Salingsilang yang Bikin Iri Hati

Semua pasti sudah tahu kan, kalau salingsilang.com tutup? Pengumuman resminya bisa dibaca di blognya. Meski saya sudah lama kenal dengan pendiri dan pengelolanya, tapi jangan tanya saya mengapanya ya. Lebih baik langsung tanya saja ke pengelolanya.

Pastinya sulit membuat segala banyak aktivitas yang mereka lakukan, dari mengembangkan banyak website jaringan komunitas, membuat blog yang merekap kejadian social media lokal, membuat SXIndeks, hingga menyelenggarakan event besar seperti Social Media Festival, sembari menjaga bisnis agar tetap hidup. Saya yang melihat dari luar saja selalu bingung dan bertanya-tanya, model bisnisnya bagaimana sih? Apakah melalui event? Apakah nanti melalui traffic ke website jaringan komunitas mereka? Apakah dari berjualan data di SXIndeks? Semua pertanyaan itu hingga sekarang belum juga terjawab.

Sejak awal dulu muncul Politikana, Ngerumpi, Bicara Film, dan banyak lagi lainnya, saya mencoba kontribusi sebisa saya. Menyumbang konten, dengan tujuan menjalin network di sana, meski akhirnya tidak bisa banyak juga (mengisi konten di blog sendiri saja susah hihihi..).

Dulu kala, di blog media-ide.com, saya pernah membuat ranking Facebook brand page Indonesia. Dengan keterbatasan resource (alias hanya saya sendiri), saya membuatnya dalam bentuk infografis sederhana dengan data yang terbatas pula. Menyenangkan rasanya setelah itu Enda di Salingsilang memprakarsai pembuatan direktori Facebook page lokal yang dibagi dalam beberapa kategori.

Ada sedikit keirian sih saat itu, hihihi, tapi saya melihatnya dari sisi positif saja. Direktori Facebook page lokal itu bisa jauh lebih bermanfaat bagi banyak pemerhati social media. Kita bisa melihat pertumbuhan fans setiap Facebook page itu setiap hari. Sesuatu yang kini dibuat oleh Socialbakers di luar dengan lebih baik lagi. Saya juga yakin Socialbakers mengumpulkan data Facebook Page Indonesia pun dari situs Salingsilang, karena tidak mungkin mereka bisa mengkategorikan dan mengetahui brand Indonesia tanpa ada masukan dari orang Indonesia sendiri.

Hal lain yang bikin saya senang (dan juga iri) adalah keberadaan Obrolan Langsat (Obsat) yang digelar rutin oleh Salingsilang. Sebelum itu saya dan teman-teman setiap bulannya menggelar event kopdar membahas topik berbau digital dan social media melalui FreSh. Kalau FreSh dulu cuma bisa bikin 1-2 bulan sekali, Obsat malah bisa bikin 2 kali seminggu, dengan topik yang jauh lebih beragam.

Sejak setahun belakangan ini, saya dan teman-teman di FreSh sudah tak sempat lagi mengurus event bulanan, namun saya bersyukur tempat semacam Obsat masih tetap ada. Orang online di Indonesia butuh kopdar dan bertemu muka, dan saya senang kalau Obsat bisa ada dan bertahan. Semoga dengan tutupnya Salingsilang, tidak membuat kegiatan Obsat hilang.

Hal terakhir yang juga membuat saya tambah iri adalah keberadaan salingsilang.com. Hahahaha bagaimana tidak, sejak tahun 2005 saya menulis blog media-ide.com, dan selama beberapa tahun belakangan banyak membahas kasus social media lokal. Lalu tiba-tiba salingsilang.com muncul, membahas banyak artikel dan kejadian yang terkait dengan social media lokal setiap harinya, sementara saya sendiri hanya sanggup menulis paling banyak 8 artikel sebulan (itu pun belum tentu terwujud).

Di sisi lain saya senang juga dengan keberadaan salingsilang.com. Mereka punya resource yang banyak, yang bisa memantau banyak kejadian di social media yang pastinya luput dari pengamatan saya. Dari yang penting banget sampai yang nggak penting rajin ditulis. Yang menarik juga adalah keahlian para penulisnya. Awalnya semua tulisan di salingsilang.com terasa dangkal, karena hanya berupa liputan saja. Semakin ke belakang, semakin banyak penulis yang bisa mengulas lebih dalam kejadiannya. Tulisan menjadi semakin menarik untuk diikuti.

