instagram L’Oréal Professionel

Beberapa hari lalu saya kembali belajar hal baru di ranah fotografi. Kali ini saya diminta untuk membantu motret untuk kebutuhan Instagram brand L’Oréal Professionel. Brand ini menyelenggarakan event L’Oréal Professionel Style and Colour Trophy 2016, yang menghadirkan para hair stylist dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri.

Di hari pertama saya diminta untuk memotret para finalis hair stylist yang menunjukkan keahliannya menyusun tata rambut selama 4 jam. Lokasinya bertempat di ruang besar di kantor L’Oréal Professionel yang disulap jadi salon. Asyiknya, cahaya matahari langsung menerangi ruangan, sehingga cahaya natural bisa didapatkan.


Lihat foto-foto lainnya

Berkreasi di Steller

Blog ini kok makin jarang update ya, padahal tulisan di draft menumpuk. Ternyata waktu juga yang menjadi batasannya. Hidup aktif di social media setelah dipotong waktu produktif untuk kerja, ternyata tidak banyak. Haha itu pun masih harus dialokasikan untuk keluarga dan hobi saya lainnya.

Sekarang waktu yang tidak banyak itu dipotong lagi dengan kehadiran Steller. Aplikasi ini baru dirilis di Indonesia seminggu yang lalu. Terima kasih untuk kak Pinot dan kak Dita yang rajin mempromosikan aplikasi menarik ini.

Sebenarnya fungsi bercerita dari Steller ini nggak jauh berbeda dengan Slideshare. Hanya saja, di Steller kita bisa membuatnya sendiri, sementara Slideshare mengutamakan hanya pada penyajian akhirnya. Steller telah menyiapkan beberapa template dengan desain font dan grafis yang menarik. Pengguna bisa mengunggah gambar, video, atau sekedar bercerita dengan teks. Saat ini aplikasi ini tersedia resmi di Appstore (untuk iOS) dan masih beta untuk Android. Saya yang pengguna Xiaomi Mi3 masih belum bisa menggunakannya.

steller01
Lanjut baca cerita tentang Steller

Alasan Penyebaran Hoax

Kalau dulu penyebaran hoax terjadi di BBM Group, kalau sekarang terjadinya di WhatsApp Group, terutama di group keluarga dan alumni. Kira-kira kenapa ya ini selalu terjadi? Kenapa kejadian ini terjadi pula di banyak group lainnya, yang bahkan tidak bersinggungan dengan group keluarga dan alumni saya?

Kalau saya amati, pelaku penyebaran hoax biasanya mereka yang baru berinteraksi di ranah internet sejak era BBM ada. Masih terbilang baru. Sementara mereka yang juga aktif di social media, suka memantau berita, rajin mencari sesuatu di Google, relatif akan memfilter dulu yang mereka baca. Buat mereka (termasuk saya sendiri) sudah terlalu banyak menerima informasi setiap saat. Mekanisme otak saya secara otomatis akan memfilter yang menurut saya penting. Apalagi saat melihat hasil copas di WhatsApp, saya langsung skip tanpa membaca isinya, karena kebanyakan tidak relevan dengan kebutuhan saya.

hoax pack
Jadi kira-kira apa yang membuat hoax menyebar?

Arah Kisah Kita

Hari Jumat minggu lalu, saya dan beberapa rekan blogger diundang ke event Opera Indonesia. Brand ini baru saja merilis film pendek di YouTube berjudul Arah Kisah Kita. Pemerannya Genrifinadi Pamungkas (Okta Andromedha, penulis buku) dan Clairine Clay (Olivia Samudera, pencinta sejarah). Film pendek yang disutradarai Salman Aristo, dan ditulis oleh Gina S. Noer dan Diva Apresya ini terasa banget digarap serius. Meski sudah muncul di YouTube sejak beberapa minggu, namun saya baru sempat lihat di hari itu.


Lanjut lihat sekuelnya