Mrs. Waffles

Ini bukan postingan berbayar yaa..

Hari Minggu kemarin ketika jalan-jalan ke suatu mall, keponakan saya minta dibelikan waffle di salah satu mini kios makanan. Nama kiosnya Mrs. Waffle.

Belakangan ini saya memang selalu membawa kembali kamera mirrorles Fujifilm X100S saat jalan-jalan. Lalu saya kepikiran, kenapa nggak saya coba sekalian dokumentasikan saja proses pembuatan dan penyajiannya.

Berikut ini beberapa foto hasil jepretannya, tanpa memasuki proses editing sama sekali. Kayaknya nanti kalau belanja makanan di tempat lain, akan saya coba fotoin juga deh seperti ini.

DSCF3674

DSCF3654

Lihat foto-foto selanjutnya yuk!

Menghitung Shutter Count Canon

Setiap kamera ada umurnya. Setiap mekanik dalam sebuah benda pasti akan berhenti berfungsi di suatu hari. Sama juga dengan kamera. Usia hidup sebuah kamera bisa dihitung dari jumlah shutter yang sudah dijepretkan. Untuk yang aktif memotret atau suka bikin time lapse, ada baiknya sekali-sekali coba cek sudah berapa kali shutter kamera dijepretkan.

Untuk pengguna Canon ada beberapa aplikasi gratis yang bisa dipakai. Namun untuk kamera Canon 1 digit agak repot, karena ternyata kebanyakan aplikasi gratis ini tidak bisa mendeteksi angka shutter terakhir yang dipakai. Saya pengguna Canon 5D Mark II, dan tools berbasis Windows ini yang sudah saya sempat coba:

1. Camera Shutter Count

Aplikasi berbasis web ini meminta saya untuk mengunggah file JPG jepretan terakhir dari kamera. Nantinya aplikasi ini akan mengeluarkan angkanya, karena biasanya angka ini akan ditanam oleh kamera dalam meta data file JPG. Sayangnya hasil file JPG dari Canon 5D Mark II tidak menyimpan data tersebut. Artinya, saya tidak berhasil mendapatkan angka shutter terakhir.

Cek aplikasi lainnya yuk!

Menjadi Pengguna Metro Mini atau Kopaja

Siapa yang masih menjadi pengguna Metro Mini atau Kopaja?

Saya sendiri sudah jarang menggunakan jasa mereka. Kebetulan memang trayek yang saya tempuh setiap hari sudah tergantikan dengan bus Trans Jakarta. Namun tetap ada kalanya saya terpaksa menggunakan Metro Mini atau Kopaja. Biasanya saat antrian bus Trans Jakarta terlalu panjang sementara di luar jalur sana terlihat banyak Kopaja lalu lalang. Demi efisiensi waktu, saya pun terpaksa beralih ke Kopaja.

Ada kalanya juga saya pakai Metro Mini atau Kopaja untuk menyusuri jalur yang memang tidak dilewati bus Trans Jakarta. Itu sih mau nggak mau. Sekarang memang ada pilihan bagi saya untuk menggunakan Go-jek atau Grab Bike, tapi tentu dengan konsekuensi ongkos yang lebih mahal. Ada bagusnya juga sih sekarang Pemda DKI mulai mengakomodir pengelola Kopaja untuk ikut meramaikan trayek bus Trans Jakarta. Pilihannya jadi lebih banyak, meski belum bisa menjawab kebutuhan semua trayek.

DSCF3605

Hal menyebalkan saat menggunakan mini bus tersebut

Augmented Reality Mustika Puteri

Prinsip augmented reality adalah menggabungkan unsur nyata dengan unsur virtual. Orang di dunia nyata bisa merasakan dirinya berada atau berinteraksi dengan sesuatu di dunia virtual.

Kantor saya, Stratego, sudah sempat beberapa kali mengembangkan aplikasi augmented reality untuk brand. Salah satu yang pernah kami kerjakan adalah untuk Nutrilon Royal. Di aplikasi ini, anak-anak bisa melihat diri mereka di komputer dengan baju virtual menutupi baju mereka. Baju virtual yang dipakai waktu itu adalah astronot, dokter, polisi, dan banyak lagi profesi lainnya. Hasilnya bisa dicetak dan mereka bawa pulang.

Pekerjaan terakhir kami yang berhubungan dengan augmented reality adalah untuk brand Mustika Puteri. Hingga September 2015 kemarin Mustika Puteri menggandeng JKT48 sebagai brand ambassador-nya. Untuk kebutuhan kampanye brand tersebut di sekolah-sekolah, kami membantu membuatkan aplikasi augmented reality yang memungkinkan peserta di sekolah untuk joget bareng member JKT48.

Lihat video hasil dan foto behind the scene-nya yuk

25 Foto Replika Kejadian Star Wars: The Force Awakens

Kamu pasti sudah nonton Star Wars: The Force Awakens kan?

Di Flickr kan saya mem-follow banyak tipe fotografer. Salah satu yang saya follow adalah fotografer yang suka motret mainan. Salah satu cita-cita saya dulu ingin jago motret mainan, haha tapi apa daya ngoleksi saja nggak. Mikir-mikir selalu setiap kali mau ngeluarin duit buat belanja mainan.

Jadinya kenikmatan visual terhadap mainan ini saya dapatkan saja dari para fotografer keren ini. Mumpung film Star Wars: The Force Awakens lagi ngehits, mereka ikutan membuat serial foto berdasarkan adegan di film tersebut. Berikut ini beberapa fotonya.

Klik lanjut dong, biar bisa lihat foto-foto mainannya