Tahu nggak, saat saya menyusun salindia Social Media Landscape 2012 itu, yang jadi rujuakan pertama kali adalah salingsilang.com. Saya menelusuri ulang dari bulan Januari 2012 hingga tulisan terakhir, ada kejadian menarik apa yang bisa saya masukkan dalam salindia. Setelah tahu, saya lanjutkan dengan membahasnya lebih dalam, dan menerjemahkannya dalam salindia.

Sekarang semua informasi salingsilang.com dan website keluarnya sudah ditutup. Saya berterima kasih sekali untuk semua informasi dan kesempatan yang diberikan. Yang berlalu sudahlah berlalu. Pastinya akan masih banyak lagi situs informasi social media lagi yang pasti akan bermunculan. Hilangnya satu situs adalah kesempatan bagi situs lainnya untuk maju mengisi. Sekarang, apakah Anda mau ikut mengisi kekosongan itu?

Kena Lagi.. Kena Lagi..

Sejak beberapa hari lalu, saya sebenarnya menemukan beberapa keanehan di beberapa blog saya yang berbasis WordPress. Jadi, kalau saya bikin link postingan terbaru, lalu saya share link-nya ke Facebook/Twitter, maka orang-orang yang membaca dan mengklik link itu, akan terlempar ke situs lain.

Hal ini juga terjadi pada situs kantor saya (yang juga menggunakan engine blog WordPress). Kalau kita mengklik link situs kantor saya itu di Google, maka akan dilempar ke situs lain. Hmm, saya awalnya berpikir ini masalah di Google, yang mungkin saja salah mengindeks halaman. Beberapa hari kemudian tanda-tanda ini masih saya abaikan, karena pekerjaan kantor yang menumpuk.

Sampai akhirnya saya ada waktu luang untuk mengecek. Saya coba unduh satu blog dulu ke lokal. Daaaan…. betul dong. Ternyata blog WordPress ini tersusupi script malware. Semua file dengan tanda pembuka <?php tersusupi script ini:

eval(base64_decode(“DQplcnJvcl9yZXBvcnRpbmcoMCk7DQ… dst”));

Saya hanya mengambil nafas panjang, lalu mengunduh semua blog dan situs yang menggunakan engine WordPress. Ternyata, semua file dengan ekstensi .php kena semua dengan script itu. Ini pengalaman saya yang ketiga berhadapan dengan hal seperti ini. Pertama kali dulu, blog media-ide.com pernah di-hack dengan ada yang mengganti file index.php di theme-nya. Lalu kedua kalinya, blog ini di-hack juga dengan menyisipkan script serupa di atas, namun saat itu yang kena hanyalah folder theme dan plugin. Kali ini ternyata lebih masif. Yang kena adalah semua file .php.

Dengan sabar dan hati-hati saya hapus semua script malware itu dari semua blog dan situs saya. Makan waktu memang. Akhirnya tinggal 1 blog yang belum saya bersihkan, sampai tiba-tiba pagi tadi Bluehost (penyedia jasa hosting dedicated yang saya pakai) men-suspend domain utama. Daar, mati semua. Nggak ada yang bisa diakses. Bluehost lalu menginformasikan kalau file-file yang ada di server disusupi malware. Ini harus dibersihkan dulu, sebelum nanti Bluehost mengakhiri suspend-nya.

Ternyata oh ternyata… Yang kena bukan hanya situs berbasis WordPress saja. Lebih tepatnya semua file dengan ekstensi .php di server terkena. Untunglah semua berhasil diselamatkan. Sekalian pula saya sapu bersih-bersih file dan aplikasi yang tak lagi terpakai.

Dugaan saya sih, injeksi script malware ini masuk melalui timthumb.php (yang memang terpasang di beberapa blog saya). Dari sini lalu berkembang melebar ke lainnya. Caranya bagaimana? Saya pun nggak tahu pastinya. Sudah kayak semacam virus saja, yang melebar menginfeksi semua file yang berada di akun server yang sama.

Sebenarnya sejak kejadian terkena hack kedua kalinya itu, saya sudah pasang pengamanan yang lumayan kencang di blog saya. Meski sayangnya saya hanya pasang di satu blog, padahal bisa saja si malware ini masuk dari blog lainnya. Akhirnya hari ini, semua situs dan blog dengan engine WordPress yang aktif di server ini sudah saya lengkapi dengan plugin-plugin ini:

1. TAC (Theme Authenticity Checker)

Ini untuk mengecek apakah file theme yang kita pakai terinjeksi script yang mencurigakan atau tidak.

2. Timthumb Scanner

Ini untuk mengecek apakah timthumb.php yang saya gunakan ini sudah versi terbaru atau belum. Kalau belum, maka plugin ini akan langsung meng-update secara otomatis.

