Jalur Sepeda

44 jalur sepeda

Masih ingat peraturan yang menyebutkan kalau motor di Jakarta harus berada di sisi kiri jalan? Hihi peraturan itu masih berlaku di setiap titik jalan nggak ya? Yang jelas, yang punya ‘jalur motor’ ya cuma di daerah Thamrin dan Sudirman. Kalau di jalan protokol ini sih jelas, nggak akan ada yang berani melanggar. Entah tapi ya bagaimana ‘jalur motor’ di belahan jalan-jalan Jakarta lain. Sepertinya baik pengemudi motor, maupun polisi pengawasnya sudah lupa. Kalau pengaturan jalur motor saja sudah sulit, apa kabarnya cerita Pemda DKI yang mau membuat jalur sepeda itu ya? Kayaknya kalau soal itu, para pemangku kebijakannya sudah ikutan lupa pula.

Belahan Dunia

42 belahan dunia

Terkadang kita perlu melihat suatu objek dari sudut pandang yang tidak biasa. Refleksi bangunan di air adalah salah satu contohnya. Ada yang menampilkan refleksinya sebagai objek utama, sementara objek aslinya adalah sekedar pendukung. Ada pula yang jelas memvisualkan pencerminan sebuah objek. Di foto ini, saya mencoba sesuatu yang berbeda. Membagi bidang gambar menjadi 2 bagian sama besar. Sisi kiri adalah pencerminan dan sisi kanan adalah objek aslinya. Garis tengah yang membelah gambar seakan malah memberikan kesan sebagai bukaan lembaran buku. f 11, 1/80, ISO 100.

Menunggu

17 menunggu

Satu sudut lagi dari dalam salah satu bangunan tua di Kota. Kala itu habis hujan, dan air masuk melewati atap bangunan yang bocor, sehingga sebagian lantai pun tergenang air. Saya mengambil gambar jendela berikut refleksinya. Kebetulan ada salah satu teman fotografer yang lagi melihat ke luar bangunan. Sekalian saja saya jadikan figur modelnya. f 8, 1/30, ISO 1000

Perhentian Masa Lalu

15 perhentian masa lalu

Foto ini diambil kala saya bersama teman-teman di Twitter ikut serta dalam Hunting Jagamine, dengan tutornya Jeng Sasha (@poeticpicture). Kami berkumpul hari Sabtu, 27 November 2010, pagi pukul 08:30 di kantin di Kota, yang rupanya menjadi sarangnya fotografer Jakarta. Sasha sempat memberikan pengarahan singkat, sebelum akhirnya kami dipecah menjadi 4 kelompok untuk berburu foto. Sekitar pukul 10:30 kami kembali berkumpul. Acara dilanjutkan dengan membahas foto unggulan kami masing-masing, sembari makan siang.

Sudah banyak orang mengambil gambar di Kota. Hari Sabtu Kota juga ramai, sehingga pastinya akan menyulitkan pengambilan gambar. Tantangannya adalah mengambil sudut pandang yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Ini adalah frame foto terakhir saya sebelum berkumpul kembali. Signage TAXI berikut lampu sirine (yang sudah tidak lagi menyala) ini bisa ditemukan di sudut Kafe Batavia. Saya ingin menampilkan foreground dan background secara jelas. Menggunakan lensa 18mm, f 8, 1/640 sec.

Terminal 3

07 terminal 3 - mobile

Sudah berkali-kali saya terbang melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sudah berkali-kali juga saya duduk menunggu keberangkatan pesawat di lantai dua terminal ini. Namun baru kali ini saya memperhatikan permukaan lantai ruang tunggu keberangkatan yang sangat reflektif. Bisa jadi ini baru saya perhatikan karena saat itu saya berangkat malam hari, sehingga tidak ada cahaya matahari yang menerobos masuk ke dalam ruangan. Saya berjongkok di tengah-tengah sumbu bangunan, menaruh kamera di atas lutut saya, menahan nafas, dan mengambil gambar ini dengan kecepatan rendah. Saya sempat memfoto ulang sudut pandang serupa dengan menggunakan ponsel Acer Liquid saya. Hasilnya juga ternyata lumayan (untuk kualitas ponsel).

07 terminal 3