Foto Panorama Klenteng 180 Derajat

Saat perayaan Imlek 8 Februari 2016 kemarin, bersamaan dengan event jalan-jalan ke Pecinan, saya menyempatkan untuk memotret klenteng dengan kamera Kodak Pixpro SP360.

Hasil kamera ini memang half-sphere (setengah bola). Aplikasi desktop dari Kodak Pixpro SP360 ini memungkinkan untuk mengkonversi foto/video akhir menjadi berbagai macam format 360. Sayangnya setelah dikonversi menjadi format panorama, ternyata informasi gambarnya ada yang dihilangkan. Kalau versi tangkapan foto/video, saya bisa mendapatkan gambar langit-langit klenteng, namun setelah diubah menjadi panorama, langit-langitnya ternyata hilang :(.

panorama
Lihat 4 foto panorama klenteng di Pecinan

Mencoba Kamera 360 Derajat

Yang saya maksud di sini bukan aplikasi Camera 360 yang bikin semua selfie jadi cantik ya. Kamera 360 derajat yang saya maksud adalah hemispheric camera, alias kamera yang bisa menangkap gambar dengan sudut super lebar. Anggaplah seperti kita menjepret foto dalam bentuk panorama yang disambung-sambung, tapi dengan kamera ini cukup dengan satu jepretan saja. Selain itu, kamera juga bisa dipakai untuk merekam video dengan sudut yang super lebar. Format video semacam ini sekarang sudah didukung oleh YouTube dan Facebook. Saat kita melihat videonya, kita bisa menggeser-geser sudut pandang hingga 360 derajat keliling.

Kamera semacam ini sebetulnya sudah lama ada, namun harganya masih sangat mahal. Versi consumer dengan harga masuk akal yang saat ini ada hanyalah keluaran dari Kodak (seri Pixpro SP360) dan Ricoh (seri Theta m15 dan Theta S). Seri Pixpro SP360 hanya merekam setengah bola (180×360), sementara Ricoh bisa merekam satu bola penuh (360×360). Karena ini masih teknologi baru, jangan terlalu berharap bisa mendapatkan kualitas video HD untuk versi consumer-nya, meski lumayan memadai untuk dokumentasi seru-seruan.

DSCF3514

Bagaimana hasil rekamannya? Ayo baca terus –