3. Exploit Scanner

Ini untuk mengecek total semua file .php yang berada di dalam blog. Plugin ini akan menandai semua file yang dianggap mencurigakan. Harus berhati-hati saat membaca laporan hasil pindah plugin ini, karena tidak semua yang terpindai itu adalah script malware. Ada banyak file yang sebenarnya aman, tapi ikut terbaca oleh plugin ini.

4. WordPress Firewall 2

Plugin ini akan menyetop semua aksi injeksi terhadap URL blog, lalu akan mengirimkan laporannya ke email kita setiap kali terjadi serangan. Saya sudah lama pakai ini dan karena ini saya pun tahu kalau blog saya pernah diserang bertubi-tubi oleh bot. Baca emailnya memang bisa bikin keringat dingin sih. Namun justru setiap email yang saya terima itu adalah pertanda kalau plugin ini telah berhasil menyetop serangan yang terjadi.

5. WSD Security

Ini plugin wajib yang juga perlu ada. Melalui plugin ini saya bisa memahami kelemahan apa saja yang ada di engine WordPress, dan plugin ini memberi petunjuk langkah-langkah apa yang harus diantisipasi, seperti misalnya: mengganti user login dengan apapun selain “admin” atau mengganti penamaan table di database, supaya tidak standar dan lebih aman terhadap serangan.

6. BPS Security

Saya baru tahu ada plugin ini. Dua faktor utama yang membuat blog WordPress rentan terhadap serangan adalah timthumb.php (kalau ada) dan .htaccess. Standar .htaccess dari WordPress belum bisa dibilang aman. Plugin ini akan membantu manajemen .htaccess di folder root dan di folder wp-admin. Plugin ini yang akan menjaga serangan terhadap blog dari IP address yang tidak bertanggung jawab. Karena saya pun nggak paham banget cara membaca .htaccess, jadi ya saya pakai saja versi default yang ditawarkan plugin ini (dan itu panjang banget isi .htaccess-nya).

Nah, apakah setelah ini blog saya aman dari serangan? Hihihi, kita tunggu saja ya. Susahnya menggunakan WordPress itu ya memang harus rajin update, dan jangan sampai terlambat. Ya tapi kalau sudah dengan cara ini, masih diserang juga ya berarti memang penyerangnya yang jago banget.

Nampang di Telios TV

Waktu event ON|OFF Pesta Blogger 2011 kemarin, saya sempat diinterview oleh Telios TV loh. Topiknya seputaran dunia blog, tentunya. Telios TV adalah semacam TV online dengan konten-konten berdurasi pendek yang khusus mereka kembangkan sendiri. Materinya saat ini masih mengandalkan konten dari komunitas-komunitas. Kebetulan saat ON|OFF ini, Telios TV menjadi media partnernya. Karena videonya nggak bisa di-embed, jadi mending lihat langsung di websitenya saja ya. Ini nih linknya.

Muktamar BYAR|PET dan Negro Boncel Award

Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, di jumat malam sebelum Pesta Blogger berlangsung, teman-teman blogger BHI membuat acara Muktamar Blogger. Karena tahun ini, Pesta Blogger berubah namanya menjadi ON|OFF, maka wajarlah bila Muktamar Blogger pun ikutan tren dan mengubah namanya pula. Kini menjadi Muktamar Blogger BYAR|PET.

Acaranya? Ya seperti tahun-tahun dulu.. cuma ngobrol ngalur ngidul dengan teman-teman blogger lain. Undangannya untuk siapa saja, mau dari kota manapun silakan mampir, lalu berkenalan dan silaturahmi.

Tempatnya? Mengikuti tradisi teman-teman blogger BHI yang (dulu saat mereka masih muda semua), ngumpulnya Jumat malam di pelataran Plaza Indonesia. Pelataran loh ya, bukan di dalam mall-nya, karena berada di dalam mall itu nggak keren. 😀 Karena di depan Bunderan HI, maka mereka menamakan dirinya komunitas blogger BHI. BYAR|PET pun serupa, diadakannya di pelataran Plaza Indonesia. Acaranya sederhana saja. Toh yang penting ngumpul dan ngobrol-ngobrolnya.

