​Memotret di Ulang Tahun BNI

Hari Minggu pagi kemarin, serentak seluruh BNI di Indonesia merayakan hari jadi ke-70 dengan mengadakan acara kumpul-kumpul besar bersama keluarga dengan beragam hiburan musik dan kuliner. Saya sendiri tahu info ini karena ada teman yang melihat spanduknya di dekat JCC. Melihat artis yang perform, kok jadi tertarik untuk datang ya.

_MG_8892
Naura

_MG_8950
Lea Simanjuntak
Melihat kegiatan seru di dalamnya

Bricks Decool Architect 23 in 1

Biasanya dimulai dari meniru, lalu setelah itu mencoba membuat sesuatu yang baru. Mungkin itu prinsip yang dilakukan bricks merk Decool dari Tionghoa. Awal-awalnya merk ini sering bikin bootleg dari Lego, lalu lama-lama membuat versinya sendiri (meski tetap sih pakai propriety rights pihak lain tanpa izin, hahaha). Itu yang mereka lakukan untuk beragam desain minifigure versi mereka.

Selain minifigure, Decool juga mengeluarkan seri Architect. Kalau di Lego, ini mirip dengan seri Creator. Satu dus berisi banyak part yang bisa digunakan untuk membangun lebih dari 1 bentuk. Tentunya dengan petunjuk di dalamnya. Nah, di seri-seri awal memang Decool meniru abis bentuk dari Lego Creator, namun belakangan ini mereka sudah 100% mengeluarkan desainnya sendiri, tanpa melanggar propriety rights pihak lain.

Ada yang paling menakjubkan di antara desain terbaru itu, yaitu seri 3110. Sementara seri lainnya hanya 3 in 1 (3 macam desain dalam 1 dus), seri 3110 ini malah 23 in 1 (23 macam desain dalam 1 dus). Buku petunjuk di dalamnya memang hanya menceritakan 3 desain saja. Sisa 20 desain lainnya bisa diunduh online dari situs mereka.

DSCF6645
Lihat hasilnya yuk!

Menyusun Diorama Mini Bricks

Saya suka melihat diorama. Diorama miniatur apapun. Salah satu yang saya suka lihat diorama Lego, yang bisa dijumpai kalau teman-teman komunitas Lego Builder Indonesia berpameran dan berjualan. Setiap kali lihat seperti itu, ada hasrat untuk ingin membuat hal serupa pula.

Kelihatannya mudah. Beli, pasang, lalu diatur posisinya sesuka hati. Kenyataannya hal itu sulit diterapkan. Pertama, Lego bukan barang murah. Membuat satu diorama kota penuh dengan bangunan dan mini figure bisa menghabiskan puluhan juta. Belum lagi kalau ingin membuat custom, yang membutuhkan part tambahan yang harus dipesan. Waktu dan investasi yang dikeluarkan sangat besar.

_MG_7153//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Kelanjutannya…

Memotret untuk Instagram L’Oréal Professionel

Beberapa hari lalu saya kembali belajar hal baru di ranah fotografi. Kali ini saya diminta untuk membantu motret untuk kebutuhan Instagram brand L’Oréal Professionel. Brand ini menyelenggarakan event L’Oréal Professionel Style and Colour Trophy 2016, yang menghadirkan para hair stylist dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri.

Di hari pertama saya diminta untuk memotret para finalis hair stylist yang menunjukkan keahliannya menyusun tata rambut selama 4 jam. Lokasinya bertempat di ruang besar di kantor L’Oréal Professionel yang disulap jadi salon. Asyiknya, cahaya matahari langsung menerangi ruangan, sehingga cahaya natural bisa didapatkan.


Lihat foto-foto lainnya

Arah Kisah Kita

Hari Jumat minggu lalu, saya dan beberapa rekan blogger diundang ke event Opera Indonesia. Brand ini baru saja merilis film pendek di YouTube berjudul Arah Kisah Kita. Pemerannya Genrifinadi Pamungkas (Okta Andromedha, penulis buku) dan Clairine Clay (Olivia Samudera, pencinta sejarah). Film pendek yang disutradarai Salman Aristo, dan ditulis oleh Gina S. Noer dan Diva Apresya ini terasa banget digarap serius. Meski sudah muncul di YouTube sejak beberapa minggu, namun saya baru sempat lihat di hari itu.


Lanjut lihat sekuelnya