Semalam itu BYAR|PET bikin award-awardan. Tiba-tiba ujug-ujug Cisca, Dila, saya, dan Paman Tyo diminta maju. Award yang namanya Negro Boncel Award ini diberikan kepada Cisca sebagai blogger pendatang baru terbaik, Dila sebagai tweple tergalau, saya sebagai tweple jago speak, dan Paman Tyo sebagai blogger rauwis-uwis. Halaaah.. 😀

Errr.. mengenai award-nya sendiri, saya kok ngeri ya ngelihatnya. Boneka ala Barbie disemir hitam, ditempel di atas kaleng oli bekas. Semua engselnya bisa diputar, dan bonekanya sudah diposekan dalam gerakan yang tak mungkin dilakukan manusia. Haha, mudah-mudahan nggak ada jelangkungnya :D. Oh ya, saya dapat kaos keren juga loh dari Paman Tyo.

Terima kasih loh Mas Bahtiar (juragan BHI), Paman Tyo, dan teman-teman BHI lainnya. Semoga saya dikaruniai jodoh ya, nggak cuma speak doang (loh kok curcol).

Sekarang, ini boneka enaknya saya apain ya?

Berkat Ngeblog Sejak Tahun 2005

Hari ini Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2011, hari yang “dirayakan” oleh para blogger semenjak dicanangkan oleh Pak Mohammad Nuh saat Pesta Blogger pertama kali diselenggarakan tahun 2007. Waktu Pesta Blogger pertama kali itu saya masih termasuk golongan yang cupu di semesta blog Indonesia. Hanya kenal sedikit blogger lain, karena kala itu yang namanya kegiatan kumpul-kumpul (kopdar) masih sangat jarang.

Awalnya saya ngeblog di blog Media-Ide.com karena saya terinspirasi oleh beberapa suhu blogger seperti Enda dan Priyadi. Saya waktu itu nggak kenal mereka berdua. Saya mengikuti dari dua blog ini, siapa-siapa saja sih yang suka berkomentar, lalu berkunjung (blogwalking) ke masing-masing blog pengomentarnya. Saya lalu tahu ada beberapa komunitas blog dari blogwalking ini. Menarik, meski saya malu juga untuk ikut bergabung karena saya belum kenal siapa-siapa.

Yang saya bahas di blog Media-Ide.com memang bukan hal yang biasa orang lain tulis. Karena pada dasarnya saya nggak bisa menulis cerita pribadi, akhirnya yang saya tulis adalah pengamatan saya terhadap dunia yang saya gemari dan terjuni, yakni dunia kreatif dan interaktif. Saya terkesan dengan tulisan-tulisan di AdRants dan Adverblog, lalu berniat membuat hal yang serupa, tapi versi Indonesia.

Saya akhirnya sempat bergabung dengan komunitas blog Merdeka, sejak diundang oleh dedengkotnya Andry Huzain. Melalui komunitas inilah saya akhirnya bertemu dengan blogger-blogger senior yang juga saya kagumi setiap tulisannya, Ndoro Kakung dan Paman Tyo.

Berkat ngeblog ini, blog saya ternyata terpilih sebagai salah satu finalis blog kategori marketing di Pesta Blogger 2007, dan akhirnya menang. Dari beragam kategori award di Pesta Blogger 2007, yang dianggap sebagai best of the best waktu itu adalah blognya Enda. Namun karena Enda juga adalah ketua Pesta Blogger 2007, maka dengan ikhlas Enda meneruskan hadiahnya ke terbaik kedua, yaitu blog Media-Ide.com. Lumayan, dapat hadiah lah yang jelas.

Perjalanan selanjutnya biasa-biasa saja. Saya mencoba untuk konsisten berbagi informasi seputar hal yang sama di blog Media-Ide.com. Dalam perjalanannya saya pun akhirnya berkenalan dengan banyak komunitas blog lainnya, seperti BHI (Jakarta), Cah Andong (Jogja), Loenpia (Semarang), dll. Komunitas yang bloggernya tidak hanya asyik menulis, tapi juga aktif bekontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. Yang jelas, teman saya di dunia online ini semakin banyak.

Tahun 2008 saya iseng-iseng mengirimkan blog saya untuk berpartisipasi dalam The BOBs Award yang diadakan oleh Deutsche Welle, Jerman. Sejak tahun itu mulai dimasukkan kategori blog berbahasa Indonesia. Salah satu jurinya juga dari Indonesia, Budi Putra, blogger senior yang banyak membahas teknologi. Kebetulan pula, dari sekian banyak blog berbahasa Indonesia yang ikut dalam kompetisi itu, blog saya terpilih sebagai pemenangnya. Hadiahnya sih nggak seberapa penting, radio internet, yang pada masa itu sulit digunakan karena keterbatasan koneksi internet yang saya miliki.

Yang jadi kejutan adalah saat Deutsche Welle menyelenggarakan Global Media Forum di Bonn, Jerman di tahun 2009. Saya tiba-tiba mendapat undangan untuk hadir, karena di event ini pula, para pemenang dari berbagai negara akan menerima penghargaannya. Tentunya semua tiket dan akomodasi selama 3 hari ditanggung oleh panitia (meski ternyata untuk tiket pulang pergi saya harus membayarnya terlebih dahulu). Saya pun berkenalan dengan blogger berbagai bangsa yang berbagi cerita tentang kondisi kebebasan berekspresi di negara mereka masing-masing. Selama 8 hari akhirnya saya habiskan di Jerman. Perjalanan ke Jerman ini pun saya rangkum semua dalam ebook 8 Hari di Jerman yang bisa dibaca dan diunduh gratis. Lagi pula, apa sih yang bisa dibawa oleh seorang blogger kecuali cerita dan foto?

Di penghujung tahun 2009, saya ternyata masih mendapat kesempatan untuk berjalan-jalan lagi. Saya diundang untuk mengikuti Blogfest Asia di Hong Kong. Saya pun merangkum perjalanan ini melalui ebook Hong Kong yang bisa dibaca dan diunduh gratis pula. Kesempatan untuk menghadiri event internasional yang mengundang blogger dari berbagai negara ini memberikan saya masukan kalau negeri kita ini benar-benar sangat beruntung dalam kebebasan berekspresi. Miris rasanya kalau mendengar pengalaman teman-teman blogger di luar sana yang tak boleh berkumpul dalam jumlah banyak, mendapat tekanan dari Pemerintahnya, hingga ada yang pernah dipenjara.

Berkat ngeblog pun belum berakhir. Di akhir tahun 2009 saya bersama beberapa blogger lain diundang oleh Acer untuk mengikuti workshop (dan jalan-jalan, banyak jalan-jalannya sih) ke Lombok dan Gili Trawangan. Rekor bagi saya bisa menuliskan 3 ebook pada tahun 2009, dengan ebook terakhir bercerita tentang wisata ke Lombok dan Gili Trawangan ini.

Saat itu cukup banyak teman-teman blogger yang akhirnya menelurkan buku baru. Salah satu yang saya kagumi adalah Ollie, yang entah sudah berapa puluh buku yang ia tulis. Rasanya nggak afdol juga ya kalau nggak pernah bikin buku. Tahun 2010 pun saya akhirnya berhasil membuat 3 buku, semuanya berhubungan dengan yang pernah saya tuliskan di blog. Ada E-narcism, F-Marketing, dan Twitter/Plurk. Dibilang sukses sih nggak juga ya, karena yang laku pun sebetulnya nggak banyak. Namun setidaknya saya punya portfolio baru di sini.

Tahun 2011 sebagai blogger, saya pun diajak oleh Acer menjadi salah satu Acer Friendsnya. Berkat ngeblog ini juga, saya pun menjadi salah satu orang yang pertama merasakan memegang Acer Iconia Tab, yang masih saya pakai hingga saat ini. Beberapa kali juga saya diminta untuk berbagi cerita di seminar dan workshop, membahas tentang topik yang sering saya ceritakan di blog. Beberapa kali sebagai blogger, saya diundang untuk hadir dalam beragam acara yang bisa membantu memperluas networking saya. Yang paling penting, berkat ngeblog, teman-teman saya pun semakin banyak.

Hingga saat ini saya masih mencoba untuk terus ngeblog, meski sejujurnya semangat ngeblog ini kadang ada, kadang menghilang. Apalagi blog Media-Ide.com ini membahas hal yang niche, yang kadang membuat saya sering kehabisan bahan ulasan.

Saya kini punya 3 blog lain di luar Media-Ide.com. Masing-masing blog ini menyalurkan obsesi saya menulis di bidang yang berbeda-beda. Blog mataku.media-ide.com lebih membahas tentang kecintaan saya terhadap fotografi. Blog laindunia.media-ide.com berisikan cerita-cerita pendek, yang kebanyakan bergenre flash fiction. Lalu yang baru saya hidupkan adalah blog ini, pitra.media-ide.com, yang berisikan cerita personal yang saya alami. Saya juga masih menulis ebook, dan ebook terakhir saya bercerita tentang perjalanan saya ke negeri Shenzhen, Hong Kong, dan Macau.

Berkat ngeblog, saya pun bisa eksis di dunia online (plus berkat Twitter juga sih). Terima kasih untuk teman-teman blogger yang terus menginspirasi saya (dan memaksa saya) untuk menulis hingga saat ini. Semoga blog Media-Ide.com dan anak-anaknya masih bisa eksis hingga tahun-tahun mendatang.